Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ALTERNATIF MATERIAL BARU PENGOLAHAN DINDING BANGUNAN BERBAHAN ABU BATU DI KELURAHAN TELAGA BIRU KECAMATAN BANJARMASIN BARAT KOTA BANJARMASIN Fitria Handayani; Akhmad Gazali; Ruliana Febrianty; Muhammad Saukani
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 6, No 2 (2020): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.765 KB) | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v6i2.4048

Abstract

Abu batu adalah hasil dari pengolahan batu pecah dengan menggunakan stone crusher. Abu batu saat ini merupakan bahan hasil sampingan dalam industri pemecahan batu yang jumlahnya tidak sedikit. Abu batu diupayakan pemanfaatannya sebagai bahan pengganti pasir karena harganya lebih murah jika dibandingkan dengan pasir. Abu batu dapat digunakan sebagai bahan utama pembuat beton, batako, dan perekat paving maupun sebagai pengisi (filler yang mengisi rongga-rongga kecil pada beton dan membuat beton semakin padat sehingga dapat meningkatkan mutu beton). Penggunaan abu batu dalam industri beton bisa mencapai lebih dari 50% terutama untuk pembuatan conblock, batako, dan gorong-gorong. Manfaat lain dari abu batu yaitu mampu mengikat material lebih baik, menghemat penggunaan semen, mempercepat produksi batako/beton, hamparan lapisan dasar pada pemasangan paving blok dan memperkecil pori conblock.
PEMANFAATAN SAMPAH ANORGANIK AGAR BERNILAI EKONOMIS UNTUK PERBAIKAN RESAPAN AIR HUJAN PADA TANAH RAWA DI KECAMATAN AMUNTAI SELATAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Fitria Handayani; Akhmad Gazali; Robiatul Adawiyah; Eka Purnamasari; Hendra Cahyadi
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 7, No 2 (2021): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.125 KB) | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v7i2.6260

Abstract

Permasalahan yang sering terjadi di desa Telaga Sari yang daerahnya merupakan tanah rawa yaitu terjadinya banjir yang semakin tahun semakin besar karena volume daya tampung saluran primer semakin berkurang. Salah satu penyebabnya adalah kebiasaan buruk warga membuang sampah anorganik (sampah yang sukar terurai dalam tanah) ke saluran primer dan rendahnya pengetahuan tentang drainase (resapan air). Ada cara yang perlu dilakukan agar banjir tahunan dapat dicegah yaitu dengan memperbaiki sistem resapan air ke dalam (drainase). Perbaikan drainase dapat dilakukan dengan tidak membuang sampah yang tidak mudah terurai dengan menggunakan kembali (daur ulang) agar bermanfaat, maupun membuat sumur resapan. Pembuatan sumur resapan tidak memungkin karena memerlukan biaya dan proses yang lama sehingga cara yang digunakan adalah pemanfaatan sampah anorganik menjadi barang yang bermanfaat seperti pot, tempat penyimpanan barang, celengan dan lain sebagainya. Diharapkan dengan adanya program pemanfaatan sampah anorganik ini dapat memperbaiki taraf hidup di bidang sosial, ekonomi, dan pangan.
JEMBATAN BERSUDUT (SKEW BRIDGE) MENGGUNAKAN BETON MUTU NORMAL UNTUK DEK DAN BETON MUTU TINGGI UNTUK GIRDER DENGAN METODE ELEMEN HINGGA DAN PONDASI SPRING Fitria Handayani
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2020): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v3i1.3601

