p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Abdi Insani
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TUMPANGSARI TANAMAAN PORANG (Amorphophallus muelleri Blume) DENGAN POHON KETIMUNAN (Gyrinops versteegii) DI HKM DESA PUSUK LESTARI, KABUPATEN LOMBOK BARAT Tri Mulyaningsih; Aida Muspiah; Ernin Hidayati; Faturrahman Faturrahman; Wiwin Hidayat
Jurnal Abdi Insani Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v9i1.454

Abstract

The porang plant (A. muelleri) can produce tubers containing up to 54% glucomannan (which is beneficial for health and industrial materials. This plant can grow well under stands, so it can be intercropped with any tree, including gaharu trees which are conserved ex situ). at HKM Pusuk Lestari, West Lombok. The purpose of this service activity is to provide knowledge about the intercropping cultivation of porang plants with G. versteegii trees planted one year ago for ex-situ conservation in the HKm area of ​​Pusuk Lastari Village, Batu Layar, West Lombok, and provide training as well as the practice of planting porang seedlings in the HKm area with an agroforestry system, to increase income and welfare for HKm stakeholders in Pusuk Lestari Village.The result of this service activity is that training activities have been carried out on porang cultivation using the method of intercropping with G. versteegii trees, starting from selecting quality seeds, distributor search r sales and ordering of porang seeds to, handling of seedlings before planting. Meanwhile, the practice of preparing for planting, such as weeding the land, loosening the soil, making soil rolls, making spacing, and planting porang seedlings were carried out in intercropping with the gaharu tree of the type G. versteegii in the Pusuk Lestari HKM area, West Lombok.
PELATIHAN PRODUKSI DAN APLIKASI PUPUK HAYATI MIKROBIAL UNTUK MENDUKUNG EKOPESANTREN DI PONPES SYAIKH ABDURRAHMAN, LOMBOK TIMUR Ernin Hidayati; Bambang F. Suryadi; Baiq Jelita; Fatahillah Ardhani; Almachita F. Mawatri; Windi S. Putri; Ega A. Kamula; Didik Y. Wahyu; Difaizti Alinsyirah; Ataya A. Maryadi; Puspa D. Salsabila; Anak A.A. Nara Kusuma; Sarkono; Faturrahman; Tri Mulyaningsih; Syarqul Ausath
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 5 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i5.3627

Abstract

Pondok Pesantren Syaikh Abdurrahman di Desa Kotaraja, Lombok Timur mengembangkan program ekopesantren dengan penanaman pohon gaharu (Gyrinops versteegii) di lahan pesantren. Permasalahan pertumbuhan bibit gaharu  adalah tingkat kelulushidupannya yang relatif rendah dan pertumbuhan awal yang relatif lama. Pemupukan merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan kelulushidupan dan mempercepat pertumbuhan awal bibit gaharu. Tujuan kegiatan adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan sains praktis kepada santri berupa pembuatan pupuk hayati mikrobial dan aplikasi pemupukan pada bibit gaharu. Manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini adalah santri memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis dalam membuat dan mengaplikasikan pupuk hayati mikrobial secara mandiri. Peserta dalam kegiatan ini adalah santri putra  dan santri putri berjumlah 20 orang.  Santri diberikan teori atau pemahaman mengenai pupuk dan pertumbuhan tanaman. Santri juga diajarkan dan didampingi praktek membuat pupuk organik hayati dan mengaplikasikannya pada bibit tanaman gaharu. Tingkat ketercapaian kegiatan dievaluasi secara kualitatif dan kuantitatif melalui kuesioner dan penilaian keterampilan langsung oleh tim pengabdian. Hasil menunjukkan bahwa sebelum kegiatan dilaksanakan, sebanyak 58,8 % peserta  telah memahami fungsi pupuk bagi tanaman, 47 % mengetahui contoh pupuk hayati mikrobial, 17,65 % mengetahui contoh pupuk hayati, 0% mengetahui cara membuat pupuk hayati mikrobial, serta 0% mengetahui cara mengaplikasikan pupuk tersebut pada tanaman. Setelah kegiatan, tingkat ketercapaian aspek tersebut telah 100%. Teori dan praktik yang diberikan selama kegiatan tidak hanya meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktis pembuatan serta aplikasi pupuk hayati mikrobial dari segi jumlah peserta tapi juga kualitas pemahaman dan keterampilannya.