Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Evaluation of Online Learning in the Covid-19 Era Through the Office 365 Program at SMP Negeri 5 Leihitu, Central Maluku Regency Rudolf Kempa; Siti Ramla Ollong; Vando Kristi Makaruku
International Journal of Education, Information Technology, and Others Vol 5 No 1 (2022): International Journal of Education, information technology and others
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.099 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.6090334

Abstract

With the government's prohibition on face-to-face learning, schools from the elementary school to university levels are looking for alternative learning that is in accordance with the current covid pandemic conditions. Online learning is an alternative that is considered effective, where this learning utilizes internet technology in managing learning with a wider reach. By implementing online learning, we must pay more attention to the selection of application programs that are in accordance with the conditions and needs in learning. Office 365 is considered capable of accommodating learning needs during the current pandemic given the various advantages it has, but there are still weaknesses and obstacles that we need to examine so that learning can be effective and efficient even though it is carried out online and is able to improve students' academic and non-academic achievements. This study aims to evaluate online learning programs in the Covid-19 era through the Office 365 at SMP Negeri 5 Leihitu, Central Maluku. The research is a descriptive evaluation study with a qualitative approach and the CIPP evaluation model with the research subjects being the principal, vice principal for curriculum affairs, deputy principal for student affairs, and three senior teachers and 2 teachers. Data collection uses interview, observation and documentation techniques, while data analysis uses data reduction techniques, data presentation and ends with conclusion drawing or data verification. Based on the results of online learning evaluation research through Office 365 , it was found that in reality there were still facilities and infrastructure that were not yet available, the human resources for teachers and students were not adequate. However , learning can be carried out well , supported by competent operators and support from schools and parents.
Leadership Style Moderates the Effect of Work Motivation on Teacher Performance at State Junior High Schools in Masohi District Rudolf Kempa; Irawanto Irawanto; J.E. Lekatompessy
International Journal of Education, Information Technology, and Others Vol 5 No 2 (2022): International Journal of Education, information technology and others
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.6427090

Abstract

The indicators of education quality cannot be separated from the roles of school principals and teachers. As managers and leaders, the principal can organize all components to achieve the expected goals. The use of leadership styles that are appropriate to the work environment will have an impact on the performance of teachers and education personnel. Improving the quality of teacher performance cannot be separated from the urge to plan and implement learning programs properly for the benefit of students. This encouragement shows that there is work motivation that is important for teachers as an indicator of their love for their profession. This study aims to determine (1) the effect of job motivation on teacher performance at State Junior High Schools in Masohi City District and (2) principal leadership style as a variable that moderates the effect of job motivation on teacher performance. The results of the descriptive analysis show that the job motivation of teachers at State Junior High Schools in Masohi City District is in the good category with mean score are 82.88, the leadership style of the principal with mean score 94.45 and teacher performance is also in the category with mean score 127.36. The results of the simple regression analysis show that there is a positive and significant influence between job motivation on teacher performance as about 56.7% and multiple regression analysis shows that the leadership style variable of the principal moderates the influence between work motivation and teacher performance at SMP Negeri in Masohi City District as about 57, 9%.
Manajemen Pembelajaran Di Tengah Keterisolasian: Potret Nyata Tantangan Geografis, Konflik Sosial, dan Pengembangan Kompetensi Guru Di SD Negeri 13 Tual Maria Kilmas; Rudolf Kempa; Paul Arjanto
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1220

Abstract

Penyelenggaraan pendidikan di sekolah kepulauan terpencil menghadapi persoalan serius yang bersumber dari tiga arah sekaligus, yaitu guru, siswa, dan orang tua. Keterlambatan kehadiran guru akibat jarak tempuh laut dari kota ke pulau menyebabkan pembelajaran baru dimulai sekitar pukul sembilan pagi, jauh dari jadwal yang seharusnya. Rendahnya kedisiplinan siswa, minimnya kepedulian orang tua, serta keterbatasan sarana prasarana seperti ruang kelas rusak, tidak adanya laboratorium, kekurangan buku ajar, dan ketergantungan listrik pada panel surya semakin memperburuk kondisi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi manajemen pembelajaran, tantangan penyelenggaraan pendidikan, serta strategi pengembangan kompetensi guru di SD Negeri 13 Tual, Pulau Ut, Kota Tual, Provinsi Maluku. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus tunggal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap kepala sekolah dan guru, observasi lapangan, serta studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah telah melakukan berbagai upaya kreatif, antara lain penambahan jam belajar malam menggunakan televisi pintar, pembentukan kelompok kerja guru mini, serta penekanan pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung sebagai prioritas utama pembelajaran. Disimpulkan bahwa dibutuhkan kebijakan pendidikan yang adaptif dan responsif terhadap konteks lokal kepulauan, termasuk penambahan guru, penyediaan rumah dinas, perbaikan sarana prasarana, dan peningkatan akses internet guna mewujudnya pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan.
Manajemen SDM Pendidikan di Sekolah Satu Atap Kepulauan: Analisis Tantangan Geografis, Sosial Ekonomi, dan Keterbatasan Infrastruktur di SMPN SATAP 4 Tual Maria Kilmas; Rudolf Kempa; Paul Arjanto
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1221

