Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

FORMULASI DAN UJI HEDONIK SEDIAAN FAST DISINTEGRANTING TABLET (FDT) MINYAK ATSIRI Thymus vulgaris L. MENGGUNAKAN METODE KEMPA LANGSUNG Rahmi Hutabarat; Aileen Tanuwijaya
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v7i2.4330

Abstract

Salah satu obat dengan sediaan praktis adalah Fast Disintegrating Tablet. Thymus vulgaris mengandung minyak atsiri pada thyme tertinggi, diantaranya terdapat thymol sebesar 61.6%. Thymol terbukti dapat menghambat zona pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes penyebab faringitis (diameter penghambatan dari 48,0 hingga 35,0 mm). Minyak atsiri tidak tahan proses pemanasan oleh sebab itu FDT Minyak Atsiri Timi dibuat dengan metode kempa langsung. FDT Minyak Atsiri Timi buat dalam 4 formula, yaitu Formula I, Formula II, Formula III, dan Formula IV dengan variasi zat aktif minyak atsiri Timi sebesar 0mg, 10mg, 15mg, dan 20mg. Hasil tablet yang sudah jadi dilakukan evaluasi dan uji hedonic. Parameter pengujian kualitas FDT Minyak Atsiri Timi yang dilakukan antara lain keseragaman ukuran, bobot, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur, waktu pembasahan. Uji hedonic digunakan untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap sediaan FDT Minyak Atsiri Timi. Hasil penelitian didapat seluruh parameter evaluasi menunjukkan keempat formulasi memenuhi persyaratan uji mutu fisik Fast Disintegrating Tablet dengan keseragaman ukuran rata-rata: diameter 0,9cm, tebal 0,36cm, keseragaman bobot rata-rata 0,40g, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur, dan waktu pembasahan paling baik pada Formula IV dengan masing-masing nilai 3,6 kg/cm2, 0,7%, 41,5 detik, dan 49,33 detik. Pada hasil uji hedonik keempat formulasi untuk parameter bentuk tablet masuk kedalam kategori “suka”, sedangkan aroma, warna, dan rasa masih dianggap “netral” oleh panelis.
BUAH TOMAT (Solanum lycopersicum L.) SERTA UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DENGAN METODE DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) Idrus, Alfandi Pratama; Hutabarat, Rahmi
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 12 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kulit seringkali memerlukan produk perawatan yang efektif, salah satunya adalah masker. Masker menjadi produk kecantikan yang populer, terutama karena kemampuannya memperkaya kulit dengan manfaat bahan alami seperti buah-buahan dan sayuran. Buah tomat (Solanum lycopersicum L.) diketahui mengandung likopen, senyawa antioksidan tinggi yang bermanfaat bagi kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari buah tomat yang diformulasikan dalam sediaan sheet mask. Metode penelitian mencakup ekstraksi menggunakan Ultrasound Assisted Extraction (UAE) dengan pelarut NADES asam sitrat-sukrosa (perbandingan 1:3) selama 30 menit pada suhu 50°C. Formulasi sheet mask dibuat dengan variasi konsentrasi ekstrak 7%, 11%, dan 15%. Uji organoleptik hanya menujukkan perbedaan pada uji warna pada F2 dan F3 yang berwarna putih kemerahan sedangkan F0 dan F1 berwarna putih semua formula menunjukan hasil homogen pada uji homogenitas hasil pengukuran pH menujukan rentang 4,89 – 5,22 hasil viskositas menggunakan viskometer Brookfield dengan spindle nomor 2 pada kecepatan 30 rpm dengan rentang 180 cPs – 280 cPs uji iritasi menunjukan hasil negatif pada semua formula. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH menunjukkan bahwa F1 memiliki nilai IC50 175,02 µg/mL, F2 memiliki nilai IC50 121,50 µg/mL dan F3 memiliki nilai IC50 86,84 µg/mL. Hasil pengujian statistik diperoleh p-value untuk formula 1 yaitu 0,000, formula 2 yaitu 0,004, dan formula 3 yaitu 0,002. Nilai signifikansi setiap formula yaitu <0,05 sehingga keputusan H0 ditolak. Ekstrak NADES cair buah tomat (Solanum lycopersicum L.) dapat diformulasikan ke dalam sediaan sheet mask yang memenuhi syarat evaluasi dan memiliki aktivitas antioksidan tertinggi pada F3 yang termasuk dalam kategori kuat
FORMULASI SEDIAAN SHEET MASK EKSTRAK CAIR NADES BUAH KIWI (Actinidia deliciosa) SERTA UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DENGAN METODE DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) Putri, Hervita; Hutabarati, Rahmi
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 12 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kulit sering kali dipengaruhi oleh paparan sinar matahari berlebihan, dan penggunaan kosmetika yang tidak tepat, jika tidak dijaga dengan baik, kulit dapat mengalami masalah kesehatan yang beroperasi buruk. Masker merupakan produk kosmetika kecantikan yang banyak dikenal, manfaat masker juga bisa mengangkat sel-sel kulit mati. Masker alami seperti buah kiwi (Actinidia deliciosa) diketahui mengandung Polifenol, antioksidan yang tinggi yang bermanfaat bagi kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dalam buah kiwi yang diformulasikan dalam sediaan sheet mask menggunakan ekstraksi dengan bantuan gelombang ultrasonic dengan pelarut NADES (asam sitrat-sukrosa) dengan perbandingan 3:1 proses ini dilakukan pada suhu 80°C. formulasi sheet mask dengan variasi konsentrasi 4,5%, 6%, dan 7,5% dengan hasil antioksidan menggunakan metode DPPH menunnjukkan F1 memiliki nilai IC50 190,22 ppm dengan kategori lemah, F2 memiliki nilai IC50 130,25 ppm dengan kategori sedang dan F3 memiliki nilai IC50 2,48 ppm dengan kategori kuat. Ekstrak NADES buah kiwi tidak menimbulkan iritasi pada kulit dan aman digunakan.
FORMULASI DAN UJI STABILITAS SEDIAAN GRANUL EFFERVESCENT EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam.) Wijaya, Bagas Eva; Hutabarat, Rahmi
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 5 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/serojahusada.v1i5.3482

