Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

DAMPAK COVID-19 TERHADAP KINERJA KEUANGAN BANK RAKYAT INDONESIA (BRI) SYARIAH Mardhatillah Ahmad; Lina Yulianti
Jurnal Ilmu Akuntansi dan Bisnis Syariah (AKSY) Vol 4, No 1 (2022): AKSY: Jurnal Ilmu Akuntansi dan Bisnis Syariah
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/aksy.v4i1.17100

Abstract

Salah satu tolak ukur dalam menilai keberhasilan pengelolaan sumber daya suatu perusahaan yaitu dengan melihat kinerja keuangannya. Parameter yang umum dipergunakan dalam menilai kinerja keuangan perusahaan adalah dengan mempergunakan rasio keuangan. Selanjutnya rasio ini akan sangat bermanfaat bagi para pengguna dalam pengambilan keputusan. Dalam kondisi normal, performa keuangan yang dihasilkan akan mencerminkan kondisi yang diharapkan dan dapat menunjukan target pencapaian. Namun untuk kondisi pandemi covid saat ini tentunya akan membawa dampak yang signifikan terhadap kinerja keuangan tersebut. Salah satu sektor usaha yang terkena dampak pandemi covid-19 adalah industri perbankan. Hal ini sebagai akibat banyak diantara debitur yang diberhentikan dari pekerjaan dan terhambat untuk membayar pembiayaan. Sehingga mengakibatkan meningkatnya pembiayaan yang tidak lancar pada bank, yang secara otomatis mempengaruhi performa keuangannya. Pengkajian ini ditujukan untuk menganalisa dampak covid-19 terhadap kinerja keuangan pada Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah periode 2019-2020. Data diambil dari publikasi laporan keuangan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah periode 2019-2020. Yaitu tiga (tiga) triwulan sebelum pandemi dan 3 (tiga) triwulan pasca pandemi covid. Adapun rasio keuangan yang digunakan adalah tingkat kecukupan modal (CAR), tingkat pengembalian aset (ROA), rasio pembiayaan bermasalah (NPF) dan pembiayaan deposit rasio (FDR). Hasil penelitian ini secara keseluruhan menunjukan tidak substansial adanya distingsi dari aspek yang dianalisa terkecuali untuk aspek rasio pembiayaan bermasalah (NPF). Dengan demikian secara spesifik penelitian ini merekomendasikan agar Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah lebih meningkatkan lagi pembiayaan melalui intrumen penjadwalan ulang pembayaran (rescheduling), persyaratan kembali (reconditioning) dan penataan kembali (restructuring) serta membuka bidang usaha baru yang tidak terkena dampak covid-19 sebagai upaya meningkatkan rasio Return on Asset (ROA). Kata Kunci: Kinerja Keuangan Bank, CAR, ROA, NPF, FDR.
DAMPAK COVID-19 TERHADAP KINERJA KEUANGAN BANK RAKYAT INDONESIA (BRI) SYARIAH Mardhatillah Ahmad; Lina Yulianti
Jurnal Ilmu Akuntansi dan Bisnis Syariah (AKSY) Vol 4, No 1 (2022): AKSY: Jurnal Ilmu Akuntansi dan Bisnis Syariah
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/aksy.v4i1.17100

