Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN PERAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDes) DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN TENUN DI DESA SUKARARA I Nyoman Nugraha Ardhana Putra; I Dewa Gede Bisma; Imanuella Romaputri Andilolo; I Gede Mandra
Jurnal Abdi Insani Vol 6 No 3 (2019): Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v6i3.283

Abstract

Desa Sukarara merupakan desa yang memiliki industri tenun tradisional yang dapat dijadikan atraksi budaya. Saat ini desa tersebut memiliki Pendapatan Asli Desa (PADes) serta bantuan hibah pemerintah daerah dan pusat yang menjadi sumber keuangan dalam menopang kegiatan-kegiatan desa. Pengelolaan keuangan desa yang dianjurkan oleh pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, yaitu agar terdapatnya sumber penghasilan pendapatan asli desa (PADes), maka perangkat desa senantiasa bekerjasama dengan masyarakat dalam mengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang berbasis pariwisata. Hal tersebut untuk mengurangi ketergantungan terhadap DD dan ADD. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengkaji dan menentukan strategi para perangkat desa (BUMDes dan masyarakat) dalam mengelola dan mengembangkan dana desa. Kegiatan ini dilakukan dengan melakukan diversifikasi produk BUMDes pada bidang desa wisata dan pengkajian tentang penentuan arah atau strategi BUMDes yang diharmonisasikan dengan program dana desa. Pelatihan wirausaha juga diberikan kepada masyarkaat guna meningkatkan kemampuan dalam manajemen usaha. Kegiatan diawali dengan melakukan studi pendahuluan tentang konsep desa wisata yang nantinya dikelola oleh BUMDes. Target yang direncanakan adalah adanya rumusan kebijakan penentuan arah atau strategi Desa dengan pemberdayaan BUMDes karya sejati untuk melakukan diversifikasi pada pengembangan desa wisata. Metode yang digunakan adalah focus group discussion (FGD) untuk mengidentifikasi Kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman (SWOT) dan metode ceramah untuk merokemendasikan strategi yang disarankan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan tersebut dirumuskannya strategi bagi Desa Sukarara, yaitu “Membangun Desa Wisata Budaya dengan Produk Unggulan Tenun dan Atraksi Budaya Serta Mengembangkan Bisnis Wisata Berdaya Saing melalui BUMDes”
PENGARUH PENGUNGKAPAN ESG TERHADAP PROFITABILITAS DENGAN MODERASI UKURAN PERUSAHAAN PADA EMITEN PERTAMBANGAN TERDAFTAR BEI 2020-2024 Alfan Katellu Maulana; I Nyoman Nugraha Ardhana Putra
Jurnal Ekonomi Bisnis Manajemen dan Akuntansi (JEBISMA) Vol 4 No 1 (2026): Agustus 2026
Publisher : PT. Media Edutama Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70197/jebisma.v4i1.227

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh pengungkapan Environmental, Social, and Governance (ESG) terhadap tingkat profitabilitas perusahaan pertambangan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020–2024 dengan ukuran perusahaan sebagai variabel pemoderasi. Tingkat profitabilitas perusahaan dalam penelitian ini diproksikan menggunakan Return on Assets (ROA). Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari laporan tahunan serta laporan keberlanjutan perusahaan. Penentuan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling sehingga diperoleh 18 perusahaan dengan jumlah 90 data observasi. Analisis data dilakukan menggunakan metode regresi data panel dan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan aplikasi Stata 18. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pengungkapan aspek environmental, social, dan governance belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas perusahaan. Selain itu, ukuran perusahaan juga belum terbukti mampu memperkuat maupun memperlemah hubungan antara pengungkapan ESG dan profitabilitas perusahaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan ESG pada perusahaan pertambangan masih lebih banyak dilakukan sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi serta upaya memperoleh legitimasi dari para pemangku kepentingan dibandingkan sebagai strategi untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan.