Edison Ulung Panggabean Simanihuruk
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) UNTUK PENDUKUNG KEPUTUSAN PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERKOTAAN (PNPM-MP) (Studi Kasus di Kelurahan Bahkapul Kecamatan Siantar Sitalasari Kota Pematangsiantar Provinsi Sumatera Utara) Edison Ulung Panggabean Simanihuruk; Arifin Tua Purba
Jurnal Tekinkom (Teknik Informasi dan Komputer) Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Politeknik Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.141 KB) | DOI: 10.37600/tekinkom.v2i1.99

Abstract

The National Urban Independent Community Empowerment Program (PNPM-MP) in practice involves many elements in the field, such as communities, government, PNPM officers and community institutions with the types of activities in the form of environmental, social and economic activities. Community participation in the entire PNPM-MP process is very important to be assessed and measured so that it can be accounted for. Community participation in empowerment programs should cover the entire process from the beginning to the final stage. Community participation can occur in 4 (four) levels, namely Participation in the decision-making process, Participation in implementation, Participation in the utilization of results and Participation in evaluation. To get the priority of community participation in supporting PNPM-MP in the Bahkapul Urban Village, Siantar Sitalasari District, Pematangsiantar City, North Sumatra Province, a solution was needed. The solution is a decision support system (SPK). The decision support system applies the Analytical Hierarchy Process (AHP) method by arranging a hierarchical structure to determine the problem and its objectives, determining and giving weight to each criterion and subcriteria so that each alternative involved in the decision support system can be analyzed accurately. The results of the study are that the decision support system can provide appropriate recommendations to decision makers in determining and realizing the National Independent Community Empowerment Program (PNPM-MP) in Bahkapul Sub-District, Siantar Sitalasari District, Pematangsiantar City, North Sumatra Province.
Platform Digital sebagai Media Pembelajaran Kewirausahaan di Sekolah dan Perguruan Tinggi Tuty Tuty; Hasanuddin Sirait; Edison Ulung Panggabean Simanihuruk
JURNAL PENDIDIKAN DAN KEWIRAUSAHAAN Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : STKIP PGRI SITUBONDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/pkwu.v13i1.1876

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam bidang pembelajaran kewirausahaan. Di era revolusi industri 4.0 dan transformasi menuju society 5.0, integrasi teknologi informasi menjadi hal yang tidak dapat dihindari dalam mendesain sistem pembelajaran yang relevan dan adaptif terhadap kebutuhan zaman. Kewirausahaan sebagai salah satu kompetensi penting abad ke-21 memerlukan pendekatan pembelajaran yang dinamis, praktis, dan berbasis teknologi agar mampu menumbuhkan jiwa kreatif, inovatif, serta mandiri pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan platform digital sebagai media pembelajaran kewirausahaan di tingkat sekolah dan perguruan tinggi serta mengidentifikasi dampaknya terhadap motivasi belajar dan kesiapan berwirausaha siswa maupun mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi pada sejumlah institusi pendidikan yang telah menerapkan pembelajaran kewirausahaan berbasis digital. Platform digital yang dianalisis mencakup Learning Management System (LMS), media sosial (seperti Instagram dan TikTok), aplikasi pemasaran online, serta perangkat kolaborasi digital seperti Google Workspace dan Canva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan platform digital dalam pembelajaran kewirausahaan memberikan berbagai manfaat, antara lain peningkatan partisipasi aktif siswa, kemudahan akses materi ajar, fleksibilitas waktu belajar, serta peluang untuk langsung mempraktikkan konsep bisnis secara digital. Lebih lanjut, penggunaan teknologi digital mendorong pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang memungkinkan peserta didik merancang, mengembangkan, dan memasarkan produk usaha secara nyata. Interaksi melalui platform daring juga meningkatkan kolaborasi dan kemampuan problem-solving siswa dalam menghadapi tantangan kewirausahaan. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan sejumlah kendala seperti kesenjangan infrastruktur digital, keterbatasan literasi teknologi pada guru dan dosen, serta belum optimalnya integrasi platform digital dalam kurikulum kewirausahaan. Dengan demikian, pemanfaatan platform digital sebagai media pembelajaran kewirausahaan terbukti memiliki potensi besar dalam menciptakan pengalaman belajar yang kontekstual, kreatif, dan sesuai dengan dunia usaha modern. Diperlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pengembangan kompetensi digital bagi pendidik dan kebijakan kurikulum yang lebih responsif terhadap perkembangan teknologi.