Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Bentuk Kepemilikan Bahasa Patani di Halmahera Tengah Nurain Jalaluddin; Ety Duwila
Humanitatis : Journal of Language and Literature Vol 8 No 1 (2021): Humanitatis: Journal of Language and Literature
Publisher : LPPM Universitas Bumigora Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/humanitatis.v8i1.1558

Abstract

This study aims to describe the possessive forms of Patani language. In describing the data, the researchers apply the three method stages; the method of data acquisition, data analysis, and presentation of analysis. The result of the study shows that the possessive forms of Patani language are 1) :-g, -nik, -nak for the first person singular; 2) the possessive forms of first-person plural for exclusive is only -mam and there are three forms for inclusive: -r, -nir, -nor; 4) for the second person singular are:-m, -nim, -nam; 5) the second person plural is -me, -nimi, -nomo; 6) the possessive forms: I -, -ni, -no is for the third person singular; 7) for third person plural, the forms are -re, -niri, and -noro. Most of the possessive forms are enclitic, the only proclitic in this study is the possessive form of third-person singular I-.
PEMBENTUKAN KARAKTER MELALUI STORY TELLING BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI SD N KALAODI KECAMATAN TIDORE TIMUR KOTA TIDORE KEPULAUAN Nurain Jalaluddin; Ismail Maulud; Junita Susanti; Mudrika Ramadan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.40948

Abstract

Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan judul, Pembentukan Karaktermelalui Storytelling berbasis Kearifan Lokal di SD Tidore Timur Kota Tidoreā€. Marak berbagai berita media cetak maupun media online tentang yang tidak memiliki nilai kesopanan bahkan melakukan tindak kriminal baik di lingkungan keluarga maupun di ingkungan luar tempat tinggal. Sebagai contoh terdapat berita tentang seorang anak dengan sangat berani memukul orang tua dikarenakan orang tua tidak memenuhi permintaannya, atau kasus seorang siswa yang dengan berani memukul guru karena ditegur ketika dinilai melanggar tata tertib sekolah, dan masih banyak lagi tindakan atau prilaku ( siswa) yang mulai meresahkan. Berbagai fonemona prilaku sosial anak di atas menjadi ladasani kegiatan sosialisasi pembentukan karakter sejak usia anak ini. Pembentukan karakater anak dapat dilakukan baik di rumah maupun lingkungan ia berada seperti di sekolah. Guru di sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak. Kearifan lokal berupa sastra lisan, baik dongeng seperti baik fabel maupun legenda merupakan sebuah media efektif yang dapat digunakan untuk membentuk karakter . Muatan lokal atau pesan moral dari dogeng dan legenda dapat memberikan gambaran sebab akibat dari sebuah tindakan atau perbuatan seseorang. Dongeng dan legenda yang merupakan kearifan lokal dapat dicerna dengan baik oleh anak usia kanak kanak ketika disampaikan melalui storytelling yang menarik dan komunikatif.