Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Penggunaan Artificial Intelligence (AI) Pendidikan dalam Mendukung Guru dan Siswa Lauw Acep; Abhinaya Cadudasa; Pheng Khiu Danawe; Tuty Tuty
Dhammavicaya : Jurnal Pengkajian Dhamma Vol. 9 No. 1 (2025): Dhammavicaya : Jurnal Pengkajian Dhamma
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/dhammavicaya.v9i1.1680

Abstract

The development of Artificial Intelligence (AI) has brought significant changes to the world of education, particularly in supporting teachers' work and student learning. This research examines the role of AI in helping teachers develop interactive and relevant teaching materials, facilitating student self-directed learning, and identifying challenges and ethical issues arising from its implementation. The research method used in this study is a literature review combined with case analysis of the use of AI-based learning platforms such as ChatGPT and other adaptive systems. The results show that AI offers significant potential for improving the efficiency of teaching material development, supporting personalized learning tailored to individual student needs, and enhancing student engagement through interactivity and real-time feedback. As a differentiated approach, this research also integrates Buddhist perspectives, particularly the concepts of sati (mindfulness) and paññā (wisdom) found in the Dhammapada, as well as ethical principles of learning from the Sigalovada Sutta. This perspective emphasizes the importance of balancing technological innovation with the development of wise and responsible character. This research identified several important challenges, such as disparities in access to digital technology across regions, privacy and data security concerns, potential bias in AI algorithms, and concerns about technological dependency that could diminish students' critical and reflective thinking skills. Therefore, while AI has transformative potential to support learning in the digital age, its implementation must be carried out ethically and wisely. A balanced approach between technological innovation and humanitarian values as taught in Buddhist teachings is key to creating an inclusive, equitable, and sustainable education ecosystem.
Platform Digital sebagai Media Pembelajaran Kewirausahaan di Sekolah dan Perguruan Tinggi Tuty Tuty; Hasanuddin Sirait; Edison Ulung Panggabean Simanihuruk
JURNAL PENDIDIKAN DAN KEWIRAUSAHAAN Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : STKIP PGRI SITUBONDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/pkwu.v13i1.1876

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam bidang pembelajaran kewirausahaan. Di era revolusi industri 4.0 dan transformasi menuju society 5.0, integrasi teknologi informasi menjadi hal yang tidak dapat dihindari dalam mendesain sistem pembelajaran yang relevan dan adaptif terhadap kebutuhan zaman. Kewirausahaan sebagai salah satu kompetensi penting abad ke-21 memerlukan pendekatan pembelajaran yang dinamis, praktis, dan berbasis teknologi agar mampu menumbuhkan jiwa kreatif, inovatif, serta mandiri pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan platform digital sebagai media pembelajaran kewirausahaan di tingkat sekolah dan perguruan tinggi serta mengidentifikasi dampaknya terhadap motivasi belajar dan kesiapan berwirausaha siswa maupun mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi pada sejumlah institusi pendidikan yang telah menerapkan pembelajaran kewirausahaan berbasis digital. Platform digital yang dianalisis mencakup Learning Management System (LMS), media sosial (seperti Instagram dan TikTok), aplikasi pemasaran online, serta perangkat kolaborasi digital seperti Google Workspace dan Canva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan platform digital dalam pembelajaran kewirausahaan memberikan berbagai manfaat, antara lain peningkatan partisipasi aktif siswa, kemudahan akses materi ajar, fleksibilitas waktu belajar, serta peluang untuk langsung mempraktikkan konsep bisnis secara digital. Lebih lanjut, penggunaan teknologi digital mendorong pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang memungkinkan peserta didik merancang, mengembangkan, dan memasarkan produk usaha secara nyata. Interaksi melalui platform daring juga meningkatkan kolaborasi dan kemampuan problem-solving siswa dalam menghadapi tantangan kewirausahaan. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan sejumlah kendala seperti kesenjangan infrastruktur digital, keterbatasan literasi teknologi pada guru dan dosen, serta belum optimalnya integrasi platform digital dalam kurikulum kewirausahaan. Dengan demikian, pemanfaatan platform digital sebagai media pembelajaran kewirausahaan terbukti memiliki potensi besar dalam menciptakan pengalaman belajar yang kontekstual, kreatif, dan sesuai dengan dunia usaha modern. Diperlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pengembangan kompetensi digital bagi pendidik dan kebijakan kurikulum yang lebih responsif terhadap perkembangan teknologi.