Bernadete Barek Koten
Program Studi Teknologi Pakan Ternak Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Diversity of VarioUS ACCESSES OF ARBILA (Phaseolus lunatus L.) AS FOOD AND FEED IN WEST AMARASI SUB-DISTRICT, KUPANG REGENCY BASED ON SEED MORPHOLOgy Bernadete Barek Koten; Oktovianus Funay; Redempta Wea
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 11 No 2 (2022): Pastura Vol. 11 No. 2 Tahun 2022
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2022.v11.i02.p11

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi keragaman berbagai aksesi arbila (Phaseolus lunatus L.) sebagai pangan dan pakan di Kecamatan Amarasi Barat Kabupaten Kupang, telah dilaksanakan di Kecamatan Amarasi Barat selama 5 bulan, melalui survey dan pengamatan terhadap karakter biji. Bahan dan alat yang digunakan adalah biji arbila (Phaseolus lunatus L.), timbangan digital, dan jangka sorong. Variabel yang diukur adalah jumlah aksesi, pola warna, berat kering 100 biji, panjang, lebar dan diameter biji. Data dianalisa secara deskriptif dan didokumentasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 30 aksesi arbila yang ditemukan di Kecamatan Amarasi Barat dengan pola warna tunggal dan 2 warna, dengan berat kering biji berkisar 20,45 - 129,79 g/100 biji, panjang biji berkisar 1,01 - 2,29 cm, lebar biji berkisar 0,79 - 1,72 cm, diameter biji berkisar 0,43 - 0,93 cm. Terdapat 1 aksesi (3,33%) dengan biji yang terkategori berat, 3 aksesi (10%) dengan berat biji berkategori sedang, dan 26 aksesi (86,67%) dengan berat biji berkategori ringan. 7 aksesi (23,33%) tergolong panjang dan lebar, 23 aksesi dengan panjang dan lebar tergolong sedang dan 14 aksesi (46,66%) berdiameter tebal, dan 16 aksesi (53,33%) berdiameter sedang. Disimpulkan bahwa di Kecamatan Amarasi Barat Kabupaten Kupang ditemukan 30 aksesi arbila yang dideskripsikan berdasarkan morfologi biji, yang digunakan sebagai pangan dan pakan. Kata kunci: aksesi, Amarasi Barat, arbila (Phaseolus lunatus L.), keragaman biji, pangan dan pakan
Forage Mineral Content of Accesses of Arbila (Phaseolus lunatus L.) from Heavy-Seeds as Feed in Kupang District Bernadete Barek Koten; Yejida Soleman Balan; Redempta Wea; Storming Vertigo; Twen Dami Dato; I G. A. Y. Lestari; Allan Prima Titong
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 12 No 2 (2023): Pastura Vol. 12 No. 2 Tahun 2023
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2023.v12.i02.p11

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi kandungan mineral hijauan berbagai aksesi Arbila (Phaseolus lunatus L.) dari biji berkategori berat sebagai pakan dari Kabupaten Kupang dilaksanakan selama 5 bulan (Mei – September 2022) di lahan Hijauan Pakan Politani Negeri Kupang. Benih Arbila yang digunakan sebanyak 10 aksesi. Variabel yang diamati: kadar kalsium (Ca) (%), fosfor (P) (%) dan kalium (K) (%). Data dideskriptifkan. Hasil menunjukkan bahwa hijauan Arbila yang berasal dari biji dengan berkategori berat mengandung 1,66% - 3,56% Ca, 0,37% - 0,64% P dan 1,48% - 1,91% K. Dari 10 aksesi, 20% nya dengan kadar Ca > 3% (K3 dan K5), 50% dengan kadar Ca 2,5 - 3% (K1, K4, K7, K8, dan K9), dan di bawah 2,5% terdapat 30% (K10, K11, dan K13). Hijauan dengan kadar P > 0,5% sebanyak 40% (K4, K5, K7, dan K9), dan < 0,5% sebanyak 60% (K1, K3, K8, K10, K11, dan K13). Kadar K hijauan > 1,5% sebanyak 70% (K3, K4, K5, K9, K10, K11, dan K13), dan sebanyak 30% (K1, K7 dan K8) yang mengandung K < 1,5%. Disimpulkan bahwa hijauan yang berasal dari biji Arbila berkategori berat mempunyai kadar Ca dengan kisaran 2,43% - 3,58%, kadar P 0,42% - 0,56% dan kalium 1,18% -1,83%. Hijauan Arbila dari aksesi K5 mempunyai kadar Ca dan K yang tertinggi dan K4 mempunyai kadar P tertinggi. Kata kunci: kandungan mineral hijauan, aksesi arbila (Phaseolus lunatus L.), biji berkategori berat, kalsium, fosfor
