Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Variasi Konsentrasi Avicel PH 102 dan Manitol Terhadap Sifat Fisik Tablet Hisap Ekstrak Akar Ekinase (Echinacea purpurea (Herb.)) Secara Kempa Langsung Unsyura Dhipa Budaya
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.329 KB) | DOI: 10.52447/inspj.v3i2.1929

Abstract

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan alternatif bentuk sediaan untuk  memberikan efek immunomodulator menggunakan ekstrak Akar Ekinase (Echinacea purpurea (Herb.)) dengan cara yang menyenangkan  yaitu dalam bentuk sediaan tablet hisap.  Dalam pembuatannya diperlukan   komponen   pengisi   tablet   dengan   rasa   manis   yang   dominan. Penggunaan variasi konsentrasi kombinasi pengisi dapat berpengaruh terhadap sifat fisik tablet. Bahan pengisi yang digunakan adalah avicel PH 102 dan manitol. Pada penelitian ini mengunakan metode kempa langsung dengan dengan 3 variasi konsentrasi yang yaitu  avicel PH 102 dan manitol FI (46,25%:32,5%), FII (38,25%:40%) FIII (38,25%:40%). Evaluasi kualitas terhadap serbuk yang dilakukan yaitu Uji Waktu Alir, Uji Sudut Diam, Uji Pengetapan, dan Uji Distribusi Ukuran Serbuk. Evaluasi kualitas terhadap tablet hisap yaitu Uji Keseragaman Ukuran, Uji keseragaman Bobot, Uji Kekerasan, Uji Kerapuhan tablet, dan Uji Waktu Hancur. Pengujian juga dilakukan dengan Uji Stabilitas Dipercepat di dalam Climatic Chamber  selama 6  bulan. Hasil data yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi Avicel PH 102 dapat meningkatkan waktu alir, memperbaiki kompresibilitas, memperkecil sudut diam, meningkatkan kekerasan, menurunkan tingkat kerapuhan dan memperlama waktu hancur. Data yang dihasilkan dibandingkan dengan literatur, serta di analisis secara statistik menggunakan uji One Way ANOVA menunjukkan bahwa formulasi I tablet hisap yang mengandung bahan pengisi avicel PH 101-manitol dengan konsentrasi (46,25%:32,5%) memiliki hasil yang lebih optimal untuk uji fisik tablet hisap ekstrak ekstrak Akar Ekinase . Kata kunci   :       avicel PH 102, manitol, bahan pengisi,  tablet hisap, stabilitas dipercepat, immunodulatory ekstrak Akar Ekinase (Echinacea purpurea (Herb.))
UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 70% DAUN KOPI ROBUSTA (Coffea canephora Pierre ex Froehn) TERHADAP LARVA NYAMUK Aedes aegypti INSTAR III Unsyura Dhipa Budaya
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.762 KB) | DOI: 10.52447/inspj.v3i1.1920

Abstract

Nyamuk Aedes Aegypti merupakan salah satu vector yang dapat menyebabkan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Penyakit DBD merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di negara-negara yang mempunyai iklim tropis, termasuk Indonesia. Salah satu cara untuk menekan populasi Aedes aegypti yaitu dengan memutus siklus hidupnya pada stadium larva. Salah satu tumbuhan yang memiliki potensi sebagai larvasida alami ialah daun kopi robusta (Coffea canephora) yang mengandung berbagai senyawa aktif diantaranya ialah alkaloid, flavonoid, dan saponin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah kematian larva nyamuk Aedes aegypti dengan pemberian ekstrak etanol 70% daun kopi robusta sebagai larvasida alami. Jenis metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental, dalam penelitian ini digunakan 25 ekor larva Aedes aegypti pada setiap kelompok kontrol negatif, kontrol positif, kelompok ekstrak etanol 70% daun kopi robusta konsentrasi 1%, 1,8%, 2,9%, dan 5% dengan 4 kali pengulangan. Pengamatan dilakukan dengan dengan cara menghitung jumlah larva Aedes aegypti yang mati tiap 1 jam selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak etanol 70% daun kopi robusta yang digunakan maka semakin banyak jumlah larva yang mati. LC50 dari ekstrak etanol 70% daun kopi robusta berdasarkan program spss v22 sebesar 2,77%. Hal ini menunjukkan bahwa tumbuhan daun kopi robusta memiliki aktivitas sebagai larvasida alami. Kata kunci: Coffea canephora; Daun Kopi robusta; Larvasida
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Farmasi: Tinjauan Dari Berbagai Bentuk Sediaan Obat Dalam Pengembangan Sediaan Farmasi Unsyura Dhipa Budaya; Muhammad Sayid Ali Fikri; Carlos Pradigta Noel; Michaela Theresia Sinaga
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v10i2.9390

Abstract

Formulasi obat merupakan tahapan penting dalam pengembangan sediaan farmasi untuk menjamin stabilitas, efektivitas, dan keamanan terapi. Review artikel ini bertujuan untuk mengkaji berbagai pendekatan formulasi serta mengevaluasi parameter mutu yang digunakan dalam pengembangan beberapa bentuk sediaan farmasi. Kajian ini dilakukan dengan melakukan penelusuran dan pemilihan literatur dari berbagai jurnal penelitian baik nasional maupun internasional yang dipublikasikan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir (2015–2025) melalui basis data elektronik seperti Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan Mendeley dengan menggunakan kata kunci yang relevan dengan topik penelitian. Artikel yang telah dipilih dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan fokus pada komposisi eksipien, metode pembuatan, serta parameter evaluasi fisik dan kimia dari berbagai sediaan farmasi seperti tablet, gel, krim, dan sistem penghantaran obat berbasis nano. Hasil kajian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi bahan tambahan seperti polimer, pengikat, penghancur, dan surfaktan berpengaruh terhadap karakteristik sediaan meliputi viskositas, daya sebar, waktu hancur, homogenitas, serta stabilitas produk. Selain itu, parameter evaluasi seperti uji organoleptik, pH, keseragaman bobot, dan uji stabilitas dipercepat menjadi indikator penting dalam menentukan kualitas dan kestabilan sediaan farmasi. Dengan demikian, optimasi formula dan evaluasi yang komprehensif sangat diperlukan untuk menghasilkan sediaan farmasi yang memenuhi standar mutu, keamanan, dan efektivitas terapi.