Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

KAJIAN AGRONOMIS JAGUNG DAN KACANG HIJAU SEBAGAI TANAMAN PENYELA PADA PERTANAMAN DAMAR MUDA (Agathis sp) DI LAHAN HUTAN PRODUKSI AGRONOMIC STUDY ON CORN AND MANGBEAN AS INTER CROP OF YOUNG RESIN IN FOREST PRODUCTION AREA , Supartoto; Widyasunu, Purwandaru; Setyaningsih, Endang
Pembangunan Pedesaan Vol 2, No 3 (2002)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mencari system tanam, pemupukan dan kombinasi terbaik antara pola tanam dan pemupukan untuk menghasilkan pertumbuhan, kandungan, N , P dan K dalam daun jagung dan daun kacang hijau tertinggi dan hasil terbaik pada system agroforestry. Rancangan yang digunakan adalah Split Plot Design, sebagai petak utama adalah sistem tanam yaitu monokultur jagung, monokultur kacang hijau dan tumpangsari jagung dengan kacang hijau dan sebagai anak petak adalah pemupukan, yaitu tanpa pemupukanp, upuk kandang5 tor/ha, pupuk kandang1 0 ton/ha dan pupuk NPK buatan dengan dosis 200:100:100. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tanaman jagung, sistemt anam tumpangsari cenderung meningkatkan hasil panen 43.1 persen dibandingkan monokultur. Pemberian pupuk kandang 10 ton/ha cenderung meningkatkan penumbuhan dan hasil. Tumpangsari dengan pemberian pupuk kandang mampu meningkatkan pertumbuhan kandungan N dalam daun dan hasil. Kandungan P dan K tertinggi dalam daun jagung diperoleh pada kombinasi perlakuan pupuk kandang l0 ton/ha dengan monokultur. Pada tanaman kacang hijau, perlakuan monokultur memberikan hasil lebih tinggi disbanding tumpangsari Pemberian pupuk baik organik maupuni norganik belum mampu menaikkan pertumbuhan dan hasil kacang hijau. Pada penanamanm onokultur, pemberian pupuk andang mampu menaikkan pertumbuhan dan kandungan hara namun belum mampu meningkatkan hasil kacang hijau.
EKSPLORASI POTENSI Azolla microphylla dan Lemna Polyrhizza SEBAGAI PRODUSEN BIOMAS BAHAN PUPUK HIJAU, PAKAN ITIK DAN IKAN , Supartoto; Widyasunu, Purwandaru; , Rusdiyanto; Santoso, Marhaendro
Prosiding Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Prosiding

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengetahui potensi produksi biomas azolla microphylla sebagai pupuk hijau, pertumbuhan itik yang diberi tambahan pakan azolla, serta pertumbuhan nila merah yang diberi substitusi pakan azolla dan lemna. Penelitian dilakukan pada kolam terpal ukuran 1m x 1m untuk produksi Azolla dan kolam terpal ukuran 2m x 1m untuk budidaya ikan, serta itik di kandang dengan ukuran 80cm x 80cm x 60cm diisi 3 ekor itik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Azolla sangat potensial dikembangkan sebagai sumber pupuk atau pakan karena pertumbuhannya sangat cepat, dari inokulasi 1 ton/ha dalam waktu 24 hari mampu berproduksi antara 11,48 -21,68 t/ha kering tiris, tergantung kesuburan media kolam. Pertumbuhan itik tidak terganggu bahkan cenderung meningkat ketika azolla segar ditambahkan dari 5% ke 10% standar energi. Substitusi pellet (24% protein) ikan nila merah dengan azolla dan lemna hingga 30% tidak mempengaruhi pertumbuhan ikan nila (6,5 g) yang dipelihara hingga 60 hari.
PENGOPTIMUMAN SISTEM TOT MELALUI PENGGUNAAN BEBERAPA HERBISIDA DAN PUPUK HAYATI UNTUK MENDAPATKAN TEKNOLOGI PRODUKSI PADI SAWAH YANG EFISIEN(OPTIMIZING NO-TILLED SYSTEM THROUGH UTILIZATION OF HERBICIDES AND BIOLOGICAL FERTILIZER TO OBTAIN AN EFFICIENT TECHNOLOGY OF LOWLAND RICE PRODUCTION) , Supartoto; , Utomo; Muningsih, Retno
Pembangunan Pedesaan Vol 1, No 3 (2001)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk l). rnengetahui jenis herbisida yang paling efektif mengendalikan regenerasi gulma dan budidaya padi sawah dengan system tanpa olah tanah (TOT), 2) mempengengaruhi pengaruh pupuk hayati dalam mempercepat penyediaan unsure hara bagi tanaman yang akan pantau melalui penharuhnya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi yang ditanam dengan system TOT dan 3) mengetahui interaksi antara kedua perlakuan yang dicobakan. Penelitian menujukan bahwa jenis herbisida mempengaruhi persentase benih berkecambah, tinggi tanamman umur 4, 8, dan 10 minggu tetapi tidak mempengaruhi tinggi tanaman pada usia 12 minggu dan jumlah anakan total umur 12 minggu. Pada komponen hasil jenis herbisida hanya berpengaruh pada jenis gabah per rumpun dan tidak berpengaruh pada komponen hasil lain, seperti jumlah anakan produktif , panjang malai , jumlah bulir padi per malai, bobot 1000 butir, bobot gabah per rumpun, dan bobot gabah per petak efektif. Herbisida glifosat dan glifosat + Triazin, menghasilkan bobot gabah per rumpun tertinggi( 0.77g dan 0.88g) sehingga dalam penelitian ini paling efektif digunakan dalam system padi sawah tanam benih langsung tanpa olah tanah. Herbisid oxadiason baik sendiri maupun dalam kombinasi dengan Triazin, berpengaruh negative baik terhadap pertumbuhan maupun hasil tanam padi sawah. Pupul hayati tidak berpengaruh pada semua variable yang diamati baik komponen pertumbuhan maupun komponen hasil. Interaksi antara jenis herbisida dengan pupuk hayati hanya ditemukan dengan bobot 1000 gabah. Kombinsi perlakuan yang menghasilkan gabah kering perhektar tertinggi adalah Glifosat + Triazin + M-Bio dengan hasil (equivalen) 4,2 t/ha gabah kering giling.
UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI KEDELAI MELALUI SOSIALISASI SISTEM TANAM KEDELAI SECARA MULTIVARIETAS PADA SENTRA PRODUKSI KEDELAI DI KECAMATAN KALIBAGOR KABUPATBN BANYUMAS(EFFORT OF INCREASING SOYBEAN PRODACTION THROUGH SOCIALIZATION OF MULTI.VARIETIES PLANTING SYSTEM ON THECENTER OF SOYBEAN PRODUCTION AREA IN KALIBAGOR DISTRICT,BANYAMAS REGENCY) , Utomo; , Supartoto
Pembangunan Pedesaan Vol 1, No 3 (2001)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu cara untuk meningkatkan produksi kedelai dengan input rendah adalah dengans istem tanam secara multivarietas Teknologi ini masih baru, sehingga perlu disosialisasikan de ngan tujuan untuk memperkenalkan dan menjelaskan cara bercocok tanam kedelai secara tercampur untuk rnembumikan teknologi tersebut di kalangan petani. Kegiatan dilakukan dengan metode penyuluhan dan demplot. Demplot dilaksanakan oleh dua orang petani dengan luas masing-masing 0,14 ha. Panen dilakukan dengan ubinan seluas 2,5 m x 2,5 m. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa petani di desa Petir, kritis dan responsif terhadap teknologi baru. Hasil demplot juga menunjukkan bahwa sistem tanaman kedelai secara multivarietas secara konsisten marnpu meningkatkan hasil biji 100 persen lebih tinggi dibandingkan teknologi setempat Petani mampu memahami teknologi baru yang diintroduksikan an secara bulat berkeinginan untuk mengembangka tenknologi tersebut.
KAJI TERAP PEMANFAATAN A. MICROPHYLLA SEBAGAI HIJAUAN PAKAN ITIKDI KELOMPOK TERNAK ITIK KELURAHAN GANDASULI KECAMATAN BREBESKABUPATEN BREBES Supartoto; Roesdiyanto; Dalhar Shodiq
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk : (1) mendapatkan hijuan pakan alternatif yang mudah diproduksi, murah dan prospektif untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas telur itik, (2) mengkaji responpeternak terhadap pemanfaatan A. microphylla sebagai hijauan pakan itik, dan (3) mensosialisasikan teknik budidaya A. microphylla. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 8 ulangan. Perlakuan yang diuji adalah variasi pakan itik, terdiri atas 2 level, yaitu itik diberi pakan lokal dan itik diberi pakan lokal ditambah A. microphylla 100 g/itik/hari. Kajian melibatkan 8 peternak itik di kelurahan Gandasuli Brebes sebagai ulangan. Pada tiap peternak, sebanyak 25 ekor itik dipisahkan dandiberi pakan lokal dan azolla sebanyak 100 g/hari/ekor, sedangkan selebihnya tetap diberi ransum pakan lokal peternak. Data diuji dengan T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian A. microphyllapada itik petelur berpengaruh terhadap produksi telur harian (Hen Day Production, HDP) dan produksi telur total/kandang (Hen House Production, HHP), tebal kerabang, indeks telur, dan warna kuning telur(Yolk). Produksi telur itik harian (HDP) naik sebesar 45,35% dari semula yang bertelur 49,10% (tanpa Azolla) menjadi 71,35% (diberi Azolla); produksi telur kandang (HHP) naik sebesar 45,11% dari 49,04%menjadi 71,18%; tingkat warna kuning telur naik sebesar 48,1% dari skala 6,84 menjadi 10,13; dan tebal kerabang telur itik naik sebesar 11,3% dari 0,43 mm menjadi 0,48 mm. Sikap dan respon peternakterhadap teknik budidaya dan pemanfaatan A. microphylla sebagai hijauan pakan itik adalah positif. Peternak mengakui bahwa pemberian Azolla pada itik memberikan beberapa keuntungan, seperti:peningkatan produksi telur, peningkatan kualitas warna kuning telur, dan ada efisiensi pakan.