Abstract

Salah satu tolak ukur dalam menilai keberhasilan pengelolaan sumber daya suatu perusahaan yaitu dengan melihat kinerja keuangannya. Parameter yang umum dipergunakan dalam menilai kinerja keuangan perusahaan adalah dengan mempergunakan rasio keuangan. Selanjutnya rasio ini akan sangat bermanfaat bagi para pengguna dalam pengambilan keputusan. Dalam kondisi normal, performa keuangan yang dihasilkan akan mencerminkan kondisi yang diharapkan dan dapat menunjukan target pencapaian. Namun untuk kondisi pandemi covid saat ini tentunya akan membawa dampak yang signifikan terhadap kinerja keuangan tersebut. Salah satu sektor usaha yang terkena dampak pandemi covid-19 adalah industri perbankan. Hal ini sebagai akibat banyak diantara debitur yang diberhentikan dari pekerjaan dan terhambat untuk membayar pembiayaan. Sehingga mengakibatkan meningkatnya pembiayaan yang tidak lancar pada bank, yang secara otomatis mempengaruhi performa keuangannya. Pengkajian ini ditujukan untuk menganalisa dampak covid-19 terhadap kinerja keuangan pada Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah periode 2019-2020. Data diambil dari publikasi laporan keuangan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah periode 2019-2020. Yaitu tiga (tiga) triwulan sebelum pandemi dan 3 (tiga) triwulan pasca pandemi covid. Adapun rasio keuangan yang digunakan adalah tingkat kecukupan modal (CAR), tingkat pengembalian aset (ROA), rasio pembiayaan bermasalah (NPF) dan pembiayaan deposit rasio (FDR). Hasil penelitian ini secara keseluruhan menunjukan tidak substansial adanya distingsi dari aspek yang dianalisa terkecuali untuk aspek rasio pembiayaan bermasalah (NPF). Dengan demikian secara spesifik penelitian ini merekomendasikan agar Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah lebih meningkatkan lagi pembiayaan melalui intrumen penjadwalan ulang pembayaran (rescheduling), persyaratan kembali (reconditioning) dan penataan kembali (restructuring) serta membuka bidang usaha baru yang tidak terkena dampak covid-19 sebagai upaya meningkatkan rasio Return on Asset (ROA). Kata Kunci: Kinerja Keuangan Bank, CAR, ROA, NPF, FDR.
THE EFFECT OF THE IMPLEMENTATION OF PSAK 109 AND THE INTERNAL CONTROL SYSTEM ON GOOD ZAKAT GOVERNANCE IN BAZNAS REGENCY/CITY IN WEST JAVA Lina Yulianti
Jurnal Ilmu Akuntansi dan Bisnis Syariah (AKSY) Vol 5, No 1 (2023): AKSY: Jurnal Ilmu Akuntansi dan Bisnis Syariah
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/aksy.v5i1.25528

Abstract

AbstrakLahirnya UU Zakat Nomor 23 Tahun 2011 serta terbitnya standar akuntansi zakat menumbuhkan harapan baru terhadap pengelolaan zakat di Indonesia. Untuk mencapai tujuan pengelolaan tersebut maka zakat harus dikelola dengan baik, amanah dan transparan. PSAK 109 diberlakukan sebagai pedoman dalam penyusunan laporan keuangan di lembaga zakat. Namun pada prakteknya, PSAK 109 masih belum diterapkan secara merata. Selain itu beberapa hasil riset menunjukan bahwa zakat belum dikelola dengan baik, masih terdapat kendala dalam pengelolaannya. Studi ini mencoba menjelaskan tentang pengaruh penerapan  PSAK 109 dan pelaksanaan sistem  pengendalian intern. terhadap good  zakat governance. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan dilakukan pada BAZNAS kab/kota di Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukan bahwa PSAK 109, sistem pengendalian internal dan good  zakat governance sudah diterapkan dengan baik di BAZNAS kab/kota di Jawa Barat. Adapun faktor penghambat penerapannya; masih terdapat kendala dalam perolehan dana APBD dari pemerintah, sedikit pemahaman SDM mengenai penerapan PSAK 109 dan belum terlalu menerapkan nilai etika dalam bekerja. Selanjutnya, berdasarkan hasil uji hipotesis dan uji koefisien determinasi bahwa penerapan PSAK 109 dan penerapan sistem pengendalian internal mempunyai pengaruh signifikan terhadap good zakat governance. Ditunjukan dengan hasil koefisien determinasi sebesar 0,721 atau 72,1%, artinya kontribusi diterapkannya PSAK 109 dan sistem pengendalian internal terhadap;good zakat governance, cukup besar.Kata Kunci: PSAK109, Pengendalian Internal, Zakat, Good Governance 
Menjadi Lebih Ahli Dalam Mengelola Keuangan UMKM : Pelatihan SAK EMKM, Penyusunan Laporan Keuangan Dan Sistem APIK Yuniati Yuniati; Hani Sri Mulyani; Lina Yulianti; Elly Suryani; Pera Yulianingsih; Ni Putu Desinthya Azhari; Husain Kamal; Rahmat Saleh; Srihadi Winarningsih; Moh Wahyudin Zarkasyi; Citra Sukmadilaga
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i3.4681

