Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Divisi Program Manager dalam Kampanye PR Undip Environmentally Friendly Campus "Grenade (Green Action To Avoid Earth Destruction)" Wulandari, Irawati Sri; Naryoso, Agus; Nugroho, Adi; Ulfa, Nurrist Suraya
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.973 KB)

Abstract

Pemanasan global sedang menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat dunia. Karena ulah manusia, planet ini sedang mengalami pemanasan global, atau yang biasa disebut sebagai global warming. Global warming adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan di bumi. Universitas sebagai salah satu bagian penting dari masyarakat memiliki andil yang sangat besar dalam usaha pelestarian lingkungan sebagai usaha melindungi dan memperbaiki kerusakan yang telah terjadi di lingkungannya. Undip memiliki komitmen untuk mereduksi pemanasan yang terjadi di bumi, terutama di kota Semarang dan sekitarnya. Undip memiliki komitmen yang kuat untuk melestarikan lingkungan melalui tagline Undip Environmentally Friendly Campus. Berdasarkan riset pra event, didapatkan hasil bahwa sebagian besar responden belum mengerti mengenai global warming, apalagi indikator universitas ramah lingkungan.Berdasarkan riset pra event tersebut, event dipilih sebagai cara untuk memperkenalkan Undip Environmentally Friendly Campus kepada khalayak target. Adapun khalayak target yang dipilih adalah berasal dari kalangan siswa SMA/SMK/MA yang berada di kawasan sekitar Undip, khususnya di kecamatan Tembalang dan Banyumanik. Event diberi nama “Grenade (Green Action To Avoid Earth Destruction)” dengan diawali roadshow ke sekolah-sekolah, photography challence, journalist writing contest, dan serangkaian acara yang memperkenalkan langsung peserta dengan praktisi Undip untuk memberikan pengetahuan mengenai Undip Environmentally Friendly Campus dan usaha pelestarian lingkungan.Event ini telah sukses dilaksanakan, diketahui dengan meningkatnya pengetahuan peserta sebanyak 37,90% dari hasil kuesioner pra event. Untuk keseluruhan program event "Grenade (Green Action To Avoid Earth Destruction)", berjalan efektif sesuai harapan panitia. Kegiatan yang efektif adalah roadshow, Photography Challence, Undip Gowes Ceria dan Field Trip, talkshow Undip Environmentally Friendly Campus, games dan kuis, penyerahan bibit tanaman mahoni, dan live accoustic. Sedangkan kegiatan yang kurang efektif adalah Journalist Writing Contest. Kata kunci: kampanye PR, event, universitas
PEMANFAATAN e-WOM DALAM KEGIATAN KOMUNIKASI PEMASARAN PRODUK ES KRIM AICE Irawati Sri Wulandari
Kinesik Vol. 7 No. 1 (2020): April
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ejk.v7i1.44

Abstract

Pertumbuhan industry es krim di Indonesia sedang mengalami kemajuan yang pesat sejak empat tahun terakhir. Aice sebagai produsen baru di industry es krim Indonesia mulai beredar di Indonesia sejak tahun 2015. Sejumlah sertifikat dan penghargaan yang didapatkan Aice menunjukkan bahwa Aice mampu mengejar dan bahkan mengungguli merek lain yang sudah lama beredar di masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kegiatan e-WOM yang dilakukan es krim Aice. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menggambarkan bagaimana kegiatan e-WOM yang dilakukan Aice dalam upaya untuk meraih kepercayaan konsumen sehingga Aice mampu mendapatkan TOP Brand di tahun 2019. Studi ini menemukan bahwa strategi marketing komunikasi yang dilakukan oleh es krim Aice menggunakan e-WOM melalui Instagram @aiceindonesia dilakukan untuk memenuhi lima tujuan umum dari sosial media marketing, yaitu relationship building, brand building, publicity, promotions, dan market research.
PEMANFAATAN e-WOM DALAM KEGIATAN KOMUNIKASI PEMASARAN PRODUK ES KRIM AICE IRAWATI SRI WULANDARI
CoverAge: Journal of Strategic Communication Vol 11 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/coverage.v11i1.1731

Abstract

The growth of the ice cream industry in Indonesia is experiencing rapid progress since the last four years. Aice as a new producer in the Indonesian ice cream industry began to circulate in Indonesia since 2015. A number of certificates and awards obtained by Aice show that Aice is able to pursue and even surpass other brands that have long been circulating in the community.The purpose of this study is to describe the e-WOM activities conducted by Aice ice cream. This study uses a qualitative descriptive approach to describe how e-WOM activities carried out by Aice in an effort to gain consumer trust so that Aice is able to get the TOP Brand in 2019. This study found that the marketing communication strategy carried out by Aice ice cream uses e-WOM through Instagram @ aiceindonesia is done to fulfill the five general objectives of social media marketing, namely relationship building, brand building, publicity, promotions, and market research.
Studi Kualitatif Peran Mediasi Orang Tua dalam Penggunaan Gadget pada Generasi Alpha Pasca Pandemi Rintulebda Anggung Kaloka; Irawati Sri Wulandari; Rukti Rumekar
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 5 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i5.4510

Abstract

Pandemi Covid -19 memberikan dampak yang besar, tidak hanya dari segi kesehatan namun hingga ke ranah pendidikan bahkan hingga bagaimana anak mengonsumsi gadget.  Orang tua memiliki faktor penting dalam menentukan kebijakan penggunaan smartphone oleh anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mediasi orang tua dalam penggunaan gadget pada anak generasi alpha pasca pandemi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan paradigma konstruktivisme. Penelitian dilakukan dengan melakukan wawancara terhadap 8 pasang orang tua dan 2 orang single parent yang memiliki anak generasi alpha dengan profesi beragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua merenapkan mediasi aktif namun juga restriktif, aktif berdiskusi namun juga memberikan pembatasan. Perkembangan mediasi orang tua seharusnya tidak lagi harus melihat apakah mediasi yang dilakukan aktif, coviewing/co-playing, permissive ataupun restriktif, namun harus melihat tujuan akhir dari mediasi ini. Mediasi orang tua merupakan sebuah proses interaksi orang tua sebagai gatekeeping informasi yang diperoleh anak. Proses ini bisa bergerak dari aktif, coviewing, permisif hingga restriktif. Sehingga pola mediasi bisa dikatakan dapat berubah berdasarkan pada dampak dari mediasi pada perilaku anak, umur anak yang makin dewasa dan hubungan antara orang tua-anak. 
Representasi Resistensi Anak Muda Dalam Konten #KaburAjaDulu oleh Influencer Gerald Vincent Khairani, Najmi Rizki; Wulandari , Irawati Sri
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 8 No. 1 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/zb7x0519

Abstract

This study analyzes the representation of the #KaburAjaDulu (Running Away From Indonesia) in three social media posts produced by influencer Gerald Vincent (@geraldvincentt) on Instagram and TikTok. The hashtag, which first appeared in 2023 and went viral, depicts the current state of the country. The approach used in this study is qualitative. This research attempts to describe the #KaburAjaDulu content phenomenon from the perspective of Stuart Hall's representation of ideas. This research reveals how the narrative of "running away" from Indonesia is interpreted as a critique of the nation's social, political, and economic conditions. The analysis shows that Gerald's content frames this narrative in an educational and populist manner, voicing young people's frustration with a system perceived as unfair. Issues such as foreign responses, bureaucratic regulations, and freedom of expression on social media further reinforce the public discourse surrounding the intellectual exodus. This study highlights the crucial role of social media in destabilizing political discourse and the identity of the younger generation amidst declining trust in state institutions.