Bagus Fatoni
Program Studi Pendidikan Agama Islam Pascasajana IAI Tribakti Kediri

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Manajemen Pembelajaran Aqidah Akhlak Berwawasan Multikultural Di MTs Negeri 1 kediri Bagus Fatoni; Moh. Turmudi
Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Vol. 8 No. 2 (2018): Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman, Agustus 2018
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ji.v8i2.716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (menjelaskan) manajemen pendidikan agama Islam berwawasan multikultural di MTs Negeri 1 Kediri, meliputi nilai-nilai kultural yang dikembangkan, manajemen pembelajaran pendidikan agama Islam berwawasan multikultural dalam kehidupan sehari-hari dan dampaknya terhadap minat peserta didik untuk belajar di MTs Negeri 1 Kediri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Dengan metode pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif yang mencakup empat komponen yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan empat kriteria yaitu derajat kepercayaan, keteralihan, kebergantungan dan kepastian. Hasil penelitian ini menunjukkan 1) Perencanaan pembelajaran menekankan integrasi nilai-nilai multikultural; jujur, disiplin,tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial termuat dalam Recana Program Pembelajaran (RPP) maupun dalam silabus; 2) pelaksanaan pembelajaran menerapkan nilai-nilai multikultural dalam perencanaan, namun yang paling menonjol adalah nilai kebersamaan dan saling menghargai tanpa mencari perbedaan; 3) Evaluasi hasil pembelajaran menggunakan model evaluasi dengan memperhatikan tiga ranah yaitu kognitif, psikomotorik dan afektif, dan yang lebih ditekankan dalam pendidikan agama Islam adalah ranah afektif.