Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Evaluasi Program Penanggulangan Stunting Di Wilayah Puskesmas Long Nawang Kabupaten Malinau Herry Farjam; Leni Ajang
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3233

Abstract

Stunting merupakan kegagalan pertumbuhan pada anak usia dibawah lima tahun karena mengalami gizi kurang sehingga menyebabkan anak tidak tumbuh sesuai dengan umurnya, yang disebabkan karena kurangnya gizi kronis yaitu kekurangan makanan yang cukup dengan jangka waktu yang lama. Stunting di Puskesmas Long Nawang pada tahun 2021 sebanyak 126 kasus, tahun 2022 sebanyak 87 kasus dan pada tahun 2023 sebanyak 65 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi program penanggulangan stunting di wilayah Puskesmas Long Nawang dilihat dari aspek komunikasi, media, dan pemahaman. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan evaluasi (evaluation study). Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pemilihan informan dengan purposive sampling. Dengan 6 orang informan yaitu kepala puskesmas, pengelola KIA, kader posyandu dan orang tua/ibu balita. Teknik analisis yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ditemukan bahwa komunikasi program penanggulangan stunting sudah baik, media pada program penanggulangan stunting belum baik, dan pemahaman program penanggulangan stunting sudah baik. Komunikasi program penanggulangan stunting di Puskesmas Long Nawang dapat memberikan hasil yang baik dan efektif, media pada program ini tidak memberikan hasil yang cukup memuaskan dikarenakan keterbatasan fasilitas dan pemahaman masyarakat mengenai stunting sudah baik.
ANALISIS MANFAAT PELAYANAN KESEHATAN YANG DITERIMA PASIEN BPJS KESEHATAN DI PUSKESMAS LEMPAKE KOTA SAMARINDA TAHUN 2015 Herry Farjam; Nita Violen Tamaela
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 2 No 1 (2016): January-June
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/kujkm.v2i1.304

Abstract

As organizer of social health insurance, social security health agencies continue to work so that all health facilities in Indonesia to support the passage of the health insurance program optimally so that all participants BPJS health benefit services. The purpose of this study was to determine the benefits of health care received by patients in health centers health BPJS participants Lempake cities Samarinda 2015 consists of variable promotive, preventive care, and curative services.The research method used is descriptive quantitative survey approach. The total sample is 100 patients. Data analysis using frequency distribution. Resulth of analysis using frequency distribution of 100 respondents showed that patients benefit as much as 89 respondents promotive services, patients feel the benefits of preventive care as much as 66 respondents, and patients feel the benefits of curative services as much as 95 respondents.
GAMBARAN PELAKSANAAN ASESMEN PASIEN NARKOTIKA DI RUMAH SAKIT JIWA ATMA HUSADA MAHAKAM PROVINSI KALIMANTAN TIMUR TAHUN 2018 Herry Farjam; Rindha Mareta Kusumawati; Wahyudin Wahyudin
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 2 (2018): July-December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/kujkm.v4i2.463

Abstract

Penanganan pasien narkotika dan psikotropika dengan asesmen baik berupa pemeriksaan fisik, psikis, diagnosis dan rehabilitasi yang pada keputusan akhirnya apakah pasien di rawat inap atau rawat jalan pada hakikatnya semua aturan yang diberlakukan pihak manajemen Rumah Sakit Jiwa Atma Husada sesuai standar yang berlaku.Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional yang berbentuk deskriptif kualitatif. Subjek penelitian sebanyak 5 orang dengan teknik pengambilan informan dengan menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan pendekatan Milles dan Huberman. Hasil penelitian menjelaskan bahwa asesmen pemeriksaan fisik masih belum sesuai dengan S.O.P dikarenakan tidak semua pasien dilakukan pemeriksaan jantung, sedangkan pemeriksaan THT semua pasien dilakukan pemeriksaan. Asesmen pemeriksaan psikis sudah sesuai S.O.P hanya saja pasien narkotika kurang terbuka terhadap petugas terkait permasalahannya sehingga menjadi salah satu masalah yang dialami oleh petugas untuk mengetahui tingkat depresi dan rasa cemas pasien narkotika. Diagnosis dokter sudah sesuai S.O.P dan hasilnya pasien lebih banyak menggunakan opium. Rehabilitasi pasien narkotika sudah sesuai S.O.P dan rehabiltasi rawat inap paling banyak dilakukan kepada pasien narkotika. Diharapkan pihak rumah sakit memberikan gambaran secara jelas terkait pelaksanaan asesmen dan pasien hendaknya terbuka saat dilakukan asesmen.
Analisis Stagnant Obat Di Unit Logistik Puskesmas Sempaja Kota Samarinda Tahun 2018 Ananda Triana; Ni Nyoman Artini; Herry Farjam
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2019): January-June
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/kujkm.v5i1.825

