Pujiarto Pujiarto
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Asuhan Keperawatan Pasien PPOK Menggunakan Posisi Condong ke Depan dan Latihan Pursed Lip Breathing untuk Meningkatkan Saturasi Oksigen: Nursing Care for COPD Patients Using a Forward Leaning Position and Pursed Lip Breathing Training to Improve Oxygen Saturation Regita Putri Cahyani; Pujiarto Pujiarto; Nandita Wana Putri
Madago Nursing Journal Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.423 KB) | DOI: 10.33860/mnj.v1i2.277

Abstract

Pendahuluan: Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) adalah penyakit yang ditandai dengan hambatan aliran udara di saluran nafas (paru-paru) yang tidak sepenuhnya reversibel. Orang dengan PPOK akan mengalami kelemahan otot inspirasi dan disfungsi otot yang berkontribusi terhadap terjadinya sesak nafas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengidentifikasi keefektifan posisi condong ke depan (CKD) dan latihan pernafasan pursed lip breathing (PLB) terhadap peningkatan saturasi oksigen pasien PPOK yang dirawat di wilayah kerja Puskesmas Gedong Air Bandar Lampung. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan penelitian terapan (Applied Research).Subyek penelitian yang diambil 2 orang yang sesuai dengan kriteria inklusi.Intervensi penelitian ini menggunakan pulse oxymeter, SOP latihan pursed lip breathing dan SOP latihan posisi condong kedepan. Penelitian ini menunjukkan bahwa setelah diberikan intervensi penerapan posisi condong ke depan dan latihan pursed lip breathing selama 3 hari berturut-turut pada responden pertama Tn.A terdapat peningkatan saturasi oksigen yaitu dari 95% menjadi 98% dan pada responden kedua Tn.K juga terjadi peningkatan saturasi oksigen yaitu dari 94% menjadi 98%. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini terdapat pengaruh terhadap peningkatan saturasi oksigen kedua responden setelah diberikan terapi posisi condong ke depan dan latihan pursed lip breathing. Saran: Dapat menerapkan intervensi posisi condong ke depan dan latihan pursed lip breathinguntuk meningkatkan saturasi oksigen pada pasien PPOK.
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar dan Manajemen Tersedak (Choking) Bagi Kader Kesehatan Di Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran Pujiarto Pujiarto; M Ridho; Rohana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Jajama (JPMJ) Vol 5 No 1 (2026): JPMJ Vol 5 No 1 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47218/jpmj.v5i1.539

Abstract

Henti jantung dan henti napas dan tersedak (choking) dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, sehingga membutuhkan pertolongan segera dari orang-orang terdekat sebelum bantuan medis tiba. Kader kesehatan di tingkat desa memiliki peran strategis sebagai penggerak pertama dalam kondisi kegawatdaruratan di lingkungan masyarakat, namun pengetahuan dan keterampilan mereka mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan manajemen tersedak masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan di Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran dalam melakukan BHD dan penanganan tersedak. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 13 Desember 2025 dengan metode penyuluhan, demonstrasi, dan redemonstrasi menggunakan media slide presentasi dan leaflet. Sasaran kegiatan adalah kader kesehatan desa yang berjumlah 20 orang. Evaluasi membandingkan pengetahuan peserta sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam melakukan kompresi dada, pemeriksaan kesadaran korban, serta teknik back blow, abdominal thrust, dan chest thrust untuk penanganan tersedak. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pelatihan BHD dan manajemen tersedak efektif meningkatkan kesiapsiagaan kader kesehatan desa dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan.