Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENINGKATKAN GIZI DAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT MBAWI MELALUI KEGIATAN PENGOLAHAN ABON IKAN BANDENG Yuliadi Yuliadi; Nora Dery Sofya; I Gusti Putu Muliarta Aryana; Herpan Syafil Harahap; I Wayan Joniarta; Koko Hermanto
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i1.4115

Abstract

Mbawi merupakan salah satu desa di Kabupaten Dompu, NTB yang memiliki potensi perikanan berlimpah, baik dari laut maupun tambak. Namun demikian, potensi tersebut belum dioptimalkan oleh masyarakat, hasil tangkapan ikan masih diperjualbelikan dalam bentuk segar dengan harga murah. Jadi, potensi yang dimiliki belum mampu menyejahterakan masyarakat. Oleh karena itu, akan dilakukan pendampingan terutama kepada ibu rumah tangga yang banyak mempunyai waktu luang untuk meningkatkan nilai jual produk ikan dengan mengolahnya menjadi abon. Juga mitra yang lain yaitu karang taruna yang selama ini belum banyak berkegiatan, yang diharapkan dapat membantu para ibu untuk pengembangan usaha. Ikan yang dipilih adalah ikan bandeng yang jumlah produksinya terbanyak, dan diolah menjadi abon karena produk ini awet dalam waktu yang cukup lama. Pelatihan yang diberikan sudah menggunakan teknologi tepat guna seperti mesin cold storage, mesin peniris minyak, mesin penggoreng, dan mesin pencacah daging ikan. Evaluasi hasil pelatihan menunjukkan bahwa 91,3% mitra mengalami peningkatan pengetahuan  adanya peningkatan jumlah warga yang faham tentang gizi yang terkandung dalam ikan bandeng, dan sebanyak 90,9% mitra mengalami peningkatan kemampuan membuat abon ikan bandeng. Selain itu, peserta sangat paham dengan pelatihan yang telah dilakukan diberikan, baik materi maupun praktiknya. Analisis Harga menunjukan bahwa ikan bandeng segar 5 kg seharga Rp. 140.000,- setelah diolah menjadi abon memperoleh keuntungan sebesar Rp. 206729,05,-
Tolerance Level of S4 Corn Lines to Drought Stress in Dry Land I Wayan Sudika; I Wayan Sutresna; Dwi Ratna Anugrahwati; I Gusti Putu Muliarta Aryana
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 12 (2024): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i12.9488

Abstract

Selfing is the initial step to form hybrid varieties. Selfing has been carried out for four generations and 29 S4 lines have been obtained. All lines have been tested for their tolerance level to drought stress in dry land. The purpose of the study was to determine the tolerance level of S4 lines of corn plants to drought stress in dry land. Experimental methods with field trials were used for the test. And the correlation between characters and ISC values. The design used was a randomized block design at each stress level. Determination of the tolerance level used the observation parameter of the results (dry seed weight per plant) under mild stress conditions and normal conditions. The tolerance level to drought stress was measured from the Stress Sensitivity Index (ISC) value. The results showed that three S4 lines were tolerant to drought stress, namely lines S4.7, S4.15 and S4.24. Nine S4 lines have moderately tolerant category, namely lines S4.1, S4.3, S4.8, S4.12, S4.13, S4.14, S4.21, S4.26 and S4.29; the rest are classified as sensitive. The yield have a high negative correlation with the ISC value; the weight of dry cobs harvested per plant has a moderate negative correlation. The three tolerant lines can be used for the formation of S5 lines.