Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Air Sungai Penerima Air Limbah Penambangan Minyak Bumi secara Tradisional pada Sumur Tua di Desa Wonocolo Kabupaten Bojonegoro: Indonesia Yusran Hedar
Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37525/mz/2021-2/279

Abstract

Sumur tua minyak bumi yang ada di Indonesia mencapai 13.824 sumur dan 745 sumur masih aktif. Di beberapa tempat sumur tua ini di eksploitasi dengan cara tradisional salah satunya lapangan minyak di desa Wonocolo. Penambangan minyak yang dilakukan masyarakat masih menggunakan peralatan sederhana. Penambangan tradisional minyak bumi selain memberi dampak positif dalam peningkatan produksi minyak bumi nasional dan pendapatan masyarakat, tetapi juga memiliki dampak negatif yang ditimbulkan yakni pencemaran lingkungan. Limbah utama yang dihasilkan dari kegiatan penambangan minyak adalah air terproduksi, terutama pada sumur tua yang memiliki water cut diatas 90%. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas air sungai penerima air limbah kegiatan penambangan tradisional minyak bumi di Desa Wonocolo berdasaran PP Nomor 82 Tahun 2001 dengan fokus pembahasan parameter DO, COD, BOD dan minyak dan lemak. Hasil penelitian menunjukkan kualitas air sungai pada daerah hulu kondisinya masih baik, sedangkan pada daerah hilir beberapa parameter nilainya diatas baku mutu air kelas II.
ANALISIS PENGARUH PEMOTONGAN TRAYEK TITIK DIDIH MINYAK SOLAR TERHADAP NILAI CALCULATED CETANE INDEX (CCI) Yusran Hedar
Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37525/mz/2022-2/402

Abstract

The ignition quality of diesel fuel in diesel engines is expressed by the cetane number. In this study, the cetane number was determined using an empirical correlation between density and distillation temperature using the Calculated Cetane Index (CCI) ASTM D 4737 standard. Cutting the boiling point of refinery diesel is carried out to determine its effect on the Calculated Cetane Index (CCI) value. Cutting the boiling point route is done by cutting distillation into 3 variations. The Calculated Cetane Index is measured by calculating the density data of ASTM D 4052 and ASTM D 86 distillation. Solar Feed, which initially had a CCI value of 46, was cut by its heavy fraction in stages to variation 2, the value decreased to 41.6. In variation 3, the light fraction was cut in stages, the result showed that the CCI value increased to 55.2. The results of the Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) characterization showed the presence of C-H stretching and C-H bending functional groups at wave numbers 2900 cm-1 and 1456 cm-1 The higher the hexadecane composition, the higher the CCI value. The results of the analysis using the Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) instrument proved that Solar 3.4 has the highest hexadecane composition of 10.19%. Solar Feed has a hexadecane composition of 6.45% while Solar 2.4 has the lowest hexadecane composition of 4.56%. Keywords: Diesel Fuel, Cetane Number, Calculated Cetane Index, Distillation