Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENINGKATAN PEMBELAJARAN DASAR GERAK RENANG MELALUI PENDEKATAN BERMAIN UNTUK MAHASISWA PRODI PJKR FIK UNY AM. Bandi Utama
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 7, No 2 (2010): November
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpji.v7i2.411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pembelajaran matakuliah Dasar Gerak Renang melalui pendekatan bermain pada mahasiswa jurusan Pendidikan Olahraga Prodi PJKR FIK UNY tahun ajaran 2009/2010. Metode penelitian tindakan kelas yang digunakan dari Kemmis et al, 1982; dan Burns, 1999, dengan melalui beberapa siklus tindakan. Tahapan pelaksanaan penelitian meliputi Tahap Persiapan, Tahap Pelaksanaan: tahap ini terdiri atas 1) planning, 2) acting, 3) observing, dan 4) reflecting dan Tahap Akhir. Rancangan tindakan penelitian terdiri dari tiga siklus. Proses pengolahan dan analisis data deskriptif terdiri dari 1). deskripsi data, 2) validasi data, 3) interpretasi data. Adapun pedoman pendekatan bermain menggunakan buku pedoman pembelajaran renang dengan pendekatan bermain dari Peter Meaney tentang Wet Games: a fun approach to teaching swimming and water safety tahun 2005. Selain itu digunakan juga buku tentang Water Fun: 116 fitness and swimming activities for all ages, oleh Terri Lees tahun 2007. Populasi penelitian adalah 60 orang mahasiswa kelas C prodi PJKR FIK UNY yang menempuh mata kuliah Dasar Gerak Renang pada semester II tahun ajaran 2010. Berdasarkan hasil refleksi dan pembahasan terhadap penelitian tindakan kelas di atas, dapat disimpulkan bahwa pendekatan bermain dapat meningkatkan proses pembelajaan dasar gerak renang. Hasil yang diperoleh adalah terciptanya pembelajaran yang menggembirakan, menyenangkan, dan penuh semangat belajar sehingga mampu membawa mahasiswa untuk berprestasi lebih baik dari pada sebelumnya. Hal ini dapat ditandai dengan adanya peningkatan nilai rata- rata kelulusan tanpa mengabaikan mutu lulusan, tingkat partisipatori mahasiswa yang optimal, suasana pembelajaran yang kondusif, serta memperkaya kasanah model pembelajaran di prodi PJKR FIK UNY. Kata kunci: dasar gerak renang, tindakan kelas, pembelajaran, bermain.
PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK MELALUI AKTIVITAS BERMAINDALAM PENDIDIKAN JASMANI A.M. Bandi Utama
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 8, No 1 (2011): April
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.031 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v8i1.3477

Abstract

Child’s character is the result of a good education in general, informal place in the family with the form ofhabituation things that are good, ethical, and cultural, non-formal education taking place in society with the formof trainings, courses, social work, as well as formal education take place in schools. Physical education is part ofan ongoing formal education in schools from primary to secondary schools. Physical education means educationthrough physical activity to achieve the goals of education in general. Physical activity can be either sports ornon-exercise of them play. Through play activities will caused potential children allows them to grow into a betterdirection. Through play activities that are managed well will spur the development of physical, social, andphysically. Children playing activities can be done in everywhere and anytime so the development of thechildren potency in line with the playing activities. This takes place continuously over a relatively long time,forming a persistent behavior and recognized by others as one’s personal character.Keywords: characters, play, physical educationKarakter anak merupakan hasil dari suatu pendidikan secara umum baik informal yang berlangsung di keluargadengan bentuk pembiasaan hal-hal yang baik, etika, dan budaya, pendidikan nonformal yang berlangsung dimasyarakat dengan bentuk pelatihan-pelatihan, kursus, kerja social, maupun pendidikan formal yangberlangsung di sekolah-sekolah. Pendidikan jasmani merupakan bagian dari pendidikan formal yangberlangsung di sekolah-sekolah dari pendidikan dasar sampai dengan menengah. Pendidikan jasmani diartikanpendidikan melalui aktivitas jasmani untuk mencapai tujuan pendidikan pada umumnya. Aktivitas jasmanidapat berupa olahraga atau non-olahraga diantaranya bermain. Melalui aktivitas bermain akan meragsangpotensi-potensi yang dimiliki anak untuk berkembang ke arah yang lebih baik terutama yang dikemas dalampendidikan jasmani. Melalui aktivitas bermain yang dikelola secara baik akan memacu perkembangan fisik,sosial, dan psikis anak, sehingga aktivitas bermain bagi anak mempunyai fungsi untuk mengembangkanaspek fisik, sosial, dan psikis secara proposional. Aktivitas bermain oleh anak dapat berlangsung dimana sajadan kapan saja sehingga pengembangan potensi anak akan berlangsung bersamaan dengan aktivitasbermain tersebut. Keadaan semacam ini dapat dikatakan bahwa bermain merupakan pendidikan praktis. Halini berlangsung terus menerus dalam kurun waktu yang relatif lama sehingga terbentuk suatu tingkah lakuyang menetap dan diakui oleh orang lain sebagai karakter pribadi seseorang.Kata kunci: karakter, bermain, dan pendidikan jasmani
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES KETERAMPILAN DASAR BOLATANGAN BAGI MAHASISWA Sridadi Sridadi; AM Bandi Utama
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 12, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.45 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v12i2.17110

