Arundina Pratiwi
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

TRANSFORMATION OF PUBLIC ORGANIZATIONAL CULTURE IN INDONESIAN DEMOCRATIC ERA (CASE STUDY OF JEMBRANA REGENCY) Arundina Pratiwi
Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Ilmu Administrasi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31113/jia.v8i1.275

Abstract

Makalah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai transformasi budaya organisasi publik pada era demokrasi di Indonesia, dengan mengambil contoh kasus yang terjadi di Pemerintah Daerah Kabupaten Jembrana.Berdasarkan hasil kajian dokumen (publikasi di berbagai media massa) menunjukkan adanya transformasi layanan publik yang dilakukan oleh beberapa pemerintahan daerah di Indonesia. Bukti secara empiris menunjukkan bagaimana beberapa pemerintah daerah mencoba melakukan terobosan dengan memformulasikan strategi baru guna mengatasi gambaran negatif serta rendahnya kinerja pemerintah daerah dalam memberikan layanan publik. Makalah ini secara khusus mengangkat contoh transformasi layanan publik yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Jembrana di Propinsi Bali yangkerap dijadikan rujukan bagi pemda-pemda yang lain untuk melakukan transformasi yang sama. Apa yang mampu dicapai oleh Kabupaten Jembrana layak untuk dijadikan landasan guna memotivasi pemda-pemda lain di Indonesia untuk menghadirkan layanan publik yang prima. Kasus Kabupaten Jembrana dapat diidentifikasikan sebagai keluaran yang positif atas proses demokratisasi yang bergulir di Indonesia.
KONSEP FRAME ALIGNMENT PROCESSES DALAM GERAKAN MAHASISWA ISLAM: STUDI KASUS PADA KAMMI (KESATUAN AKSI MAHASISWA MUSLIM INDONESIA) Arundina Pratiwi
Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Ilmu Administrasi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31113/jia.v5i4.443

Abstract

This paper aims to provide an empirical understanding of frame alignment processes in a contemporary Indonesian Islamic social movement organization (SMO). Field research on KAMMI a Muslim students’ organization provides the primary empirical foundation for investigating three frame alignment processes: (1) frame amplification; (2) frame transformation; and (3) frame extension. Discussion about KAMMI’s framing processes provides empirical evidences about how KAMMI formulates its strategies to maintain its members and mobilize its potential participants. Additionally, this paper reveals the activists’ perspectives on the tendency toward the Islamization of Indonesian society. KAMMI can be classified as a mixture of religious and political movement, with its main goal being to overcome Indonesia’s crises. In particular, moral degradation has beenblamed by KAMMI activists as the main source of various socio-political problems. KAMMI activists believe that this can be solved through implementing a dakwah (proselytizing) movement, through which they argue Islamic values would be a suitable vehicle through which to construct a sacred society. In KAMMI, the activists use and implement the Islamic values under the umbrellaof Islamic revivalism, and characterize their political action as a significant religious duty.
TRANSFORMATION OF PUBLIC ORGANIZATIONAL CULTURE IN INDONESIAN DEMOCRATIC ERA (CASE STUDY OF JEMBRANA REGENCY) Arundina Pratiwi
Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Vol. 8 No. 1 (2011): Jurnal Ilmu Administrasi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31113/jia.v8i1.275

Abstract

Makalah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai transformasi budaya organisasi publik pada era demokrasi di Indonesia, dengan mengambil contoh kasus yang terjadi di Pemerintah Daerah Kabupaten Jembrana.Berdasarkan hasil kajian dokumen (publikasi di berbagai media massa) menunjukkan adanya transformasi layanan publik yang dilakukan oleh beberapa pemerintahan daerah di Indonesia. Bukti secara empiris menunjukkan bagaimana beberapa pemerintah daerah mencoba melakukan terobosan dengan memformulasikan strategi baru guna mengatasi gambaran negatif serta rendahnya kinerja pemerintah daerah dalam memberikan layanan publik. Makalah ini secara khusus mengangkat contoh transformasi layanan publik yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Jembrana di Propinsi Bali yangkerap dijadikan rujukan bagi pemda-pemda yang lain untuk melakukan transformasi yang sama. Apa yang mampu dicapai oleh Kabupaten Jembrana layak untuk dijadikan landasan guna memotivasi pemda-pemda lain di Indonesia untuk menghadirkan layanan publik yang prima. Kasus Kabupaten Jembrana dapat diidentifikasikan sebagai keluaran yang positif atas proses demokratisasi yang bergulir di Indonesia.
KONSEP FRAME ALIGNMENT PROCESSES DALAM GERAKAN MAHASISWA ISLAM: STUDI KASUS PADA KAMMI (KESATUAN AKSI MAHASISWA MUSLIM INDONESIA) Arundina Pratiwi
Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Vol. 5 No. 4 (2008): Jurnal Ilmu Administrasi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31113/jia.v5i4.443

Abstract

This paper aims to provide an empirical understanding of frame alignment processes in a contemporary Indonesian Islamic social movement organization (SMO). Field research on KAMMI a Muslim students’ organization provides the primary empirical foundation for investigating three frame alignment processes: (1) frame amplification; (2) frame transformation; and (3) frame extension. Discussion about KAMMI’s framing processes provides empirical evidences about how KAMMI formulates its strategies to maintain its members and mobilize its potential participants. Additionally, this paper reveals the activists’ perspectives on the tendency toward the Islamization of Indonesian society. KAMMI can be classified as a mixture of religious and political movement, with its main goal being to overcome Indonesia’s crises. In particular, moral degradation has beenblamed by KAMMI activists as the main source of various socio-political problems. KAMMI activists believe that this can be solved through implementing a dakwah (proselytizing) movement, through which they argue Islamic values would be a suitable vehicle through which to construct a sacred society. In KAMMI, the activists use and implement the Islamic values under the umbrellaof Islamic revivalism, and characterize their political action as a significant religious duty.