Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KECERDASAN EMOSIONAL DITINJAU DARI PERILAKU ALTRUISME PADA MAHASISWA JURUSAN KEPERAWATAN DI UNIVERSITAS RATU SAMBAN Zuraida Zuraida
Jurnal Ilmiah Psyche Vol 16 No 01 (2022): Jurnal Ilmiah Psyche
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Darma Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Students majoring in nursing are prospective nurses whose job is to serve and assist in healing patients. So that prospective nurses must have high altruism behavior and be smart in understanding what other people feel which is called emotional intelligence. This study aims to examine the relationship between emotional intelligence and altruism behavior in nursing students. The variables of emotional intelligence and altruism behavior were measured using a scale. The subjects of this study amounted to 32 students majoring in nursing at Ratu Samban University. The sampling technique in this study used a probability sampling technique. The analytical technique used in this research is quantitative analysis using Karl Pearson's product moment with SPSS Version 20 for Windows. Based on the results of the study, it is known that emotional intelligence has a positive relationship with altruism behavior in nursing students at Ratu Samban University. There is a significant correlation (r0.893 with a significance <0.05) between the variable emotional intelligence and altruism behavior in nursing students, namely 0.000 and the significance value is below/smaller than 0.05, this means that the higher emotional intelligence, the higher the altruism behavior in students. students majoring in nursing on the contrary, the lower the emotional intelligence of students majoring in nursing, the lower the altruism behavior in students majoring in nursing. In nursing students, emotional intelligence has the most moderate level category with a contribution of 44% and altruism behavior has the most moderate level category with 53% contribution.
Persepsi Terhadap Organisasi Ditinjau Dari Minat Berorganisasi Mahasiswa Jurusan Keperawatan Universitas Ratu Samban Zuraida Zuraida
Jurnal Ilmiah Psyche Vol 17 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Psyche
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Darma Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/jpsyche.v17i1.2513

Abstract

Nursing students at Ratu Samban University have low interest in joining organizations on campus. It is assumed that students have a negative perception of the organization. This study aims to examine the relationship between perceptions of organization and organizational interest in students majoring in nursing at Ratu Samban University. The variables of perception and interest in organizing are measured using a scale. The subjects of this study were 50 students majoring in nursing at Ratu Samban University. The sampling technique in this study used a probability sampling technique. The analysis technique used in this research is quantitative analysis using the product moment of Karl Pearson with the SPSS Version 20 for Windows program. Based on the results of the study, it is known that perceptions of organization have a positive relationship with organizational interest in students majoring in nursing at Ratu Samban University. There is a significant correlation (r.0.865 with significance <0.05) between the variable perceptions of organization and interest in organizing among students majoring in nursing, namely 0.000 and the significance value is below/smaller than 0.05, this means that there is a relationship between perceptions of organization and interest in organizing to students majoring in nursing at Ratu Samban University. The more positive the perception of the organization, the higher the interest in organizing and conversely the more negative the perception of the organization, the lower the student's interest in organizing. For students majoring in nursing, perceptions of organization have the most negative perceptions with a contribution of 46% and interest in organizing has the most low-level categories with a contribution of 56%.
Penerapan Senam Lansia dalam Upaya Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental Lansia di Puskesmas Perumnas Arga Makmur Zuraida Zuraida; Yunita Ery Susanty; Silvalia Rahma Pratiwi; Silvia Pratiwi; Lusi Agustina; Fretty Eliani; Ine Sintia
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bina Darma Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma
Publisher : DRPM-UBD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/1kjp8767