Abstract

Latar Belakang:Logistik obat termasuk salah satu aspek penting dalam bidang kesehatan. Stagnant obat merupakan salah satu dampak dari kurang berjalannya manajemen logistik obat dipelayanan kesehatan yaitu puskesmas. Puskesmas Sempaja Samarinda belum menjalankan manajemen logistik dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari data obat yang mengalami kejadian stagnant sebanyak 36 jenis dari tahun 2015 hingga bulan Agustus tahun 2018.Tujuan :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian stagnant obat di unit logistik Puskesmas Sempaja Samarinda.Metode Penelitian:Penelitian ini merupakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber informasi didapatkan dari petugas pengelola obat di Unit Logistik Puskesmas Sempaja Samarinda, Kepala Puskesma Sempaja dan Kepala Tata Usaha Puskesmas Sempaja Samarinda. Teknik analisis data adalah analisis kualitatif yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil : Hasil penelitian yang didapat adalah perencanaan yang belum tepat, penerimaan yang masih belum efektif dan penyimpanan yang baik serta pemeliharaan obat yang cukup baik. Namun walaupun didalam pemeliharaan obat telah berjalan dengan baik, peneliti menemukan bagian pemusnahan yang masih belum berjalan dengan lancar.Kesimpulan: Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah masih belum terlaksnanya sistem manajemen logistik dengan benar sehingga menyebabkan kejadian obat stagnant di Unit Logistik Puskesmas Sempaja Kota Samarinda Kalimantan Timur. Saran yang dapat diberikan yaitu dengan menerapkan metode yang sesuai pada setiap proses manajemen logistik.
Analisis Manfaat Pelayanan Kesehatan Yang diterima Pasien BPJS Kesehatan di Puskesmas Lempake Kota Samarinda Tahun 2015 Hery Farjam; Nita Violen Tamaela; Masitah Masitah
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 1 No 2 (2015): July-December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/kujkm.v1i2.850

Abstract

Sebagai penyelenggara jaminan kesehatan sosial, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) Kesehatan terus berupaya agar seluruh fasilitas kesehatan (Faskes) di Indonesia dapat mendukung berjalannya program jaminan   kesehatan secara optimal agar seluruh peserta BPJS Kesehatan merasakan manfaat pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat pelayanan kesehatan yang diterima pasien peserta BPJS Kesehatan di Puskesmas Lempake Kota Samarinda Tahun 2015 yang terdiri dari variabel pelayanan promotif, pelayanan preventif, dan pelayanan kuratif. Desain penelitian yang digunakan adalah Dekriptif kuantitatif, dengan pendekatan survey. Total sampel adalah 100 pasien. Analisis data menggunakan Distribusi frekuensi. Hasil analisis dengan menggunakan distribusi frekuensi menunjukan bahwa dari 100 responden pasien yang merasakan pelayanan promotif sebanyak 89 responden, Pasien yang mendapatkan manfaat pelayanan prevenif sebanyak 66 responden, dan Pasien yang merasakan manfaat pelayanan kuratif sebanyak 95 responden.