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen sumber daya manusia pendidikan di Sekolah Menengah Pertama Satu Atap 4 Tual, sekolah yang berlokasi di Pulau Ut, wilayah kepulauan terpencil Kota Tual, Provinsi Maluku. Tiga tantangan utama yang dihadapi sekolah ini meliputi hambatan geografis berupa perjalanan laut guru dari daratan ke pulau, kondisi sosial ekonomi masyarakat yang berada di bawah standar, serta minimnya infrastruktur pendidikan yang tersedia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara mendalam terhadap kepala sekolah dan guru yang bertugas di sekolah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, perjalanan laut antara daratan dan Pulau Ut berdampak pada ketidaktepatan kehadiran guru yang mengganggu efektivitas kegiatan belajar mengajar; kedua, penurunan jumlah siswa secara konsisten dipicu oleh konflik sosial di masyarakat dan rendahnya kondisi ekonomi keluarga sehingga menyebabkan meningkatnya angka putus sekolah; ketiga, ketiadaan perpustakaan, jaringan internet yang tidak memadai, dan pasokan listrik yang tidak stabil menghambat pelaksanaan program literasi dan numerasi; serta keempat, partisipasi orang tua yang tinggi dan dukungan bantuan operasional sekolah daerah dari pemerintah menjadi kekuatan sosial penting bagi keberlangsungan sekolah. Penelitian menyimpulkan bahwa manajemen sumber daya manusia di sekolah kepulauan memerlukan kebijakan afirmatif yang kontekstual, penguatan infrastruktur dasar yang mendesak, serta program pengembangan kompetensi guru yang berkelanjutan dan disesuaikan dengan kondisi lokal.
Transformasi Manajemen Sarana Prasarana Dan Relasi Eksternal Sebagai Determinan Daya Saing FKIP Universitas Satya Wiyata Mandala Di Era Disrupsi Digital Maria Goreti Kilmas; Rudolf Kempa; Paul Arjanto
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1266

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi manajemen sarana prasarana dan relasi eksternal sebagai determinan daya saing Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Satya Wiyata Mandala di era disrupsi digital. Masalah yang melatarbelakangi penelitian ini adalah kondisi sarana prasarana yang belum optimal, sistem informasi akademik yang masih manual, serta perlunya penguatan kemitraan eksternal sebagai pilar daya saing institusi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pimpinan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang mencakup delapan tema: kondisi sarana prasarana, pengelolaan sarana prasarana, relasi eksternal, pengelolaan relasi eksternal, masalah dan kesenjangan, transformasi yang dilakukan, dampak terhadap daya saing, serta refleksi dan visi ke depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, sarana prasarana berada dalam fase transisi transformasi digital, ditandai oleh optimalisasi laboratorium teknologi informasi dan pengembangan sistem informasi manajemen akademik, namun perpustakaan dalam kondisi rusak dan sistem informasi akademik masih berjalan manual; kedua, relasi eksternal memiliki fondasi kuat dengan tiga belas sekolah mitra aktif, kemitraan strategis internasional, dukungan tujuh pemerintah kabupaten, dan alumni sebagai mitra strategis; ketiga, transformasi kedua pilar tersebut berfungsi sebagai determinan daya saing yang tercermin dari pengakuan kompetensi digital lulusan dan keterlibatan mahasiswa dalam program nasional. Hambatan struktural utama adalah keterbatasan anggaran dan ketergantungan pada yayasan. Penelitian menyimpulkan bahwa ekosistem kemitraan eksternal yang telah terbangun perlu dikonversi menjadi sumber daya yang mendukung percepatan transformasi digital sarana prasarana.