Abstract

Fase usia senja adalah periode rentan terhadap degradasi kapasitas fisik maupun stabilitas mental. Sebagai upaya preventif untuk memitigasi risiko tersebut, partisipasi dalam aktivitas senam lansia menjadi instrumen krusial dalam memelihara kesejahteraan holistik. Riset pengabdian masyarakat ini diselenggarakan di Puskesmas Perumnas Argamakmur dengan orientasi utama untuk memvalidasi efektivitas senam lansia dalam mengeskalasi kesehatan fisik serta stabilitas psikologis, sehingga para peserta memiliki motivasi internal untuk mengikuti program tersebut secara kontinu. Metodologi yang diadopsi dalam kajian ini melibatkan pemeriksaan fisik komprehensif, yakni pengukuran tekanan darah secara pre-test dan post-test menggunakan instrumen tensimeter. Selain itu, evaluasi terhadap aspek kesehatan mental dilakukan melalui instrumen kuesioner terstruktur serta teknik wawancara mendalam kepada para partisipan. Subjek yang dilibatkan dalam investigasi ilmiah ini adalah kelompok lanjut usia dengan durasi keikutsertaan aktif minimal selama satu tahun. Temuan dari studi tersebut mengonfirmasi senam lansia memberikan kontribusi positif yang signifikan terhadap parameter fisik khususnya peningkatan kebugaran dan ekuilibrium tekanan darah sekaligus memperkuat resiliensi kesehatan mental pada kelompok lanjut usia.
Pengaruh Senam Lansia Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia Penderita Hipertensi di Pusksesmas Perumnas Yunita Ery Susanty; Zuraida Zuraida; Silvalia Rahma Pratiwi; Shinta Puji Lestari; Vevbi Apriani; Yiyin Widia Sari
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v4i2.1790

Abstract

Baik di negara industri maupun negara berkembang, penyakit kardiovaskular merupakan ancaman signifikan bagi kesehatan masyarakat. Secara global, hipertensi menduduki peringkat sebagai penyebab kematian utama setiap tahunnya. Di seluruh dunia, hipertensi memengaruhi sekitar 1,28 miliar individu berusia 30-79 tahun, menurut Organisasi Kesehatan Dunia. Kementerian Kesehatan Indonesia melaporkan bahwa 30,8% penduduk menderita hipertensi pada tahun 2023. Dengan tren yang mengkhawatirkan di semua kelompok usia, prevalensi hipertensi di Indonesia terus berada di sekitar sepertiga populasi dewasa pada tahun 2025. Sementara itu, hipertensi termasuk dalam sepuluh penyakit teratas di Kabupaten Bengkulu Utara. Menurunkan tekanan darah tanpa menggunakan obat-obatan dan potensi efek sampingnya dimungkinkan melalui pengobatan non-farmakologis. Senam untuk lansia adalah salah satu jenis pengobatan non-farmakologis tersebut. Sebagai jenis latihan fisik, senam lansia terdiri dari serangkaian gerakan terkoordinasi yang dirancang untuk menjaga tubuh tetap bergerak dan kuat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana senam untuk lansia memengaruhi tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Secara spesifik, pendekatan kuasi-eksperimental pretest-posttest satu kelompok digunakan dalam penelitian ini. Pendekatan pengambilan sampel yang digunakan sangat teliti. Sebanyak 21 orang berpartisipasi dalam penelitian ini. Temuan menunjukkan bahwa lansia yang melakukan senam lansia menurunkan tekanan darah sistolik mereka dari rata-rata 141 mmHg sebelum aktivitas menjadi 125 mmHg setelahnya, menunjukkan bahwa senam lansia membantu mengatur tekanan darah. Tekanan darah diastolik turun dari rata-rata 91 mm Hg sebelum olahraga menjadi 79 mm Hg setelahnya. Lansia dengan hipertensi mungkin mendapat manfaat dari senam dalam menurunkan tekanan darah, seperti yang ditunjukkan oleh nilai p 0,000 (nilai p <0,005).
Kesejahteraan Psikologi Orang Tua dari Dukungan Sosial Keluarga yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Negeri 01 Bengkulu Utara Zuraida Zuraida; Nuspita Nuspita; Dedi Saputra
Jurnal Ilmiah Psyche Vol. 20 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Psyche
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Darma Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/9b7r6k79

Abstract

Abstract: Parents' mental health is highly vulnerable due to the impact of having a child with special needs. After initially rejecting their child's presence, they eventually have to accept the fact that their child is different from other normal children. The mental health of parents with children with special needs is influenced by family social support. The purpose of this study was to determine the psychological well-being of parents from the social support of families who have children with special needs at SLB Negeri 01 Bengkulu Utara. A scale was used to measure the variables of psychological well-being and family social support. This study involved 32 participants. The research analysis used quantitative analysis of Karl Pearson's product moment in SPSS Version 20 Windows. The results of the study showed a substantial relationship (r.0.859 with a significance level <0.05) between psychological well-being and family social support in parents with children with special needs with a significance value below or lower than 0.05. The mental health of parents with children with special needs improves when they have strong social support from within the family. Parents' psychological well-being was in the high category (63%), and family social support was in the high category (72%).