Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Discussing the Dialectics of Science on Islamic Education Imam Muhayat
Al-Hayat: Journal of Islamic Education Vol 4 No 1 (2020): Al-Hayat: Journal of Islamic Education
Publisher : Al-Hayat Al-Istiqomah Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35723/ajie.v4i1.95

Abstract

Judul di atas membahas tentang pemetakan ilmu sebagai jalan menuju kebenaran dan relasinya dengan pendidikan Islam. Domain utama dalam standar nasional pendidikan terletak pada pendidik dan kependidikan. Hal ini dapat dipahami karena kedua standar tersebut menyangkut bidang tugas dan tanggung jawab yang tak tergantikan oleh yang lain untuk memenuhi fungsinya. Sehingga produk pendidikan Islam berjalan pada rel keandalannya. Kualifikasi keandalan pendidikan Islam yang dimaksud adalah suksesnya institusi pendidikan Islam dapat berproses dengan baik mengelaborasi Islamisasi sains dan spiritualisasi human being. Di sana telah terdapat jalan panjang terbentang sedemikian rupa dan kokoh serta dapat diterima masyarakatnya. Misalnya pesantren yang sudah ada jauh hari sebelum kemerdekaan. Semua itu tidak lain dapat menjadi titik tolak penguatan sendi-sendi berbangsa dan bernegara, karena hakikat titik kulminasi pendidikan Islam adalah terbentuknya masyarakat madani. Dimana yang sedemikian itu telah menjadi branding pendidikan yang sudah tua itu, bervisi islamic society yang sejalan dengan konsep Islam rahmatan lilalamin.
Birokrasi dan Sustainable Development (Muslim Terdampak Banjir di Kabupaten Badung – Bali) Imam Muhayat
Tifani : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Tifani : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir Bandang pada awal September 2025 di Badung bukan disebabkan malfungsi alih lahan perlu pencermatan. Selain peristiwa tersebut belum pernah terjadi pada waktu sebelumnya. Berawal dari curah hujan selama dua hari tanpa henti menyebabkan terjadinya banjir bandang. Titik banjir di Kabupaten Badung berada di Kecamatan Kuta, Kecamatan Kuta Utara, Kecamatan Mengwi dan Abiansemal terdampak parah banjir bandang dengan jumlah 86 keluarga (dalam hal ini di lingkungan umat muslim, termasuk di dalamnya umat Hindu) yang berdomilisi di Kabupaten Badung. Jalan keluar yang bisa dilakukan menurut Francis dan Stone masyarakat membangun “blok peduli” untuk keluar dari korban terdampak. Bersama pemerintah, birokrasi, warga muslim di Kabupaten Badung yang tergabung kelembagaan dan organisasi Islam, seperti STAI Denpasar, masjid, musola, MUI, Basnas, DMI, NU, Muhammadiyah, dan lainnya mengambil peran langsung dalam bentuk mitigasi dan sustainable development sesuai kapasitas. Tujuan kegiatan membantu pemerintah dalam meringankan beban bagi terdampak banjir bandang dengan klasifikasi korban berat, sedang, dan ringan yang dialami oleh umat muslim, umat Hindu di sekitar masjid-musola, di Kabupaten Badung. Tindakan cepat dengan pola mitigasi tersebut untuk mengurangi keparahan, keseriusan, atau penderitaan dari suatu kejadian atau bahaya yang terjadi. Adapun konsep sustainable development berfokus pada pengelolaan sumber daya secara bijaksana agar, pola pembangunan, perbaikan dapat berlangsung dalam jangka panjang dan memberikan manfaat bagi semua orang dari waktu ke waktu.