Abstract

AbstractThis study aims to: (1) Develop basic skills test instruments handball, (2) Determine the validity and reliability ofestimating basic test instruments handball, (3) Creating a grain basic test instruments handball valid. The researchmethod uses research and development. The subjects were 30 students of sixth semester, PJKR’s student. Datacollection instruments such as observation sheets and questionnaires. The instrument used to obtain informationexpert (expert judgment). Number judge involved three people. Validity determined by content validity and reliabilityof the instrument using the correlation Inter Rater. The results of the correlation coeffcient calculation, it is knownthat the rater score 1 = 0.999, 2 = 0.996 rater score, and score rater 3 = 0.991. The results estimated by the reliabilitycalculation of rxx Alpha coeffcient = 0.994. The result of the development of the form of instrument tests basicskills handball for students produce three (3) types of test are: (1) The test of skills passing the target wall (time:30 seconds), (2) Tests dribbling skills (time: 30 seconds) (3) test skill shot flying perform three shots from threepositions: left, center and right.Key Words : instrument development, handball basic skill, student.AbstrakPenelitian ini bertujuan: (1) Mengembangkan instrumen tes keterampilan dasar bola tangan, (2) Mengetahuivaliditas dan mengestimasi reliabilitas instrumen tes dasar bola tangan, (3) Menciptakan butir-butir instrumentes dasar bola tangan yang valid. Metode penelitian menggunakan research and development. Subjek penelitianadalah 30 mahasiswa semester VI, prodi PJKR FIK UNY. Instrumen pengumpulan data berupa lembar observasidan kuesioner. Instrumen digunakan untuk mendapatkan informasi ahli (expert judgement). Jumlah judge yangterlibat 3 orang. Validitas diketahui dengan validitas isi dan reliabilitas instrumen menggunakan korelasi Inter Rater.Hasil penghitungan koefsien korelasi, diketahui bahwa skor rater 1 = 0,999, skor rater 2 = 0,996, dan skor rater 3= 0,991. Hasil penghitungan reliabilitas diestimasi dengan Koefsien Alpha sebesar rxx =0,994. Hasil pengembanganberupa instrumen tes keterampilan dasar bola tangan bagi mahasiswa menghasilkan 3 (tiga) jenis tes yaitu: (1) Tesketerampilan passing dengan sasaran ke tembok ( waktu: 30 detik), (2) Tes keterampilan dribbling (waktu: 30 detik),(3) Tes keterampilan flyingshot melakukan 3 kali tembakan dari tiga posisi: kiri, tengah, dan kanan.Kata kunci: Pengembangan instrumen, keterampilan dasar, bola tangan, mahasiswa.
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DAN POLA HIDUP SEHAT DENGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI PESERTA EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA DI SMP NEGERI 2 MLATI Farida Mulyaningsih; Agus Sumhendartin Suryobroto; Nugraheni Cahya Pertiwi; AM Bandi Utama
MAJORA: Majalah Ilmiah Olahraga Vol 29, No 1 (2023): Maret
Publisher : Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/majora.v29i1.64506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan kebugaran jasmani, (2) mengetahui hubungan antara pola hidup sehat dengan kebugaran jasmani, dan (3) mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dan pola hidup sehat dengan tingkat kebugaran jasmani peserta ekstrakurikuler olahraga di SMP Negeri 2 Mlati. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Metode yang digunakan adalah survei. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 68 peserta ekstrakurikuler olahraga di SMP Negeri 2 Mlati. Teknik sampling menggunakan purposive sampling, yang memenuhi berjumlah 35 peserta ekstrakurikuler. Instrumen yang digunakan untuk mengukur aktivitas fisik yaitu kuesioner, pola hidup sehat diukur menggunakan instrumen angket. Instrumen untuk mengukur kebugaran jasmani yaitu TKJI untuk usia 13-15 tahun. Analisis data menggunakan uji korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada hubungan yang signifikan antara variabel aktivitas fisik dengan kebugaran jasmani, nilai signifikansi sebesar 0,029 0,05; (2) ada hubungan yang signifikansi antara variabel pola hidup sehat dengan kebugaran jasmani, nilai signifikansi sebesar 0,011 0,05; dan (3) ada hubungan yang signifikansi antara aktivitas fisik dan pola hidup sehat dengan tingkat kebugaran jasmani peserta ekstrakurikuler olahraga di SMP Negeri 2 Mlati dengan rx1.x2.y = 0,467 r(0,05)(35)= 0,333 dan nilai signifikansi p 0,019 0,05.
FAKTOR PENGHAMBAT BELAJAR SENAM LANTAI MATERI GULING DEPAN PESERTA DIDIK KELAS VII DI SMP NEGERI 4 YOGYAKARTA Mulyaningsih, Farida; Indriarti, Meynanda; Utama, AM Bandi; Purnomo, Eddy
Majalah Ilmiah Olahraga (MAJORA) Vol. 30 No. 2 (2024): September
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/majora.v30i2.82471

