Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN SEKOLAH RAMAH ANAK DI TINGKAT PENDIDIKAN ANAK USIA DINI tusriyanto tusriyanto
Ri'ayah: Jurnal Sosial dan Keagamaan Vol 5 No 01 (2020): Islam dan Budaya Islam
Publisher : Pascasarjana IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fase anak usia 0-6 tahun (golden age) adalah masa dimana anak harus mendapatkan pendidikan khusus agar pertumbuhan dan perkembangan fisik maupun mentalnya secara tepat agar mampu menerima dan memberi respon terhadap stimulasi yang didapatkan dari lingkungan. Hal terpenting yang harus dilakukan pengelolan pendidikan khususnya di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini adalah mengupayakan Sekolah Ramah Anak (SRA). Sekolah ramah anak diartikan sebagai sebuah konsep sekolah yang terbuka, berusaha mengaplikasi pembelajaran yang memperhatikan perkembangan psikis maupun psikologis siswanya. Pengembangan SRA dapat dilaksanakan pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), melalui kerjasama dari keluarga, masyarakat maupun sekolah.
Peranan Pendidikan Sosial dalam Penanaman dan Pengembangan Karakter Anak Di Kotagajah Ayu Anita Sari; Dwi Wahyu Diono; Faiq Shofi; Tusriyanto Tusriyanto
SOCIAL PEDAGOGY: Journal of Social Science Education Vol 2 No 2 (2021): Social Pedagogy: Journal of Social Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.785 KB) | DOI: 10.32332/social-pedagogy.v3i1.4320

Abstract

Pendidikan karakter merupakan langkah yang sangat penting dan strategis dalam pembangunan kembali jati diri bangsa dan menggerakkan pembentukan masyarakat Indonesia baru. Penelitian ini menggunakan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah pembentukan karakter siswa bukanlah suatu usaha yang mudah dan cepat. Diperlukan usaha yang terus menerus dan refleksi yang dalam untuk membuat rangkaian Moral Choice (moral judgement) yang harus ditindaklanjuti dengan tindakan nyata, sehingga praktis dan reflektif. Jumlah waktu yang diperlukan untuk menjadikannya menjadi kebiasaan (habit) dan pembentukan karakter atau karakter seseorang. Pendidikan karakter harus melibatkan berbagai pemangku kepentingan, baik dalam keluarga dan rumah tangga, sekolah, dan masyarakat. Hal ini merupakan langkah besar yang harus dilakukan yaitu menghubungkan kembali hubungan dan jaringan pendidikan yang menjadi titik putus ketiga lingkungan pendidikan tersebut. Pembentukan pendidikan alam dan karakter tidak akan pernah berhasil selama ketiga di antara lingkungan pendidikan tidak ada keselarasan dan kesinambungan.
Sepenggal Pemikiran John Dewey Tentang Demokrasi Tusriyanto Tusriyanto; Karsiwan Karsiwan
SOCIAL PEDAGOGY: Journal of Social Science Education Vol 2 No 2 (2021): Social Pedagogy: Journal of Social Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.84 KB) | DOI: 10.32332/social-pedagogy.v3i1.4321

Abstract

Tujuan kajian ini adalah untuk mendeskripsikan pemikiran Dewey tentang demokrasi bahwasanya tingginya partisipasi rakyat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka dapat mendorong pada terwujudnya pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Pemerintahan yang demikian merupakan pemerintah yang demokratis, kedekatan dengan rakyat akan menjadi perekat bangsa. Sedangkan pentingnya pendidikan demokrasi antara lain dapat dilihat dari nilai-nilai yang terkandung dalam demokrasi. Nilai nilai demokrasi dipercaya akan membawa kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik dalam semangat egalitarian dibandingkan idiologi non-demokrasi.