INOVASI PAKAN ALTERNATIF ITIK PETELUR MELALUI PENGEMBANGAN TANAMAN Azolla mirophylla DI KABUPATEN BREBES Supartoto; Roesdiyanto; Dalhar Shodiq
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 The purpose of these activities were to socialized cultural technique and the use of A.microphylla as green meal alternative of layer duck, to develops A. microphylla culture in one of centra duck farm in Brebes, and indentify and make innovation on the potentials of Limbangan Wetan to support the development of village innovation. Methodes used in these activities were extension, demonstration plot, and field assistance through involving student Kuliah Kerja Nyata (the real work of lecture). The result showed that: (1) Duck farmer group Berhias has succeded made 14 units azolla pond and one introduced pond nila fish, (2) The duck farmer group has also implemented the use of azolla as green meal alternative for duck layer and in duck nursery, (3) The duck farmer group responded to the use of azolla as green meal alternative both on layer duck and duck nursery was very good, those were azolla increased duck appetite, increased egg production, stabilized egg production on high level (>70%),increased egg shell quality of old duck, from light green blue to heavy green blue, and increased the health and decreased mortality of baby duck. The positive respond of duck farmer group showed by the increased of number azolla pond made by theirselves. (4) Cultural teqnique of azolla in Limbangan Wetan (the location is close to shore) needed to be modified caused by an extreem local climate and water quality, such as very hot air temperature, high salinity of water, and the exist of pest that usually attack red onion. The solution were put paranet above the pond as a shelter to reduce the pond temperature, temporaly replace the pond water to lower the water salinity, and put stiroform or aluminium foil a long the side of pond to avoid butterfly to put their eggs on the azolla leaf, (5) Student that did KKN have succeded created three food innovation products based on local potential, those were sosis itik, pergedel gulung, Bakso Bandeng and road map of the development of duck farmer group. 
MODEL PENGEMBANGAN AGRIBISNIS PERKEBUNAN MANGGA GARIFTA DI DESA BANTARWARU KECAMATAN BANTARKAWUNG KABUPATEN BREBES Supartoto; Sakhidin; Purwanto
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Tujuan penelitian ini adalah (1) mengkaji pola pengelolaan dan praktik agronomi Kebun Mangga Garifta di Desa Bantarwaru, (2) mengkaji potensi hasil dan pengelolaan agribisnis perkebunan mangga dari hulu sampai hilir, dan (3) mengetahui dan mengkaji teknologi yang tersedia untuk pengolahan hasil berbasis mangga dan potensi diversifikasi pengolahan hasil guna meningkatkan nilai ekonomi produk turunan dari manga, dan (4) menyusun peta jalan pengembangan model agribisnis perkebunan mangga di Desa Bantarwaru Kec. Bantarkawung Kab. Brebes. Pengumpulan data dilakukan dengan cara Focus Group Discussion (FGD) dengan responden seluruh anggota kelompok penanam mangga Garifta serta FGD dengan pakar pengolahan hasil pertanian dan pariwisata. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa (1) kebun mangga Garifta Bantarwaru seluas 5 Ha ditanam di lahan Desa, dan dikelola oleh kelompok masyarakat yang beranggotakan 31 orang. Pola pengelolaan ini diperkuat dengan surat perjanjian antara Pemerintah Desa dengan Kelompok Tani Mangga dan berlaku untuk 20 tahun, (2) Tingkat pemeliharaan hingga tanaman umur 3 tahun tergolong baik, yaitu dipupuk anorganik dan organik yang difasilitasi program Penanggulangan Lahan Kritis dan Sumber Daya Air Bersama Masyarakat (PLKSDA-BM), namun setelah program selesai pemeliharaan kurang optimal, (3) Kebun mangga Garifta memiliki 404 pohon, Pada tahun keempat 73 pohon mulai berbuah, dengan rata-rata jumlah buah 30-40 buah per pohon, dan bobot per buah berkisar 150g - 400g tergantung jenis mangga Garifta, dan tidak dijual, (4) Analisis usaha menunjukkan bahwa kebun mangga Garifta sangat prospektif dikembangkan, karena mulai tahun ke 5 berbuah (2023) nilai produksi per tahun hasil penjualan buah dari seluruh 404 tanaman mencapai Rp. 542.700.000,- dan pendapatan bersih Rp. 524.630.400,- terbagi atas kas desa Rp. 104.926.080,-, petani penggarap Rp. 377.733.888 dan kelompok Tani Rp. 41.970.432,-, (5) Tanaman Mangga Garifta memiliki habitus dan buah unik, sehingga potensial dikembangkan menjadi obyek wisata, (6) Mangga Garifta dapat diolah menjadi: jam, sirup mangga, sauce, dodol mangga, fruit leather, dan minuman segar