Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Urban

Respon Wisatawan terhadap Penerapan Qanun Syariat Islam Rizky Riyandi; Bambang Pranggono
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.489 KB) | DOI: 10.29313/bcsurp.v2i1.1466

Abstract

Abstract. Aceh Province is one of the three halal tourism destinations in Indonesia. Aceh Tamiang district is already familiar with the term Islamic law. This is because Islamic law has been enforced during the kingdom until now. The application of Islamic law can be combined in the growth and improvement of various sectors, especially the tourism sector. In the tourism sector in Aceh Tamiang, especially in the Bandar Pusaka sub-district tourism in tourism development based on Qanun Number 8 of 2013 concerning Tourism, where tourism activities must apply Islamic sharia values. However, with the current conditions there are still many violations committed by tourists and the lack of firm action from the manager against violations of Islamic law. If it continues, it will fade the application of Islamic law in Tourism, Bandar Pusaka District. This research uses a quantitative approach, with a quantitative descriptive type of research. While the analysis technique used descriptive statistics. Descriptive statistical analysis to analyze data by describing or describing data that has been collected regarding tourist responses and steps in implementing Islamic law in tourism in Bandar Pusaka District. The results of this study are strategies for implementing Islamic law based on tourist responses and steps in implementing Islamic law in tourism in Bandar Pusaka sub-district. Abstrak. Provinsi Aceh sebagai salah satu dari tiga provinsi tujuan wisata halal di Indonesia. Kabupaten Aceh Tamiang sudah tidak asing dengan istilah syariat Islam. Hal ini dikarenakan syariat Islam sudah di berlakukan pada masa kerajaan sampai dengan saat ini. Penerapan syariat Islam dapat dikombinasikan dalam pertumbahan dan peningkatan diberbagai sektor, terutama sektor pariwisata. Pada sektor pariwisata di Aceh Tamiang, khususnya di pariwisata Kecamatan Bandar Pusaka dalam pengembangan pariwisata berdasarkan Qanun Nomor 8 Tahun 2013 tentang Kepariwisataan, dimana dalam kegiatan pariwisata harus menerapkan nilai-nilai syariat Islam. Akan tetapi dengan kondisi saat ini masih banyaknya pelanggaran yang dilakukan wisatawan dan kurangnya dtindakan tegas dari pengelola terhadap pelanggaran syariat Islam. Apabila terus dibiarkan maka akan memudarnya penerapan syariat Islam di Pariwisata Kecamatan Bandar Pusaka. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian dekriptif kuantitatif. Sedangkan teknik analisis menggunakan statistik deskriptif. Analisis statistik deskriptif untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau mengambarkan data yang telah dikumpul mengenai respon wisatawan dan langkah langkah dalam penerapan syariat Islam dipariwisata Kecamatan Bandar Pusaka. Hasil dari penelian ini berupa strategi dalam penerapan syariat Islam berdasarkan respon wisatawan dan langkah langkah dalam penerapan syariat islam di pariwisata kecamatan Bandar Pusaka
Identifikasi Keberlanjutan Lingkungan pada Permukiman Hana Diaz Amirah; Yulia Asyiawati; Bambang Pranggono
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i2.8259