Abstract

Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) adalah salah satu pelaku bisnis yang bergerak di berbagai sektor usaha yang dapat secara langsung bersentuhan dengan masyarakat luas. Permasalahan yang mendasar yang umumnya dihadapi oleh pelaku UMKM dalam mendapatkan permodalan dalam pengembangan usahanya adalah dalam hal ketersediaan laporan keuangan yang memadai yang sudah sesuai standar akuntansi dimana hal ini menjadi salah satu prasyarat dari lembaga terkait (lembaga pembiayaan) dalam proses pengajuan permodalan. Pada Pengabdian Masyarakat ini dilakukan untuk memberikan pemahaman tentang Standar Akuntansi Keuangan bagi para Pelaku UMKM (SAK EMKM), berikut penyusunan laporan keuangan yang mempergunakan aplikasi Sistem APIK. Tahapan dalam Pengabdian Masyarakat ini dimulai dari memberikan informasi tentang sertifikasi Halal untuk Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dari KNEKS, bagian dari program pemerintah untuk memberikan kemudahan dalam berusaha. Kemudian tahapan selanjutnya adalah memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang standar akuntansi EMKM berikut tentang bagaimana menyusun laporan keuangan dengan sistem aplikasi APIK. Tahapan terakhir adalah menghadirkan praktisi UMKM yang memberikan succes sorty berupa kiat-kiat atau strategi merintis UMKM dan pengalaman mengatasi berbagai macam problematika yang kerap dihadapi oleh pelaku UMKM
Menjadi Lebih Ahli Dalam Mengelola Keuangan UMKM : Pelatihan SAK EMKM, Penyusunan Laporan Keuangan Dan Sistem APIK Yuniati Yuniati; Hani Sri Mulyani; Lina Yulianti; Elly Suryani; Pera Yulianingsih; Ni Putu Desinthya Azhari; Husain Kamal; Rahmat Saleh; Srihadi Winarningsih; Moh Wahyudin Zarkasyi; Citra Sukmadilaga
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i3.4681

Abstract

Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) adalah salah satu pelaku bisnis yang bergerak di berbagai sektor usaha yang dapat secara langsung bersentuhan dengan masyarakat luas. Permasalahan yang mendasar yang umumnya dihadapi oleh pelaku UMKM dalam mendapatkan permodalan dalam pengembangan usahanya adalah dalam hal ketersediaan laporan keuangan yang memadai yang sudah sesuai standar akuntansi dimana hal ini menjadi salah satu prasyarat dari lembaga terkait (lembaga pembiayaan) dalam proses pengajuan permodalan. Pada Pengabdian Masyarakat ini dilakukan untuk memberikan pemahaman tentang Standar Akuntansi Keuangan bagi para Pelaku UMKM (SAK EMKM), berikut penyusunan laporan keuangan yang mempergunakan aplikasi Sistem APIK. Tahapan dalam Pengabdian Masyarakat ini dimulai dari memberikan informasi tentang sertifikasi Halal untuk Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dari KNEKS, bagian dari program pemerintah untuk memberikan kemudahan dalam berusaha. Kemudian tahapan selanjutnya adalah memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang standar akuntansi EMKM berikut tentang bagaimana menyusun laporan keuangan dengan sistem aplikasi APIK. Tahapan terakhir adalah menghadirkan praktisi UMKM yang memberikan succes sorty berupa kiat-kiat atau strategi merintis UMKM dan pengalaman mengatasi berbagai macam problematika yang kerap dihadapi oleh pelaku UMKM
Pengaruh Pengungkapan Laporan Keberlanjutan dan Tax Avoidance Terhadap Manajemen Laba Perusahaan yang Terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII70) Periode 2020-2024 Roosyiidah, Roosyiidah; Yulianti, Lina; Muslih, Rd. Amar
Akuntansi dan Manajemen Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Akuntansi dan Manajemen
Publisher : Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/jam.v20i1.328

