Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

IMPLEMENTASI FIREWALL DAN PROXY MENGGUNAKAN PRANGKAT MIKROTIK PADA LABORATORIUM KOMPUTER SMK BINA POTENSI PALU Wildan, Wildan; Romadhona, Agus; Ramadhani, Syarifah Fitrah
JTIK (Jurnal Teknik Informatika Kaputama) Vol. 7 No. 1 (2023): Volume 7, Nomor 1, Januari 2023
Publisher : STMIK KAPUTAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59697/jtik.v7i1.56

Abstract

Penggunaan Internet dalam dunia pendidikan sangatlah diperlukan sebagai sumber materi pembelajaran, contoh-contoh soal, maupun sebagai informasi ataumateri dalam proses belajar mengajar. Namun terdapat juga hal-hal yang negatif darii nternet yang menimbulkan kekhawatiran kalangan guru dan pendidik. Sebagai contoh banyak siswa bermain internet sosial media berlebihan di saat waktu proses belajar mengajar, adanya website terlarang yang dapat diakses oleh para siswa. Untuk mengatasi masalah tersebut harus dilakukan filter terhadap jaringan internet agar dapat membatasi pengaksesan situs atau website yang ada pada internet. Filter jaringan dapat dilakukan dengan perangkat mikrotik router. Router Mikrotik adalah sebuah perangkat yang dapat menghubungkan dua atau lebih jaringan yang berbeda dan juga sangat banyak fasilitas-fasilitas lain yang berada pada router mikrotik. Mikrotik router adalah router yang umum dan banyak digunakan saat ini. Ada beberapa fungsi yang ada pada router mikrotik yang dapat melakukan filter terhadap jaringan, antara lain webproxy dan firewall. Proxy dapat melakukan filter pada alamat website. Kelebihan proxy yaitu bila user mengakses internet yang terlarang, maka web proxy dapat menampilkan peringatan bila web site tersebut tidak dapat diakses. Adapun kekurangan web proxy ialah tidak adanya fitur time sehingga tidak adanya pengaturan waktu–waktu tertentu untuk dapat melakukan pemblokiran website. Adapun firewall juga dapat melakukan filter terhadap situs atau website. Kelebihan firewall ialah dapat mengatur waktu – waktu tertentu didalam pengaksesan suatu website. Adapun kekurangan firewall adalah bila user mengakses website terlarang maka firewall tidak menampilkan peringatan bahwa website tersebut telah diblok. Oleh karena itu maka diperlukan kolaborasi pada dua fungsi tersebut sehingga dapat melakukan filter pada jaringan internet secara maksimal. Diharapkan dengan penerapan firewall dan proxy maka nantinya akan tercipta internet yang sehat dan baik untuk siswa– siswi sekolah SMK Bina Potensi Palu.
Design of digital kWh-Meter to top-up the electric pulse by automatically using Relay Module Based on SMS and Arduino Uno Ramadhani, Syarifah Fitrah; Wahyuningsih, Pujianti; Jalil, Abdul; Suryana, Syarifah
ILKOM Jurnal Ilmiah Vol 14, No 3 (2022)
Publisher : Prodi Teknik Informatika FIK Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/ilkom.v14i3.1221.229-236

Abstract

This study aims to design a digital kWh-meter prototype to top-up the electricity pulse by automatically using relay modules based on Short Message Service (SMS) and Arduino Uno. The utilization of 12 relay modules to substitute the keypad input function in the digital kWh meter is our basic idea in this study. The method we used to replace the keypad input function with the relay module is based on the integration between the circuit path in the keypad board and the relay module as an electric switch that can activate when the relay gets a trigger from the Arduino Uno. In this study, when the user wants to charge the electric pulse, the user will send the voucher number to the GSM SIM900A module via SMS, then it will be processed to the Arduino Uno. Then Arduino Uno will trigger the relay to be activated so that it can automatically fill the voucher number to the digital kWh-meter. This study result is the success of relay modules can substitute the function of keypad input to fill the voucher pulse number to the digital kWh-meter through SMS with the successful voucher number filling up to 98%. The usefulness of the relay module to change the keypad input function on the digital kWh meter is our original idea for this study.