Abstract

Jembatan bersudut adalah suatu jembatan   yang   sumbu tengahnya tidak tegak Lurus terhadap jalan. Perbedaan perilaku dan karakteristik jembatan bersudut jika dibandingkan  jembatan  pada  umumnya  yaitu  pengaruhnya  terhadap  gaya  yang terjadi pada jembatan dan kekuatan jembatan memikul beban di atasnya. Penelitian ini  bertujuan  yakni:  menentukan  sudut  miring  terbesar  dari  posisi  jembatan terhadap balok beton, mendapatkan beban ultimit yang mampu dipikul jembatan bersudut, serta mengetahui perilaku retak yang terdapat pada jembatan bersudut. Asumsi Panjang jembatan 20 m dan lebar jembatan 10 m dengan perletakan sendi dan rol. Variasi sudut miring jembatan adalah 35o, 40o, 45o, 50o, 55o, dan 60o. Bentuk profil jembatan yaitu gelagar I  beton bertulang. Tegangan leleh tulangan baja yang dipakai yaitu  fy = 400 MPa sedangkan tulangan utama dan fy = 240 MPa untuk tulangan sengkang. Jumlah gelagar delapan buah profil I 1325.  Mutu gelagar beton yang digunakan adalah fc’= 53 MPa (mutu tinggi) dan mutu beton untuk dek fc’= 28 MPa (mutu normal). Jarak antar gelagar 1,2 m dengan Tebal dek 230 mm. Metode penelitian menggunakan Analisa Elemen Hingga ANSYS Ed. 9.0. Model beton balok pada ANSYS Ed. 9.0 dimodelkan menggunakan material SOLID65 dan Baja  tumpuan  dimodelkan  menggunakan  material  SOLID45.  Sedangkan  Model baja tulangan menggunakan material LINK8 dan untuk permodelan pondasi menggunakan Combine39. Input nilai tegangan regangan beton mutu normal menggunakan kurva tegangan regangan usulan Hognested dan untuk input beton mutu   tinggi   menggunakan   kurva   tegangan   regangan   usulan   Azizinamini. Sedangkan input nilai tegangan regangan multilinier dan linier baja tulangan menggunakan kurva tegangan regangan usulan Park dan Paulay (1975). Pedoman perhitungan yang dipakai yaitu SNI 03-1725-1989 untuk jembatan, SNI 03-2847-2002   untuk   beton,   dan   ACI   untuk   batas   izin   lendutan.   Hasil   penelitian menunjukkan bahwa variasi sudut miring pada jembatan mempengaruhi kekuatan balok dan pola retak. Semakin besar sudut miring jembatan semakin berkurang kemampuan balok memikul beban dan pola retak semakin besar. Defleksi terbesar terjadi pada jembatan dengan sudut kemiringan 60o. Tegangan terbesar terjadi pada jembatan dengan sudut kemiringan 60o. Pola retak yang terjadi yaitu retak lentur dan retak geser yang terjadi pada tengah bentang menuju pelat tumpuan. Kata Kunci: jembatan  bersudut,  beton bertulang, defleksi, von Misses, metode elemen hingga.
BETON POROUS DENGAN MENGGUNAKAN AGREGAT LOKAL DI KALIMANTAN SELATAN Eka Purnamasari; Fitria Handayani
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2020): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v3i1.3618

Abstract

Dalam upaya mengantisipasi meningkatnya luas daerah yang ditutupi oleh perkerasan dengan pembangunan permukiman seperti halnya di perkotaan yang mengakibatkan waktu berkumpulnya air menjadi jauh lebih pendek, sehingga akumulasi air hujan yang terkumpul melebihi kapasitas drainase yang ada. Dengan berkurangnya kesempatan air hujan berinfiltrasi ke dalam tanah, maka limpasan permukaan air hujan akan menimbulkan genangan bahkan banjir pun dapat terjadi pula. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode eksperimen, yaitu dengan menggunakan jenis agregat kasar lokal dari daerah dikalimantan selatan pada mix desain beton normal. Agregat kasar yang digunakan yaitu batu pecah dari handil bakti. Agregat dalam uji pendahuluan dengan proporsi perbandingan kerikil dan semen yaitu 4. Setelah diketahui proporsi yang tepat maka akan diuji dengan variasi FAS 0,3. Kemudian spesimen akan diuji dengan alat kuat tekan beton dengan metode hidraulic pump. Kuat tekan terjadi pada beton porous menggunakan agregat kasar batu pecah dari handil bakti yang diberikan perawatan perendaman dengan menggunakan air PDAM yaitu sebesar 6,22 MPa. Pola retakan yang terjadi dikarenakan penyebaran tegangan pada benda uji akibat proses ikat pegangan pada benda uji dan juga berpengaruh terhadap homogenitas agregat penyusun beton. Pada model yang dilakukan perawatan perendaman dengan air PDAM berdasarkan hasil penelitian pola retak yang terjadi yaitu retakan pada ujung samping (tipe 5). Daya rekat pasta terhadap agregat kasar baik, sedangkan agregat kasar yang berasal dari handil bakti terpecah- pecah menjadi potongan yang lebih kecil. Kata Kunci: beton, porous, kuat tekan, kalimantan selatan