Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pendekatan Ekologi Alami sebagai Basis Pengelolaan Ruang Kota yang Resilien terhadap Perubahan Iklim Tisa Angelia; Ikamto Budiman; I Komang Kerthajaya
WASTU: Jurnal Wacana Sains & Teknologi Vol. 7 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Merdeka Surabaya.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55173/wastu.v7i1.71

Abstract

Pesetanya Urbanisasi yang terjadi di Kawasan berkembang dan memiliki keterbatasan kapasitas infrastruktur menyebabkan semakin tingginya Tingkat kerentanan sistem perkotaan, selain perubahan iklim global yang terjadi. Pendekatan ekologi alami (natural ecology approach) secara kontekstual muncul sebagai paradigma alternatif bahwa integrasi proses dan sistem alami menjadi penting dalam perencaan kota sebagai mekanisme utama penjaga keseimbangan ekologis. Penelitian menunjukkan berbagai konsep, metode, serta temuan empiris yang berkaitan dengan pengelolaan ruang kota adaptif dan Tangguh terhadap perubahan iklim melalui penerapan prinsip ekologi. Kajian ini menggunakan metode Rapid Systematic Review (RSR) melalui analisis 15 artikel ilmiah internasional bereputasi (Scopus Q1–Q2) yang terbit antara tahun 2015 hingga 2025. Sintesa hasil menunjukkan empat dimensi utama dalam implementasi pendekatan ekologi, yaitu : (1) integrasi sistem ekologis dalam perencanaan spasial; (2) penguatan jejaring hijau dan keanekaragaman hayati kota; (3) tata kelola kolaboratif yang melibatkan partisipasi masyarakat; dan (4) pengakuan terhadap nilai ekonomi dan sosial ekosistem. Peendekatan ini menempatkan sistem alam bukan hanya elemen pelengkap, tetapi juga sebagai struktur dasar pembentuk ruang kota yang adil, adaptif, dan berkelanjutan. Pembangunan kota diharapkan bertransformasi dari pola teknokratik menuju ecological urbanism.
RUMAH SAKIT KHUSUS DISABILITAS nurhidayatus; Amy Novianingtyas; Tisa Angelia
WASTU: Jurnal Wacana Sains & Teknologi Vol. 7 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Merdeka Surabaya.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55173/wastu.v7i1.72

Abstract

Penyandang disabilitas merupakan bagian dari masyarakat yang berhak mendapatkan layanan kesehatan yang setara serta mempertimbangkan kebutuhan mereka secara utuh. Namun, kebanyakan fasilitas kesehatan di Indonesia belum sepenuhnya memperhatikan aspek aksesibilitas serta kenyamanan bagi individu dengan disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah Rumah Sakit Khusus Disabilitas di Kota Blitar dengan menerapkan pendekatan Healing Architecture, yaitu suatu konsep arsitektur yang berfokus pada pemulihan fisik, psikologis, dan emosional melalui lingkungan yang dirancang secara khusus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif-deskriptif, yang terdiri dari beberapa tahap seperti observasi lapangan, studi literatur, dan analisis lokasi. Hasil dari perancangan ini menunjukkan bahwa prinsip Healing Architecture dapat diterapkan dengan membuat desain massa bangunan yang memperhatikan aksesibilitas, pencahayaan alami, ventilasi silang, serta pemilihan warna dan material alami yang mampu memberikan efek menenangkan, sekaligus menyediakan ruang hijau yang berperan sebagai elemen terapi. Desain ini tidak hanya memenuhi standar untuk bangunan rumah sakit yang inklusif, tetapi juga mendukung proses pemulihan pasien disabilitas dari berbagai aspek. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pedoman dalam pengembangan arsitektur fasilitas kesehatan yang inklusif di Indonesia.
Evolusi Green Building Dan Integrasi Local Wisdom Pada Arsitektur Indonesia: Pendekatan Bibliometric Analysis Dan Systematic Literature Review Zai Dzar Al Farisa; Tisa Angelia; Nuke Puspawardani
WASTU: Jurnal Wacana Sains & Teknologi Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Merdeka Surabaya.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55173/8bvnng14

Abstract

Perkembangan green building di Indonesia menunjukkan pergeseran dari pendekatan berbasis standar global menuju pendekatan yang lebih kontekstual melalui integrasi local wisdom dan arsitektur vernakular. Penelitian ini bertujuan memetakan perkembangan kajian green building dan local wisdom dalam arsitektur Indonesia, mengidentifikasi tema dominan, serta menemukan research gap dan arah pengembangan arsitektur berkelanjutan berbasis budaya lokal. Penelitian menggunakan pendekatan Bibliometric-Systematic Literature Review dengan memanfaatkan data artikel ilmiah periode 2000–2025 dari basis data Scopus. Analisis dilakukan melalui performance analysis, keyword co-occurrence, dan co-citation analysis menggunakan perangkat lunak VOSviewer dan Bibliometrix, kemudian dilanjutkan dengan sintesis literatur secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama dalam penelitian green building dan local wisdom di Indonesia, yaitu keberlanjutan dan identitas budaya, desain pasif dan efisiensi energi tropis, material lokal rendah karbon, serta partisipasi sosial dan gotong royong. Arsitektur vernakular Indonesia terbukti memiliki potensi besar sebagai model arsitektur berkelanjutan melalui penggunaan ventilasi alami, strategi adaptasi iklim, material lokal, dan pengelolaan sumber daya berbasis komunitas. Namun, penelitian juga menemukan adanya ketidaksesuaian antara sistem penilaian green building global dengan konteks lokal Indonesia, terutama dalam aspek budaya, sosial, dan kenyamanan adaptif. Selain itu, penelitian masih terkonsentrasi pada wilayah tertentu dan didominasi pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini menegaskan bahwa local wisdom dapat menjadi pendekatan green building yang lebih relevan bagi negara tropis berkembang. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan kerangka evaluasi arsitektur berkelanjutan yang lebih sensitif terhadap konteks budaya dan lingkungan Indonesia.