Atjih Sukaesih
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN TERPAAN BERITA KRIMINAL DI TELEVISI TERHADAP KECEMASAN ORANG TUA DI KELURAHAN SIMPANG BARU KECAMATAN TAMPAN KOTA PEKANBARU Muhammad Nurjamil; Atjih Sukaesih; Kodarni Kodarni
Jurnal Riset Mahasiswa Dakwah dan Komunikasi Vol 1, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.37 KB) | DOI: 10.24014/jrmdk.v1i1.6901

Abstract

Saat ini banyaknya stasiun televisi yang menyampaikan informasi atau berita kriminal yang terjadidalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Dengan banyaknya stasiun televisi yang menayangkan beritakriminal dan banyaknya intensitas tontonan khalayak tentunya membuat khalayak khususnya orangtua berkeyakinan bahwa lingkungan disekitarnya tidak aman seperti penjelasan teori yang digunakandalam penelitian ini yaitu teori analisis kultivasi dan efek komunikasi massa, dimana terpaan mediamengenai kekerasan dapat menimbulkan kecemasan. Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan untukmengetahui adanya hubungan signifikan antara terpaan berita kriminal di televisi terhadap kecemasanorang tua di Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru. Adapun desainpenelitian menggunakan metodologi kuantitatif dan termasuk dalam metode riset survei yang bersifateksplanatif asosiatif karna mencari keeratan hubungan dari kedua variabel. Teknik pengumpulan datadidapat dari observasi, penyebaran angket dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data penelitian inimenggunakan teknik analisis korelasi untuk mengetahui derajat hubungan antara variabel X dan Y.Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan antara terpaan berita kriminal di televisiterhadap kecemasan orang tua dengan nilai korelasi r sebesar 0,436 yang berarti hubungan tersebutcukup kuat. Hal ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel tersebut.Hasil penelitian selanjutnya menunjukkan 19 % faktor tontonan berita kriminal di televisi secarakontinu berkontribusi menimbulkan kecemasan orang tua terhadap anak dan keluarga mereka.
STRATEGI PELAKSANA FUNGSI HUMAS PUSKESMAS KUOK DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PRIMA PADA PASIEN BPJS KESEHATAN Ryandra Dwi Daza Putra; Atjih Sukaesih; Silawati Silawati
Jurnal Riset Mahasiswa Dakwah dan Komunikasi Vol 1, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.23 KB) | DOI: 10.24014/jrmdk.v1i1.6888

Abstract

Puskesmas Kuok adalah salah satu sarana kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan memiliki peran yang sangat strategis dalam mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Salah satu fasilitas kesehatan yang dimiliki Puskesmas Kuok adalah pelayanan program BPJS bagi masyarakat yang membutuhkan jasa pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui strategi pelaksana fungsi humas Puskesmas Kuok dalam meningkatkat pelayanan prima pasien BPJS Kesehatan. Adapun metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yaitu penelitian yang menggambarkan dan menjelaskan permasalahan yang diteliti dalam bentuk kalimat. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Data primer yaitu hasil wawancara dengan empat orang informan, hasil observasi, dan dokumen-dokumen di kantor Puskesmas Kuok. Selanjutnya, data sekundernya yaitu arsip dan buku- buku serta dokumen yang ada di Puskesmas Kuok. Hasil penelitian ini adalah pelaksana fungsi humas Puskesmas Kuok telah menjalankan strategi dalam meningkatkan pelayanan prima. Hal ini terlihat dari keempat fungsi humas, yaitu sebagai penasehat ahli, fasilitator komunikasi, fasilitator proses pemecahan masalah, dan teknisi komunikasi yang telah meningkatkan pelayanan dari segi Kecepatan, Ketepatan, Keramahan, dan Kenyamanan Puskesmas Kuok.
Relasi Konseptual antara Komunikasi Organisasi dan Budaya Organisasi: Suatu Kajian Teoretis Atjih Sukaesih; Yantos Yantos
Al-Manar Journal of Economic and Social Studies Vol. 2 No. 2 (2025): Al-manar Journal of Economic and Social Studies
Publisher : Yayasan Almanar Pujud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organizational culture is a system of values, beliefs, assumptions, or a norm that has been applied, agreed upon and followed by human resources in an organization as a principle or guideline and solving problems that arise in an organization. In building an organizational culture, of course, each organization, regardless of the type and level of the organization, has different experiences in some circumstances and has a similarity in certain circumstances. This indicates that there is dynamism in an organization in building organizational culture as a guideline and principle for each individual in an organization in carrying out their respective duties and obligations to succeed in building organizational goals. Organizational culture is born from a long process starting from the beginning of the establishment of the organization to the formation phase and to the success phase. A long journey, both in the form of failure and success is a journey that is then used as a foothold in building organizational culture.
Pembentukan Komunikasi Organisasi dan Budaya Organisasi dalam Mencapai Tujuan Organisasi Atjih Sukaesih; Yantos Yantos
Al-Manar Journal of Public Administration and Management Vol. 1 No. 1 (2024): Al-manar Journal of Public Administration and Management
Publisher : Yayasan Almanar Pujud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organizational culture is a system of values, beliefs, assumptions, or a norm that has been applied, agreed upon and followed by human resources in an organization as a principle or guideline and solving problems that arise in an organization. In building an organizational culture, of course, each organization, regardless of the type and level of the organization, has different experiences in some circumstances and has a similarity in certain circumstances. This indicates that there is dynamism in an organization in building organizational culture as a guideline and principle for each individual in an organization in carrying out their respective duties and obligations to succeed in building organizational goals. Organizational culture is born from a long process starting from the beginning of the establishment of the organization to the formation phase and to the success phase. A long journey, both in the form of failure and success is a journey that is then used as a foothold in building organizational culture.