Abstract

Abstract.One of the basic needs of every human being is a place to live. Providing safe and sustainable settlements is a challenge, especially in urban areas because limited land is not proportional to the high population. One of the large-scale housing developments in Bandung City is in Antapani District. The development are grow rapidly. This makes Antapani currently a high-density area, namely 21,262 people/km2. Over time, various new developments were carried out resulting in significant changes to the settlement area, including the lack of green open space. Apart from that, there is a problem in one of the RW, when it downpour there will be puddles. Therefore, research is needed to identify the level of environmental sustainability in RW 03 Antapani Kidul. This study used scoring analysis and qualitative descriptive technique method with a mixed approach. Based on the analysis, it is known that there are still several variables that aren’t sustainable. The variables that have achieved sustainability are Water Access, Sanitation Access, Habitability, Public Transportation, and Air Quality. As for the unsustainable variables, namely Waste Management, Proportion of Open Space, Disaster, and Use of Eco-friendly Energy. Abstrak. Salah satu kebutuhan dasar setiap manusia ialah tempat tinggal. Mewujudkan permukiman yang aman dan berkelanjutan khususnya di kawasan perkotaan menjadi tantangan tersendiri, mengingat keterbatasan lahan kerap kali tidak sebanding dengan jumlah penduduk yang tinggi. Salah satu pembangunan perumahan skala besar yang terdapat di Kota Bandung berada di Kecamatan Antapani. Pembangunan perumahan tersebut berkembang pesat sehingga menjadikan Antapani saat ini termasuk wilayah dengan kepadatan tinggi, yakni sebesar 21.262 jiwa/km2. Seiring berjalannya waktu, berbagai pembangunan baru dilakukan sehingga mengakibatkan terjadinya perubahan yang signifikan terhadap wilayah permukiman tersebut, diantaranya minimnya ruang terbuka hijau. Selain itu muncul permasalahan di salah satu RW berupa timbulnya genangan air cukup tinggi bila hujan deras. Oleh karena itu, diperlukan adanya penelitian untuk mengidentifikasi tingkat keberlanjutan lingkungan di RW 03 Antapani Kidul. Peneliti menggunakan metode teknik analisis skoring dan deskriptif kualitatif dengan pendekatan campuran. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa masih terdapat beberapa variabel yang belum berkelanjutan. Variabel yang telah tercapai keberlanjutannya, yakni Akses Air, Akses Sanitasi, Kelayakan Hunian, Transportasi Publik, dan Kualitas Udara. Adapun variabel yang tidak berkelanjutan, yaitu Pengelolaan Sampah, Proporsi Ruang Terbuka, Kebencanaan, dan Penggunaan Energi Ramah Lingkungan.
Strategi Pemulihan Objek Wisata Lalassa Kabupaten Pandeglang Deni Rachman Hakim; Astri Mutia Ekasari; Bambang Pranggono
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 6 No. 1 (2026): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v6i1.23233

Abstract

Abstract. Lalassa is a tourist attraction as well as the main activity center of the Tanjung Lesung Special Economic Zone (KEK). This destination has consistently attracted large numbers of visitors and has even received several awards from the Anugerah Pesona Pariwisata (APP) in Pandeglang Regency. However, the 2018 Sunda Strait tsunami greatly affected the surrounding coastal areas, including the Lalassa tourist attraction within the Tanjung Lesung area. This was further compounded by the COVID-19 pandemic, which restricted population mobility and consequently led to a decline in tourist numbers. Current field observations indicate that tourism activity at the site appears quiet, with almost no visitors at certain times. Therefore, the purpose of this research is to formulate a marketing strategy for the Lalassa tourist attraction, with the expectation that this strategy can restore or increase visitor numbers. The research approach used is qualitative with a descriptive research design, while the analytical methods applied include segmentation analysis, targeting analysis, and the 4E marketing mix analysis. The findings of the study reveal several marketing strategies, namely: omni-channel marketing (offline + online), Word of Mouth and reputation strategy, Community-Based Tourism strategy, Green Marketing strategy, collaboration and partnership strategy, Branding and Positioning strategy, Smart Tourism experience strategy, marketing through accessibility and infrastructure, and promotional marketing. Abstrak. Lalassa merupakan suatu obyek wisata sekaligus pusat aktivitas dari KEK Tanjung Lesung. Obyek wisata ini selalu ramai pengunjung hingga mendapatkan beberapa penghargaan dari ajang Anugerah Pesona Pariwisata (APP) di Kabupaten Pandeglang. Namun adanya fenomena tahun 2018 yaitu terjadinya bencana tsunami Selat Sunda yang berdampak pada sekitar pesisir pantai, termasuk didalamnya obyek wisata Lalassa dari Kawasan Tanjung Lesung, Ditambah dengan adanya fenomena covid-19 yang membatasi mobilitas penduduk, sehingga hal ini berdampak pada penurunan jumlah wisatawan, hingga saat ini berdasarkan observasi lapangan menunjukkan bahwa aktivitas wisata di lokasi tersebut tampak sepi bahkan nyaris tidak terdapat pengunjung pada waktu-waktu tertentu. Maka tujuan dari penelitian ini adalah tersusunnya suatu strategi pemasaran pada obyek wisata Lalassa, harapannya strategi ini dapat memulihkan atau meningkatkan jumlah kunjungan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, sedangkan metode analisis menggunakan analisis segmentasi, analisis targeting dan analisis bauran 4E. Dari hasil kajian terdapat beberapa strategi pemasaran yaitu strategi pemasaran omni channel (offline + online), strategi Word of Mouth dan reputasi, strategi Community Based Tourism, strategi Green Marketing, strategi kolaborasi serta kemitraan, strategi Branding dan Positioning, strategi pengalaman Smart Tourism, strategi pemasaran melalui aksesibilitas dan infrastruktur, dan strategi pemasaran melalui promosi.