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penghambat belajar senam lantai materi guling depan peserta didik kelas VII di SMP Negeri 4 Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Instrumen penelitian menggunakan angket tertutup. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 4 Yogyakarta yang berjumlah 160 peserta didik. Pengambilan jumlah sampel menggunakan teknik total sampling. Teknik analisis data mengunakan analisis statistik deskriptif kuantitatif dengan presentase. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat faktor yang menghambat pelaksanaan belajar senam lantai materi guling depan peserta didik kelas VII di SMP Negeri 4 Yogyakarta.  Faktor yang menjadi penghambat dalam belajar senam lantai materi guling depan adalah faktor internal yang terdiri dari fisik dengan hasil persentase 29,4%, dan psikologis dengan hasil persentase 24,3%, sedangkan pada faktor eksternal terdapat guru dengan hasil persentase 13,4%, sarana dan prasarana dengan persentase16,8%, serta lingkungan sekolah dengan persentase 16,1%. OBSTRUCTING FACTORS IN GYMNASTICS LEARNING IN THE FORWARD ROLL MATERIAL FOR THE SEVENTH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 4 YOGYAKARTA AbstractThis research aims to determine the obstructing factors in gymnastics learning in the forward roll material for seventh grade students of SMP Negeri 4 Yogyakarta (Yogyakarta 4 Junior High School). The type of this research was a descriptive quantitative study with a survey method. The research instrument used a closed questionnaire. The research population was seventh grade students of SMP Negeri 4 Yogyakarta totaling 160 students. The number of samples was taken by using the total sampling technique. The data analysis technique used descriptive quantitative statistical analysis with a percentage. The research findings indicate  that there are obstructing factors in the implementation of gymnastics learning in the forward roll material for seventh grade students of SMP Negeri 4 Yogyakarta. The obstructing factors in the gymnastics learning in forward roll material are internal factors consisting of physical obstruction with a percentage of 29.4%, and psychological obstruction with a percentage of 24.3%, while external factors include teachers with a percentage of 13.4%, facilities and infrastructure with a percentage of 16.8%, and the school environment with a percentage of 16.1%.
The application of hand-eye coordination test guidelines for table tennis using audio visual media Dwi Kurniawan, Dennis; Maria Bandi Utama, Alfonsus; Mulyawan, Rizki
Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran Vol 7 No 2 (2021): Jurnal SPORTIF: Jurnal Penelitian Pembelajaran
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2194.58 KB) | DOI: 10.29407/js_unpgri.v7i2.16209

Abstract

Distance learning in the field of sport education, particularly at the university level, is well suited to independent and structured learning. In the table tennis course, it is necessary to identify the initial ability of PJKR FIK UNY students' hand-eye coordination through the use of audio visual based test guidelines. The method for administering the test is provided during distance learning. This test guideline's application includes experimental research using the pretest-posttest design method. The sample consists of PJKR FIK UNY table tennis students drawn at random from a class of up to 40 students. This study was conducted from February to April 2021. The analysis results of the Paired Sample Test data obtained a value of sig = 0.000 <0.05, the conclusion from the test results is that there is a difference in the effect of hand-eye coordination abilities in table tennis games between before and after being given test guidelines using audio visual media. The conclusion from the application of test guidelines using audio visual media can improve the results of the hand-eye coordination test for PJKR FIK UNY students.