Frid Agustinus
Universitas Kristen Palangka Raya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IDENTIFIKASI EKTOPARASIT PADA IKAN KAPAR (Belontia hasselti) YANG DIPELIHARA DI KOLAM TERPAL Frid Agustinus; Gusliany Gusliany
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 45, No 2 (2020)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v45i2.2990

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ektoparasit pada ikan Kapar (Belontia hasselti) yang dipelihara di kolam terpal. Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan sampel ikan Kapar yang mengalami gejala penyakit di kolam terpal. Identifikasi ektoparasit pada ikan dilakukan di laboratorium. Sebagai pembanding juga dilakukan pengambilan sampel ikan Kapar di sungai Sebangau tempat asal ikan ini diambil untuk melihat apakah ada ektoparasit bawaan dari alam. Hasil penelitian memperlihatkan serangan ektoparasit banyak terdapat di insang ikan. Jenis ektoparasit diperoleh 3 ektoparasit antara lain Dactylogyrus sp, Myxobolus sp, Vorticella sp. Namun, ektoparasit yang menyerang ikan Kapar lebih dominan jenis Dactylogyrus sp. Kisaran suhu dan pH masih normal untuk kehidupan ikan Kapar. Namun Kisaran DO dikolam terpal lebih rendah yaitu berkisar 3 mg/l dibandingkan di sungai Sebangau yaitu berkisar 4 mg/l meskipun sudah ada tambahan aerasi, kemungkinan hal inilah yang menyebabkan ikan mengalami stress.
DOMESTIKASI IKAN KAPAR (Belontia hasselti) YANG TERTANGKAP DI SUNGAI SEBANGAU Frid Agustinus; Infa Minggawati
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 46, No 3 (2021)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v46i3.4458

Abstract

The Kapar fish  (Belontia hasselti) is the consumption fish that is obtained only on wild caught. Not yet succeeded in culture this fish, so domestication is needed as an early stage of the aquaculture. The purpose of this research was to knowning the stages of domestication of Kapar fish caught from the Sebangau river in the process of adaptation to new habitats in semi-permanent ponds which is seen from the observation of water quality as well as the growth and survival rate of the Kapar fish. Environmental adaptation for culture fish is the key to successful domestication. Observations of water quality in the fish's wild habitat with the quality of the water where the fish adapt in the pond are slightly different, especially the DO and pH values, but the water quality is still within the tolerance of the Kapar fish to live. The water quality parameters show the temperature in the range 27-29 °C, DO in the range 3-4.2 mg.L-1, and pH in the range 7-7.4. The growth in length and weight during the research showed that the fish were able to adapt feeding. The length and an average weight of Kapar fish until the research were 12.1 cm in length and 31.4 g of weight and it was known that during the research period the absolute length growth of Kapar fish was 1 cm and the absolute weight growth was 8 g . Results of data analysis carried out during the research that the survival rate of Kapar fish is 83 %.      
Monitoring Pengukuran Kualitas Air di Klester C-Shrimp Estate Kalimantan Tengah Frid Agustinus; Yusanti Mantuh; Deby Setyani; Dwi Jatmiko
JURNAL ILMU HEWANI TROPIKA (JOURNAL OF TROPICAL ANIMAL SCIENCE) Vol 15, No 1 (2026): JIHT Juni 2026
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Kristen Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi kualitas air pada Klaster C Shrimp Estate Kalimantan Tengah melalui pemantauan parameter suhu, salinitas, dan derajat keasaman (pH) sebagai indikator utama yang menentukan keberhasilan budidaya udang vannamei (Litopenaeus vannamei). Penelitian dilaksanakan pada April–Mei 2024 di kawasan BLUD Shrimp Estate, Desa Sei Raja, Kecamatan Jelai, Kabupaten Sukamara. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode observasi lapangan dengan pendekatan deskriptif pada 18 petak tambak. Data primer diperoleh melalui pengukuran langsung menggunakan termometer digital, pH meter, dan salinity refractometer, kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan standar kualitas air yang direkomendasikan untuk budidaya udang vannamei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter kualitas air secara umum masih berada pada kisaran yang mendukung budidaya udang vannamei. Suhu air tercatat berkisar 27–32°C, salinitas 20–25 ppt, dan pH 7,6–9,2. Kisaran suhu dan salinitas memenuhi kondisi optimum bagi pertumbuhan udang, sedangkan nilai pH relatif stabil meskipun pada salah satu kolam ditemukan fluktuasi yang melebihi kisaran ideal. Stabilitas kualitas air dipertahankan melalui penerapan manajemen tambak, meliputi pengoperasian kincir, pergantian air secara berkala, serta aplikasi kapur dolomit untuk menjaga alkalinitas dan kestabilan pH. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemantauan kualitas air secara berkala merupakan komponen penting dalam pengelolaan budidaya udang vannamei sistem intensif. Pengendalian parameter suhu, salinitas, dan pH yang sesuai dengan kebutuhan biologis udang mampu menciptakan lingkungan budidaya yang stabil, mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup, serta meningkatkan efisiensi produksi. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi referensi dalam pengembangan sistem manajemen kualitas air yang berkelanjutan guna mendukung peningkatan produktivitas budidaya udang vannamei di kawasan Shrimp Estate Kalimantan Tengah. Kata kunci: Litopenaeus vannamei, kualitas air, monitoring, salinitas, Shrimp Estate