Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Prabha Vidya

Kepemimpinan Tradisional Desa Adat Tigawasa Dewa Nyoman Sucita
Prabha Vidya Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Prabha Vidya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui sistem kepemimpinan tradisional/kepemimpinan adat desa Tigawasa, Kabupaten Buleleng, yang masih dipertahankan sampai saat ini. Dalam merampungkan penelitian ini digunakan beberapa metode. Dalam menentukan informan digunakan teknik snowball sampling; untuk mendapatkan data digunakan metode wawancara dan pencatatan dokumen.dan untuk mengnalisis data digunakan metode deskritif kualitatif. Berdasarkan analisis data, maka hasil penelitian yang didapat sebagai berikut: 1). Tatacara pemilihan prajuru adat desa Tigawasa menggunakan sistem Maulu Apad atau sistem ririgan; 2). Struktur pengurus Prajuru adat Tigawasa, terdiri dari 5 jenjang, yaitu Kebahan (Kebahan Duuran dan Kebahan Tebenan), Pasek (Pasekan Duuran dan Pasek Tebenan), Takin (Takin Duuran dan Takin Tebenan), Pemurakan (Pemurakan Duuran dan Pemurakan Tebenan dan yang terakhir Kelihan Adat; 3), Hak dan kewajiban prajuru adat antara lain: menjalankan hasil keputusan rapat desa, mengatur warga desa agar berperilaku sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku, mengkoordinir setiap pelaksanaan upacara di tingkat desa, menjadi saksi dalam upacara perkawinan, menjadi juru bicara bagi warga yang memerlukan informasi tentang desa Tigawasa, mengambil keputusan dalam setiap paruman desa, mengelola hak milik desa Adat Tigawasa dan membersihkan sekaligus menghias bangunan-bangunan Kahyangan desa dalam setiap diadakan upacara/pujawali.
Pasraman Non-formal Semara Ratih Dalam Penanaman Nilai Sosial Budaya Komunikasi Keagamaan Hindu Desa Tukadmungga Kadek Widiada; I Wayan Gara; Dewa Nyoman Sucita
Prabha Vidya Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Prabha Vidya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan arus teknologi memiliki dampak negatif terhadap perkembangan karakter masyarakat khususnya anak-anak dan remaja. Untuk itu diperlukan adanya suatu lembaga pendidikan Hindu yang memberikan pembinaan karakter sosial budaya masyarakat Hindu sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah berdiri, materi pelajaran yang diajarkan, dan metode pembelajaran yang diterapkan di Pasraman non-formal Semara Ratih dalam kaitannya dengan penanaman nilai sosial budaya komunikasi keagamaan Hindu pada masyarakat sekitar desa. Penelitian ini dilakukan di Pasraman non-formal Semara Ratih di Desa Tukadmungga dan yang menjadi subyek penelitian adalah peserta didik pasraman. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil sebagai berikut. 1) Sejarah menunjukkan bahwa pasraman ini merupakan sebuah lembaga pendidikan non-formal yang didirikan sebagai proses pembelajaran lanjutan dari sekolah formal. 2) Materi pelajaran yang diajarkan adalah materi keagamaan Hindu yang mengacu pada konsep Tri Kerangka Dasar Agama Hindu. 3) Metode pembelajaran yang diterapkan disesuaikan dengan jenis pelajaran yang diajarkan. Dalam ketiga aspek hasil analisis data tersebut, ditemukan adanya proses komunikasi sosial budaya keagamaan Hindu baik secara verbal maupun non-verbal yang merupakan terapan dari teori Harold Lasswell.