Assyari Abdullah
universitas islam negeri sultan syarif kasim

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REPRESENTASI BUDAYA JAWA DALAM VIDEO KLIP TERSIMPAN DI HATI (ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PIERCE) Putri Yuliaswir; Assyari Abdullah
Jurnal Riset Mahasiswa Dakwah dan Komunikasi Vol 1, No 5 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.557 KB) | DOI: 10.24014/jrmdk.v1i5.8762

Abstract

Video klip tidak hanya dipandang sebagai ungkapan ekspresi pemusik terhadap karyanya tetapi video klip sudah menjadi media komunikasi yang tepat untuk memperkenalkan sebuah kebudayaan, seperti budaya Jawa yang terdapat pada video klip Tersimpan di Hati. Di mana video klip ini merepresentasikan kebudayaan Jawa dari segi kesenian dan alamnya, seperti tarian, alat musik, bahasa, serta pemandangan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana representasi budaya Jawa dalam video klip Tersimpan di Hati yang di populerkan oleh Eka Gustiwana berkolaborasi dengan Prince Husein dan Sara Fajira melalui kanal Youtube tahun 2018. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis semiotika Charles Sanders Pierce yang berangkat dari tiga elemen utama yaitu tanda (sign), acuan tanda (object), dan pengguna tanda (interpretant). Dari hasil penelitian ditemukan bahwa terkait dengan tanda, menunjukkan para musisi lokal dan lirik dalam video klip Tersimpan di Hati berhubungan dengan budaya Jawa. Lalu objek yang ditampilkan berupa bahasa Jawa yang digunakan oleh penyanyi dengan gaya rap, perahu sebagai transportasi sehari-hari di wilayah perairan pulau Jawa, petani sawah sebagai sumber mata pencarian masyarakat Jawa, dan kesenian seperti wayang orang, sinden, serta berbagai alat musik khas Jawa berupa gamelan, drumblek, patrol, serta gejog lesung. Selanjutnya interpretan yang menunjukkan adanya makna-makna mengenai representasi budaya Jawa yang menggambarkan keberagaman dan kemakmuran masyarakat Jawa. 
Mapping inclusive democracy through communication research: Bibliometric perspectives in Indonesia Assyari Abdullah; Sumaiyah Sumaiyah; Akmal Khairi; Yasril Yazid; Mustafa Mustafa; Jayus Jayus; Muhammad Soim; Dwi Sutri Astuti; Edison Edison
JURNAL ILMU SOSIAL Vol 25, No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jis.25.1.2026.92-109

Abstract

This study aims to map the development of research on 'inclusive democracy' and 'communication' in Indonesia through a bibliometric approach using data from Dimensions AI. By analyzing 495 publications (402 articles and 93 proceedings) published during the period 2016-2025, this study identifies trends, network collaborations, and thematic clusters that shape the knowledge landscape of inclusive democracy in Indonesia. The analysis was conducted using VOSviewer software to generate network visualizations based on co-authorship, citation, and co-occurrence. The results show that inclusive democracy has experienced significant growth since 2021, especially after the COVID-19 pandemic, which has spurred increased studies on digital participation, transparent governance, and the courage of the public sphere. The main research clusters cover three domains: digital governance, communicative participation, and policy inclusion, confirming the close relationship between communication, technology, and participatory governance. The density of keywords such as democracy, transparency, technology, and community demonstrates that the focus of current research is shifting toward a more inclusive digital democracy based on participatory communication. Thus, this study not only provides an empirical overview of the literature on inclusive democracy in Indonesia but also emphasizes the importance of communication as a key instrument in strengthening democratic legitimacy and representation in the digital era.