Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Usaha Dawet Siwalan (DILAN) Di Desa Hendrosari, Menganti, Gresik, Sebagai Upaya Menghidupkan Glokalisasi Di Masa Pandemi_Lutfia NH Lutfia Nurul Hidayati; Dwi Hardiningtiyas; Indriastuti Indriastuti
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.646 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1349

Abstract

Dawet berasal dari Jepara Jawa Tengah, namun sudah dikenal luas di berbagai wilayah di Indonesia karena rasanya yang unik. Minuman terenak versi CNN pada tahun 2018 mengalami inovasi pada pengolahannya. Es dawet yang ada di Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti, Gresik, dipadukan dengan buah siwalan, sehingga menjadi Es Dawet Siwalan (DILAN). Penjualan DILAN dikelola di sentra penjualan siwalan dan wisata edukasi Hendrosari menjadi sorotan. Kualitas rasa yang diciptakan dan penyesuaian antara lokalitas dengan globalisasi, menjadi kajian yang menarik. Hal ini disebabkan semakin maraknya penjualan minuman cita rasa luar negeri. Dalam menghadapi globalisasi pelaku UMKM bukan merupakan hal yang mudah. Di tengah tuntutan globalisasi ekonomi, persaingan dengan perusahaan besar, dan juga inovasi yang serba cepat, pelaku UMKM membutuhkan bantuan yang berkelanjutan dari pihak yang peduli pada kebangkitan perekonomian. Salah satu hal yang menjadi permasalahan dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing saat ini adalah maraknya varian minuman “impor” di Indonesia. Sehingga, minuman lokal harus dikenalkan kembali dengan konsep yang baik, dalam kajian transformasi global: dengan Glokalisasi. Banyak hal yang harus diperhatikan, baik oleh pelaku usaha maupun pemerintah. Pengabdian masyarakat yang penulis lakukan memuat riset bagaimana pelaku usaha minuman DILAN bertahan di masa pandemi dan apa tantangan yang dihadapi di tengah arus globalisasi perekonomian.
PENDAMPINGAN K2 SABLON DALAM PENGEMBANGAN USAHA BIDANG JASA Lutfia Nurul Hidayati; Novita Maulida Ikmal; Nur Holifah
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1556

Abstract

K2 Sablon is a business in the service sector which is currently being widely used in contemporary drink cups/containers. Today's drinks use a lot of cups that have a design/logo for branding the drink itself. This is very influential on the sale of some drinks. Very good and unique packaging is produced from a good logo or design. As recently happened, the demand for print and design made many owners overwhelmed with the request. We see the importance of raising this service product because we see his persistence in starting a business during the pandemic so that these service products have survived to this day. The problem experienced by Mr. Irwan Suryadi's business is that he is not yet proficient at making logos/designs according to customer requests. In addition, as an innovation, this business is not very developed because of the lack of good management and marketing or promotional tools. The solutions we offer are design training and coaching and online marketing. We hope that the K2 Screen Printing business can develop well in the midst of the current pandemic economic transition period and can support the economy of the community around the business location.