Romilda Arivina da Costa
Universitas Pattimura

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Artikulasi Budi Pekerti dalam Pembelajaran Pantun di SMP Negeri 1 SBB Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat Mariana Lewier; Romilda Arivina da Costa
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3103

Abstract

Pantun merupakan salah satu bentuk sastra daerah di Indonesia, termasuk di Maluku, yang tersebar, baik secara lisan maupun tertulis. Penggunaan bahasa Melayu Ambon sebagai media penyampaian memungkinkan persebaran pantun ini ke seluruh pelosok Maluku. Bahasa Melayu Ambon sebagai basantara dalam komunikasi sehari-hari masyarakat Maluku membuat pantun berbahasa Melayu Ambon dikenal dengan baik hingga saat ini. Penggunaan pantun Melayu Ambon dalam berbagai acara formal dan nonformal juga sangat beragam. Berkaitan dengan persebaran dan penggunan pantun Melayu Ambon di Maluku, penelitian ini hendak memfokuskan pada aspek artikulasi pantun dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di kelas VII SMP. Pantun merupakan salah satu materi pembelajaran sastra klasik yang terdapat dalam Kurikulum SMP yang disesuaikan pula dengan karakteristik pendidikan karakter. Oleh karena itu, penelitian ini akan melihat bagaimana model pembelajaran multiliterasi dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan kemampuan siswa menulis pantun. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Pra-Eksprerimental One group Pretest-Postest yang digunakan untuk memahami pantun dan artikulasi budi pekerti dalam kaitannya dengan pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Kecamatan Kairatu. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari penerapan pembelajaran multiliterasi dalam menulis pantun, khususnya artikulasi pantun yang mengandung budi pekerti lewat pantun berjenis nasihat. Hal ini terbukti dari nilaihasil tes akhir yang memenuhi KKM, yakni 71,75.6
Language Politeness Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Meetings in Buria Village West Seram Regency Maluku Province Lana Latue; Romilda Arivina da Costa
Mirlam: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 1 (2026): MIRLAM: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/mirlamvol7no1hlm9-15

Abstract

This research aims to describe language politeness that occurs in BPD meetings. Politeness in language revolves around faces. Where everyone has a face (positive and negative face), and that face must be maintained and people must not be put down. The conversation participants play the role of a speaker or listener, alternately which shows the role of language politeness in BPD meetings in seeing whether the form of greeting is polite or not through the role of turn taking. This research is descriptive qualitative research. The data source for this research is a conversation between the BPD chairman, BPD members, and Buria Village Staff. The technique used in collecting data uses recording techniques, recording techniques, the validity of the data is obtained through theoretical triangulation. Judging from the classification of conversation data from BPD Staff and Buria Village Staff, using the language politeness scale from Brown and Levinson, namely the speaker and hearer relative power scale (social status ranking scale between speaker and scale of choice, as well as switching turns of speech by taking over turns of speaking (taking over), continuing the speech partner's speech, and creating initiation or realization. The results of this research show two conclusions. First, compliance with the negative type of politeness includes expressing respect and giving an apology. Second, compliance with the type of positive politeness includes seeking agreement, making offers, giving reasons, avoiding disagreements, involving the speech partner.