Meisil B. Wulur
Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN KOMUNIKASI EFEKTIF BERBASIS ISLAM DALAM PENGEMBANGAN KARIR Sandi Pratama; Meisil B. Wulur
JBKPI: Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol 1, No 1 (2021): J-BKPI: Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-bkpi.v1i1.6534

Abstract

ABSTRAKPeneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam hal ini untuk memperoleh data yang akurat peneliti akan langsung terjun ke lapangan dan memposisikan dirinya sebagai instrument penelitian, sebagaimana yang menjadi salah satu ciri penelitian kualitatif.  Penelitian kualitatif biasanya menekankan pada observasi patisipatif, wawancara dan dokumentasi. Jenis penelitian kualitatif yang dipakai peneliti adalah deskriptif. Metoda deskriptif digunakan untuk menghimpun data aktual. Penelitian ini terbatas pada usaha mengungkapkan suatu masalah dan keadaan sebagaimana adanya, sehingga hanya merupakan penyingkapan fakta.  Adapun 6 Prinsip Komunikasi Islam yaitu prinsip Qaulan Baligha (قَوْلًا بَلِيغًا), Prinsip Qaulan Karima (قَوْلًا كَرِيمًا), Prinsip Qaulan Maysura (قَوْلًا مَيْسُورًا). Prinsip Qaulan Ma’rufa (قَوْلًا مَعْرُوفًا ), Prinsip Qaulan Layyina (قَوْلًا لَيِّنًا). Dan Prinsip Qaulan Sadida(قَوْلًا سَدِيدًا) .  Kata Kunci: Komunikasi Efektif, Islam, Pengembangan Karir ABSTRACTResearchers use an approach approach. In this case the researcher to obtain accurate data will immediately go to the field and position himself as a research instrument, as is one of the characteristics of qualitative research. Qualitative research is usually on participatory observation, interviews and documentation. The type of qualitative research used by researchers is descriptive. Descriptive method used to collect actual data. This research is limited to an attempt to reveal a problem and situation as it is, so it is only a disclosure of facts. The 6 principles of Islamic communication are the principle of Qaulan Baligha (قَوْلًا لِيغًا), the principle of Qaulan Karima (قَوْلًا ا), the principle of Qaulan Maysura (قَوْلًا ا). Qaulan Ma'rufa Principle (قَوْلًا ا ), Qaulan Layyina Principle (قَوْلًا لَيِّنًا). And the principle of Qaulan Sadida (قَوْلًا ا) . Keywords: Effective Communication, Islam, Career Development
Analisis Komunikasi Keluarga dalam Kasus Perselingkuhan di Keluharan Mannanti Kabupaten Sinjai Rasmiati Rasmiati; Meisil B. Wulur; Ahmad Muntazar
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pola komunikasi dalam keluarga yang terlibat dalam kasus perselingkuhan, termasuk bagaimana anggota keluarga berinteraksi dan menyampaikan perasaan mereka. Menganalisi bagaiman komunikasi yang tidak efektif dan efektif sangat mempengaruhi proses penyelesaian masalah setelah terjadinya kasus perselingkuhan. Memberikan rekomendasi tentang strategi komunikasi yang dapat membantu keluarga menghadapi dan mengatasi masalah perselingkuhan dengan lebih baik.  Mengetahui dampak perselingkuhan terhadap komunikasi antar anggota keluarga, termasuk perubahan dalam cara berkomunikasi, konflik yang muncul, dan upaya pemulihan hubungan. Penelitian ini menggunakan metode analisi kualitatif dengan tekhnik pengumpulan data yaitu dengan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara kepada istri-istri yang telah mengalami kasus perselingkuhan di Kelurahan Mannanti. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola komunikasi yang tidak efektif, seperti komunikasi yang penuh konflik, kurangnya keterbukaan, ketidak jujuran, menjadi faktor pemicu terjadinya perselingkuhan. Mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi pada terjadinya perselingkuhan, seperti ketidakpuasan emosional dalam hubungan, kurangnya komunikasi tentang kebutuhan dan harapan, atau faktor eksternal seperti stres akibat pekerjaan. Penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana setiap anggota keluarga memandang perselingkuhan dan dampaknya. Misal, pasangan yang berselingkuh mungkin memiliki alasan tertentu yang mereka anggap valid, sementara pasangan yang dihianati mungkin merasa sangat terluka dan kecewa.