Abstract

The profit presented in financial statements serves as the main indicator used by stakeholders in decision-making. Companies often use earnings management practices to generate profits that attract investor interest. This study aims to find and analyze the influence of sustainability report disclosure and tax avoidance on earnings management in companies listed on the JII70 index in 2020-2024. This study uses secondary data from the companies' financial statements, annual reports, and sustainability reports. The sampling technique was carried out through purposive sampling, resulting in 16 companies being selected as research samples. Panel regression analysis is the test used to study the relationship between sustainability report disclosure and tax avoidance on earnings management. The results of this study show that sustainability reports disclosure, as measured by SRDI, has a significant negative impact on earnings management, and tax avoidance, measured by ETR, has a significant positive impact on earnings management. Furthermore, simultaneous testing shows that sustainability report disclosure and tax avoidance have a significant effect on earnings management.
FINANCIAL PERFORMANCE OF BANK SYARIAH INDONESIA AFTER MERGER: A COMPARISON OF INCOME STATEMENT AND VALUE- ADDED APPROACHES FROM A SHARIA ENTERPRISE THEORY PERSPECTIVE Yulianti, Lina; Mudzakir, Ahmad; Indrayani Rambe, Seprina; Sophan Himawan, Irfan
Jurnal Ilmu Akuntansi dan Bisnis Syariah (AKSY) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Akuntansi dan Bisnis Syariah
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/aksy.v8i1.53886

Abstract

This study examines the financial performance of Bank Syariah Indonesia (BSI) after the merger by comparing the Income Statement Approach and the Value-Added Approach from the perspective of Sharia Enterprise Theory. The merger of three state-owned Islamic banks represents a strategic transformation that requires a comprehensive performance evaluation beyond conventional profit-based measures.  Using secondary data from BSI’s annual financial statements for the period 2020-2024, this study analyses profitability and efficiency indicators, including Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), Net Profit Margin (NPM), and the Operating Expenses to Operating Income Ratio (BOPO). A paired sample t-test is employed to examine differences between the two performance measurement approaches. The results indicate that BSI experienced short-term performance adjustments in the early post-merger period, followed by gradual improvements in profitability and operational efficiency. The Value-Added Approach consistently produces higher profitability ratios than the Income Statement Approach, reflecting its broader measurement scope that captures value creation and distribution to multiple stakeholders. Statistically significant differences are found for ROA, ROE, and NPM, while no significant difference is observed for BOPO. Practically, the findings provide insights for Islamic bank management in evaluating post-merger performance, support regulators in promoting performance assessment aligned with Sharia principles, and highlight the relevance of value-added-based measurement for enhancing stakeholder accountability in Islamic banking institutions.
The Effect of Accounting Training and Mentoring on SAK EMKM Compliance and MSME Business Performance Tripalupi, Ramadhani Irma; Yulianti, Lina
Research Horizon Vol. 6 No. 1 (2026): Research Horizon - February 2026
Publisher : LifeSciFi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54518/rh.6.1.2026.579

Abstract

Financial Accounting Standards for MSME are applicable to Indonesian MSMEs. However, preparing financial statements remains challenging due to limited accounting knowledge and the complexity of accounting processes. This study aims to examine the influence of accounting training with and without mentoring on the effectiveness of Financial Accounting Standards for MSME implementation and its implications for MSME business development. The research employed a quantitative experimental method involving halal MSME actors in Greater Bandung, divided into two groups: one receiving both training and mentoring, and the other receiving training only. Primary and secondary data were collected, and hypothesis testing was conducted using the Mann–Whitney test. Results indicate that accounting training combined with mentoring significantly improves the effectiveness of SAK EMKM implementation, with practical application limited to simple accounting and profit and loss reporting, and positively impacts business development through increased sales, profits, and customer numbers. Meanwhile, training without mentoring also affects SAK EMKM compliance, but its implications for business growth remain unclear. The study concludes that mentoring enhances the effectiveness of accounting training and supports MSME business development.