Kadar Nutrien, Mineral dan Anti Nutrien Biji Berbagai Aksesi Arbila (Phaseolus lunatus L.) Berkategori Berat dari Kabupaten Kupang sebagai Pakan Bernadete Barek Koten; Jacobus S. Oematan; Resa L. Talan; Andreas Trilalan Moruk; Redempta Wea; Noldin Abolla; Allan Prima Titong
Pastura: Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol. 14 No. 1 (2024): Pastura Vol. 14 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Himpunan Ilmuwan dan Tumbuhan Pakan Indonesia (HITPI) dan Fakultas Peternakan Universitas Udayanad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aimed to evaluate the nutrient, mineral, and antinutrient levels of seeds of various accessions ofarbila (Phaseolus lunatus L.) in the heavy category from Kupang Regency as feed. This study was conducted in Kupang Regency and the Politani Animal Nutrition and Feed Laboratory for 8 months (April - November 2023). The materials and tools were seeds from 16 arbila accessions and digital scales. The working procedures were seed collection, identification and grouping of seeds in accessions based on seed morphology, sample preparation, and analyzing nutrient, mineral and anti-nutrient levels of arbila seeds in the weight category. The variables measured were dry matter content (DM - %), crude protein content (CP - % DM), crude fiber content (CF - % DM), ether exctract (EE - % DM), and ash (%), mineral content in the form of calcium (Ca), phosphorus (P) and potassium (K), and anti-nutrients in the form of cyanide acid (ppm) and phytic acid (%) of the arbila seeds. The data were then described. The results showed that there were 16 arbila accessions with seeds in the categories of weight, nutrient content, minerals, and anti-nutrients of arbila seeds from various accessions varied and were different for each accession. The nutrient content was 86.63 - 88.48% DM content, 15.75 - 26.88% CP, 1.30 - 2.02% EE, 5.73 - 8.77% CF, 58.87 - 71.20% NFE content, and 3.73 - 5.97% ash content. The mineral content is 0.30-0.57% Ca, 0.41-0.79% P, 1.10-1.41% K. The anti-nutrient content is 125.09 – 318.51 ppm cyanide acid and 0.04-0.52% phytic acid. It was concluded that the nutritional, mineral, and anti-nutrient values of arbila seeds in the heavy category varied and were determined by the arbila accession. ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi kadar nutrien, mineral, dan anti nutrien biji berbagai aksesi arbila (Phaseolus lunatus L.) berkategori berat dari Kabupaten Kupang sebagai pakan. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kabupaten Kupang dan Laboratorium Nutrisi dan Pakan Ternak Politani selama 8 bulan (April - November 2023). Bahan dan alat yang digunakan adalah biji dari 16 aksesi arbila, dan timbangan digital. Prosedur kerjanya adalah pengumpulan biji, pengidentifikasian dan pengelompokan biji dalam aksesi berdasarkan morfologi biji, preparasi sampel, dan  menganalisis kadar nutrien, mineral dan anti nutrien dari biji arbila berkategori berat. Variabel yang diukur adalah kadar bahan kering (BK - %), kadar protein kasar (PK - % BK), kadar serat kasar (SK - % BK), kadar lemak kasar (LK - % BK), dan abu (%), kadar mineral berupa kalsium (Ca), phosphor (P) dan kalium (K), serta anti nutrien berupa asam sianida (ppm) dan asam fitat (%) dari biji arbila tersebut. Data kemudian dideskriptifkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 16 aksesi arbila dengan biji berkategori berat kadar nutrien, mineral dan anti nutrien biji arbila dari berbagai aksesi bervariasi dan berbeda untuk setiap aksesinya. Kandungan nutriennya yaitu 86,63 – 88,48%kadar BK, 15,75 – 26,88% PK, 1,30 – 2,02% LK, 5,73 – 8,77% SK, 58,87 – 71,20% kadar BETN dan 3,73 – 5,97% kadar abu. Kadar mineralnya adalah 0,30-0,57% Ca, 0,41-0,79% P, 1,10-1,41% K. Kadar anti nutriennya adalah 125,09 – 318,51 ppm asam sianida dan 0,04-0,52% asam fitat. Disimpulkan bahwa nilai nutrien, mineral dan anti nutrien dari biji arbila berkategori berat adalah beragam dan ditentukan oleh aksesi arbila.