Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Rasio Keuangan Bank Terindikasi Bermasalah Oleh BPK Awal Tahun 2020 Triyogo Moelyo Adhi
JURNAL ADMINISTRASI KANTOR Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Administrasi Kantor
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51211/jak.v9i1.1614

Abstract

Abstrak: Pada awal tahun 2020 dunia perbankan indonesia dihebohkan dengan laporan dari Badan Pemeriksa Keuangan yang menginikasikan beberapa bank nasional yang bermasalah. Dalam penelitian ini difokuskan pada bank BTN, bank Banten, bank Bukopin, bank Mayapada dan bank Yudhabakti yang memungkinkan didapatkan datanya guna penelitian. Dari beberapa variabel yakni Capital Adequacy Ratio, Return on Asset, Loan Deposit Ratio serta perimbangan Biaya operasional terhadap pendapatan operasional bank terkait selama periode tahun 2016 hingga 2019 tampak bahwa memang beberapa bank tersebut mengalami permasalahan . permasalahan terkait dengan profitabilitas dialami oleh bank Banten, demikian juga dengan perimbangan biaya operasional terhadap pendapatan operasional bank Banten menunjukan indikasi yang sangat mengkhawatirkan. Tingkat likwiditas yang dialami oleh bank BTN sangat tinggi dimana perbandingan antara jumlah kredit yang diberikan dengan jumlah dana deposan dan modal sendiri sudah mencapai rata rata diatas 100% dalam periode 2016 hingga 2019. Hal ini tentu saja memperlukan perhatian dari management untuk lebih memperhatikan arus kas masuk dari pembayaran bunga kredit dan angsuran pokok pinjaman yang diberikan. Kata kunci : capital adequacy ratio, return on asset, loan to deposits ratio , biaya operasional terhadap pendapatan Abstract: At the beginning of 2020, the indonesian banking world was enraged by a report from the Audit Board that indicated several national banks were troubled. In this research focused on BTN bank, Banten bank, Bukopin bank, Mayapada bank and Yudhabakti bank that allows data to be obtained for research. From several variables, namely Capital Adequacy Ratio, Return on Asset, Loan Deposit Ratio and balance of operational costs to the operational income of related banks during the period of 2016 to 2019, it appears that some of these banks experienced problems. Problems related to profitability experienced by Banten banks, as well as the balance of operational costs to the operational income of Banten banks shows a very worrying indication. The level of likwiditas experienced by BTN banks is very high where the comparison between the amount of credit given and the amount of depositors' funds and their own capital has reached an average of above 100% in the period 2016 to 2019. This of course complicates the attention of the management to pay more attention to the cash inflows from loan interest payments and principal installments of loans provided. A well-prepared abstract enables the reader to identify the basic content of a document quickly and accurately, to determine its relevance to their interests, and thus to decide whether to read the document in its entirety. The Abstract should be informative and completely self-explanatory, provide a clear statement of the problem, the proposed approach or solution, and point out major findings and conclusions. The Abstract should be 100 to 250 words in length. The abstract should be written in the past tense. Standard nomenclature should be used and abbreviations should be avoided. No literature should be cited. The keyword list provides the opportunity to add keywords, used by the indexing and abstracting services, in addition to those already present in the title. Judicious use of keywords may increase the ease with which interested parties can locate our article. Keywords: capital adequacy ratio, return on assets, loan to deposits ratio, operating expenses to income
PELATIHAN ASPEK PERPAJAKAN DAN PERHITUNGAN PAJAK BAGI UMKM DI KOTA BEKASI Kadek Wisnu Bhuana; Layon H Hocben Hutagaol; Triyogo Moelyo Adhi; Hafsatul Azizah
PENGABDIAN SOSIAL Vol 1, No 2 (2021): JURNAL PENGABDIAN SOSIAL
Publisher : Universiitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.376 KB) | DOI: 10.32493/.v1i2.12981

Abstract

ABSTRAK Kegiatan  pengabdian  kepada  masyarakat  ini  bertujuan  untuk memberikan nilai tambah, edukasi dan pelatihan dengan memberikan  pemahaman  tentang  konsep  dasar  perpajakan,  hak  dan  kewajiban perpajakan serta ruang lingkup aspek dan perhitungan perpajakan bagi pelaku UMKM di kota Bekasi. Kriteria UMKM berdasar Undang-Undang no 20 tahun 2008 dapat dikelompokkan berdasar : jumlah asset, jumlah omset pertahun dan jumlah karyawan. Metode pelaksanaan pengabdian ini dilakukan dalam bentuk presentasi melalui zoom dengan beberapa tahapan. Tahap pertama adalah tahap perencanaan melalui pendaftaran peserta.  Tahap  kedua  adalah  pelaksanaan  kegiatan  yang dilakukan dengan memaparkan materi, praktik penghitungan, pelaporan, dan pembayaran pajak, serta diskusi melalui aplikasi zoom. Peserta yang mengikuti pelatihan ini merasakan materi yang diberikan relevan dengan yang dilakukan dan sangat berhubungan dengan kebutuhan peserta serta menambah pengetahuan tentang perpajakan dalam bidang pajak UMKM. Peserta yang mengikuti pelatihan ini merasakan materi yang diberikan relevan dengan yang dilakukan dan sangat berhubungan dengan kebutuhan peserta serta menambah pengetahuan tentang perpajakan dalam bidang pajak UMKM.  Kata Kunci: Kewajiban Perpajakan, UMKM, Pengabdian Masyarakat, Perhitungan pajak,          dan Pelatihan ABSTRACT This community service activity aims to provide added value, education and training by providing an understanding of the basic concepts of taxation, tax rights and obligations as well as the scope of taxation aspects and calculations for MSME actors in the city of Bekasi. The criteria for MSMEs based on Law No. 20 of 2008 can be grouped based on: total assets, annual turnover and number of employees. The method of implementing this service is carried out in the form of a presentation via zoom with several stages. The first stage is the planning stage through participant registration. The second stage is the implementation of activities carried out by explaining the material, practice of calculating, reporting, and paying taxes, as well as discussions through the zoom application. Participants who took part in this training felt that the material provided was relevant to what was being done and closely related to the needs of the participants as well as increasing knowledge about taxation in the MSME tax sector. Participants who took part in this training felt that the material provided was relevant to what was being done and closely related to the needs of the participants as well as increasing knowledge about taxation in the MSME tax sector. Keywords: Tax Obligations, MSMEs, Community Service, Tax calculation, and Training
Pengaruh Etos Kerja Dan Kepemimpinan Demokratis Terhadap Kinerja Karyawan Dwiwahjuni Wulandari; Triyogo Moelyo Adhi; Subawa; Supardi
Jurnal Adijaya Multidisplin Vol 3 No 5 (2025): Jurnal Adijaya Multidisiplin (JAM)
Publisher : PT Naureen Digital Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh etos kerja dan kepemimpinan demokratis terhadap kinerja karyawan di Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi. Penelitian menggunakan sampel sebanyak 100 responden yang dipilih melalui purposive sampling dan snowball sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, lalu dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etos kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, sedangkan kepemimpinan demokratis tidak berpengaruh signifikan. Namun secara simultan, kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan, sementara sisanya dipengaruhi faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menegaskan bahwa etos kerja merupakan faktor dominan dalam meningkatkan kinerja, sedangkan kepemimpinan demokratis memiliki peran pendukung dalam menciptakan iklim kerja yang kondusif.