Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : solusi

MUSRENBANG ACARA CEREMONIAL ATAU PENYERAPAN ASPIRASI (Studi Kasus Perencanaan dan Penganggaran Dana Desa di Desa Tegal Arum, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah) Moeljono Moeljono
Solusi Vol 17, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.541 KB) | DOI: 10.26623/.v17i2.1453

Abstract

AbstrakDisahkannya UU RINo. 6/2014 Tentang Desa menimbulkanprodankontra, karena salah satu isi UU tersebut adanyaAlokasi Dana Desasebesar Rp 1 Milyar. Sebagai konsekwensinya desadituntutuntuk membuat perencanaandan anggaran dana desa yang diterima dari pemerintah pusat.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses beserta tahapperencanaandan penganggaran Desa di desa Tegalarum. Kecamatan Mranggen. Kabupaten Demak.Peneliti ingin mengevaluasidanmembuktikan secaraempirisbagaimanasebenarnyapraktekyangterjadidalamlingkuppemerintahandesa tentangperencanaandanpengangaranAnggaranPendapatanBelanjaDanaDesa(APBDes). Selainitu,risetinibertujuanmemberikansolusisederhanamengenaiprosesperencanaandan penganggaran yang baikdan benar sehingga tujuan anggaran bisa tercapai.Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode studikasus dalam menganalisa data. Teknik yangdigunakan untuk memperoleh datayakniwawancara tidak terstruktur, observasi, serta studidokumentasi.Kesimpulan penelitianberdasarkan temuan penelitidilapangan mencakupbeberapa halyaitu, pelaksanaanMusrenbangdeshanya dilakukan sebagaiacara ceremonialtahunan walau dengan melibatkan partisipasimasyarakat tapi semu karena Musrenbang tetap berpijak pada Pagu Indikatif.Akibatnya,usulanperencanaan yang akan dibuat untukRPJMDesa,RKPDesasebagaian besarditentukanolehkepaladesa dan aparatdesa. Keterbatasan SDM pada Pemerintahan Desa dapat tertutupi dengan Team Work yang solid. Penyusunan RKPDes dan RAPBDes dapat selesai tepat waktu, namun pencairan dana dari pemerintah Kabupaten selalu terlabat, sehingga program yang telah ditentukan selalu mengalami kemunduran.Temuanlainnyayangcukupmenarikadalah“otonomi politik”ditingkat pemerintahdesayangdipegangdandikendalikanolehkepaladesa berdampak terhadap manajemen pengelolaan keuangan desa.Dampaknyatentusajaterhadap penggunaan keuangan lebih sentralistik Kata Kunci: Musrenbangdes, perencanaan, penganggaran, desaMUSRENBANG ACARA CEREMONIAL ATAU PENYERAPAN ASPIRASI (Studi Kasus Perencanaan dan Penganggaran Dana Desa di Desa Tegal Arum, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah)
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA (Studi Kasus Pada Desa Tegal Arum Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak) Moeljono Moeljono; Willyanto Kartiko Kusumo
Solusi Vol 17, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.903 KB) | DOI: 10.26623/slsi.v17i3.1629

Abstract

AbstrakArtikel ini bertujuan untuk mengetahui Efektifitas Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD). Metode pengumpulan data yang digunakan dalampenelitian ini adalah studi kepustakaan dan studi lapangan. Selanjutnya hasilpengamatan dianalisis melalui metode analisis deskriptif dimanamenggambarkan bagaiman tingkat efektifitas pengelolaan alokasi dana desa.Hasil pengamatan menunjukan bahwa Efektifitas Pengelolaan Alokasi DanaDesa, dimana ada tiga tahap yakni perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan. Secara administrasi ketiga tahap tersebut dapat terselesaikandengan baik dan memenuhi prinsip efektif yang di indikatori adanyatranparansi informasi kepada masyarakat. . Kata Kunci: Efektivitas, Pengelolaan Alokasi Dana Desa,Pembangunan.
POLA PERMINTAN DAN PENAWARAN KETERSEDIAAN DAGING SAPI NASIONAL TAHUN 2030 DENGAN PENDEKATAN FORECASTING Moeljono Moeljono
Solusi Vol. 18 No. 1 (2020): January
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v18i1.2105

Abstract

Ketersediaan daging sapi berpengaruh penting terhadap program swasembada daging sapi yang dicanangkan oleh pemerintah. Dengan tersedianya jumlah daging sapi di Indonesia maka program pemerintah tersebut akan terlaksana dengan baik.Indonesia perlu belajar dari kegagalan program swasembada daging sapi, 3 kali swasembada 3 kali gagal. Pemerintah dan masyarakat sejak lama bermimpi mengulang sukses sebagai negara pengekspor sapi seperti pada era tahun 1970-an.Tujuan penulisan adalah (1)untuk mengetahui perbandingan antara produksi daging sapi dan konsumsi daging sapi tahun 2010-2018, (2) Untuk menganalisis perbandingan antara penawaran daging sapi dengan permintaan daging sapi di tahun 2030 secara nasional. Metode analisis yang digunakan (1) analisis deskriptif; (2) metode analisis forecasting. Hasil pengujian   (1) perbandingan antara penawaran dan permintaan daging sapi tahun 2010-2018 setaip tahunnya berbeda yaitu pada empat tahun pertama penawaran lebih besar dibanding permintaan, pada lima tahun terakhir, permintaan lebih besar dibanding penawaran, (2) penawaran dan permintaan daging sapi nasional tahun 2030 mengalami trend kenaikan dan perbandingan produksi dengan konsumsi daging sapi nasional 2030 menunjukkan rasio permintaan daging sapi lebih besar dibandingkan dengan penawaran daging sapi.Kata kunci: Analisis Forecasting, Trend, Ketersediaan Daging Sapi, Konsumsi Daging Sapi