Penelitian ini bertujuan untuk memahami kemiskinan melalui pola konsumsi rumah tangga nelayan dalam perspektif ekonomi dan sosial. Pendekatan Metode Verstehan dan Analisa Tipe Ideal: dari Peristiwa Unik ke Preposisi Umum digunakan sebagai metode riset dan alat analisa. Dengan wawancara mendalam dengan Among sebagai tokoh masyarakat, Muzakki sebagai Pamong desa, dan 20 rumah tangga nelayan (7 rumah tangga nelayan juragan dan 13 rumah tangga nelayan pandega), diperoleh temuan sebagai berikut: Kemiskinan lebih bisa dipahami dengan analisa pola konsumsi sesuai dengan kebutuhan dasamya karena pendapatan rumah tangga nelayan yang uncertain. Kelayakan hidup rumah tangga nelayan yang mengacu pada konsumsipangan termasuk dalam kategori hidup yang kurang, rumah hunian juga jauh dari standar hunian yang layak. Permasalahan yang dihadapi rumah tangga nelayan sangatlah kompleks, oleh sebab itu, pendekatan ekonomi dan sosial mampu untuk memahami kemiskinan rumah tangga nelayan. Kemiskinan (pola konsumsi) rumah tangga nelayan tidak hanya disebabkan oleh f aktor ekonomi (pendapatan) tetapi f aktor sosial juga berperan dalam membentuk kemiskinan rumah tangga nelayan. Metode Verstehan (pemaknaan atas f akta/fenomena) dan analisa tipe ideal mampu mengungkap permasalahan-permasalahan sosial-ekonomi yang sangat kompleks. Dengan metode tersebut peneliti harus mampu menempatkan diri dalam kerangka berpikir orang lain ("mengambil peranâ€).Kata Kunci: Pola Konsumsi, Rumah Tangga Nelayan, Perspektif Ekonomi, Perspektif Sosial Penelitian ini bertujuan untuk memahami kemiskinan melalui pola konsumsi rumah tangga nelayan dalam perspektif ekonomi dan sosial. Pendekatan Metode Verstehan dan Analisa Tipe Ideal: dari Peristiwa Unik ke Preposisi Umum digunakan sebagai metode riset dan alat analisa. Dengan wawancara mendalam dengan Among sebagai tokoh masyarakat, Muzakki sebagai Pamong desa, dan 20 rumah tangga nelayan (7 rumah tangga nelayan juragan dan 13 rumah tangga nelayan pandega), diperoleh temuan sebagai berikut: Kemiskinan lebih bisa dipahami dengan analisa pola konsumsi sesuai dengan kebutuhan dasamya karena pendapatan rumah tangga nelayan yang uncertain. Kelayakan hidup rumah tangga nelayan yang mengacu pada konsumsipangan termasuk dalam kategori hidup yang kurang, rumah hunian juga jauh dari standar hunian yang layak. Permasalahan yang dihadapi rumah tangga nelayan sangatlah kompleks, oleh sebab itu, pendekatan ekonomi dan sosial mampu untuk memahami kemiskinan rumah tangga nelayan. Kemiskinan (pola konsumsi) rumah tangga nelayan tidak hanya disebabkan oleh f aktor ekonomi (pendapatan) tetapi f aktor sosial juga berperan dalam membentuk kemiskinan rumah tangga nelayan. Metode Verstehan (pemaknaan atas f akta/fenomena) dan analisa tipe ideal mampu mengungkap permasalahan-permasalahan sosial-ekonomi yang sangat kompleks. Dengan metode tersebut peneliti harus mampu menempatkan diri dalam kerangka berpikir orang lain ("mengambil peranâ€). Kata Kunci: Pola Konsumsi, Rumah Tangga Nelayan, Perspektif Ekonomi, Perspektif Sosial