Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi Pemanfaatan Sampah Organik Menjadi Pupuk Cair Organik di Desa Binaan UMN Indiwan Seto Wahjuwibowo
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.173 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.1017

Abstract

Salah satu faktor pendukung aspek Smart Village adalah pengelolaan limbah masyarakat baik berupa sampah organik maupun anorganik. Pengelolaan sampah organik maupun anorganik merupakan suatu faktor pendukung utama. Apabila sampah ini tidak dikelola dengan baik, dapat mengakibatkan beberapa akibat yaitu: 1) Sampah bisa menyebabkan pencemaran udara karena terdapat gas-gas yang menimbulkan bau yang tidak sedap; 2) Penumpukan sampah mengakibatkan kondisi ketidaknyamanan kehidupan lingkungan sekitarnya; 3) minim oksigen terjadi karena selama proses perombakan sampah menjadi senyawa- senyawa yang diperlukan oksigen yang telah diambil dari udara sekitar tempat pembuangan sampah; 4) gas yang dihasilkan selama proses pembusukan sampah bisa membahayakan kesehatan karena bisa jadi sampah tersebut mengandung gas beracun; 5) menyebabkan terjadinya penularan penyakit melalui hewan, misalnya lalat atau serangga lain; 6) Tempat pembuangan sampah menjadi tempat yang kurang indah dipandang dan lingkungan tersebut tidak nyaman untuk ditempati. Itulah yang membuat sejumlah dosen di Universitas Multimedia Nusantara melakukan sosialisasi dan praktik mengubah sampah organic menjadi pupuk cair organic dengan teknik yang sederhana memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di desa. pemanfaatan pupuk organik untuk tanah sangat membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan permeabilitas tanah, dan mengurangi ketergantungan lahan pada pupuk anorganik. Selain itu, pupuk organik juga berperan sebagai sumber makanan bagi mikroorganisme tanah. Efek positifnya, dapat meningkatkan jumlah dan aktivitas mikroorganisme tanah sehingga tanah menjadi gembur dan mudah menyerap air
PELATIHAN DASAR MEMBATIK DAN TIE DYE KEPADA DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) KELAS II JAKARTA Fenina Adline Twince Tobing; Indiwan Seto Wahjuwibowo; Eunike Endariahna Surbakti; Marlinda Vasty Overbeek
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1266

Abstract

Kegiatan pelatihan membatik adalah salah satu wujud gerakan kembali mencintai batik yang merupakan seni tradisional asli Indonesia dan perlu untuk dilestarikan agar tidak punah. Dalam perkembangan potensi ketrampilan khusus tentunya seni kerajinan diharapkan juga megikuti kreatifitas yang tujuannya hasil karya pelatihan tidak berkesan hanya karya kreatifitas biasa atau stagnan saja, tetapi perlu melakukan pengembangan ide-ide yang fress, inovatif dan trend yang karya pelatihan bisa menjadi karya fungsional. Dalam pelatohan membati ini harapannya dapat menghasilkan karya produk unggulan sampai purna jual yang digandrungi. Pelatihan membatik ini bertujuan untuk menambah keterampilan anggota Dharma Wanita, dan diharapkan dapat mengembangkan batik menjadi ikon produk kerajinan didaerah kita. Selain itu, melalui pelatihan ini nantinya juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi kalangan perempuan dan diharapkan dapat menularkan ilmu yang didapat oleh anggota DWP LPKA Kelas II Jakarta. Diharapkan dengan adanya pelatihan Membatik dan Tie Dye ini, anggota DWP punya jiwa wirausaha dan wiraswasta membuat Membatik dan Tie Dye . Ini juga menjadi bagian kita untuk melestarikan produk batik dan pengembangannya seperti Tie Dye beserta tekniknya. Tidak masalah jika seseorang tidak memiliki latar belakang kerajianan membatik, namun tetap mampu mengikuti dan membuat Membatik dan Tie Dye yang baik dan indah. Kata Kunci : Membatik, Tie Dye, Pelatihan