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) sering menjadi perhatian dalam kesehatan ibu dan bayi. Beberapa masalah yang sering dihadapi yaitu produksi ASI yang rendah, kualitas ASI yang tidak optimal, dan masalah laktasi seperti mastitis atau sumbatan saluran susu. ASI perlu dilancarkan demi kesehatan dan kenyamanan bagi ibu dan bayi. Penggunaan daun kelor dapat menjadi jawaban terhadap permasalah ini karena daun kelor mengandung senyawa fitosferol yang berfungsi meningkatkan dan memperlancar produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi daun kelor (Moringa oleifera Lam.) terhadap stabilitas granul effervescent. Metode penelitian ini meliputi ekstraksi dengan cara maserasi dengan pelarut etanol 96%. Formula granul effervescent dibuat sebanyak 3 buah dengan variasi konsentrasi ekstrak F1 10%, F2 15%, dan F3 20%. Hasil pengujian parameter non spesifik didapatkan hasil rendemen sebesar 13%, kadar air 7,49%, kadar abu 2,53%, susut pengeringan 0,27%, bobot jenis 1,11 g/mL, cemaran logam Cd 0,45 mg/Kg, Pb 0,59 mg/Kg, dan Cu 2,44 mg/Kg. Hasil penelitian menunjukkan sediaan granul effervescent ekstrak daun kelor sudah memenuhi syarat evaluasi granul yang baik meliputi uji organoleptik berwarna kuning kecoklatan, aroma khas kelor, rasa asam manis, kompresibilitas 7,8%, waktu alir 3,4 g/s, sudut diam 27,15º, waktu larut 51,7 detik, pH 6,6, dan kadar air 2,1%. Variasi konsentrasi ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam.) memiliki pengaruh terhadap stabilitas granul effervescent dan Formula terbaik didapat pada formula 3.
FORMULASI DAN HEDONIC TEST (UJI KESUKAAN) SEDIAAN LIP CREAM EKSTRAK CAIR NATURAL DEEP EUTECTIC SOLVENT (NADES) BUAH TERONG BELANDA (Solanum betaceum Cav.) SEBAGAI PEWARNA ALAMI Sitoastri, Karina Wahyu; Hutabarat, Rahmi
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 1 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lip cream merupakan sediaan lipstik berbentuk cair yang banyak diminati oleh konsumen karena dapat melembabkan bibir dalam waktu yang lama dibandingkan dalam bentuk padat, serta menghasilkan warna yang lebih merata pada bibir. Sediaan lip cream semakin beredar dan diminati oleh masyarakat karena sifatnya yang mampu melembapkan dan memberikan kesan mengilap pada bibir. Penggunaan pewarna sintesis pada sediaan lip cream dapat menimbulkan dampak negative bagi pengguna apabila menimbulkan alergi. Buah terong Belanda menjadi salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai pewarna alami untuk menggantikan pewarna sintesis. Buah terong Belanda mengandung berbagai senyawa aktif yang bermanfaat, salah satunya senyawa antosianin. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi lip cream menggunakan ekstrak cair dari buah terong belanda (Solanum betaceum Cav.) yang diekstraksi menggunakan Natural Deep Eutetic Solvent (NADES) sebagai pewarna alami serta pengaruh perbedaan variasi konsentrasi ekstrak terong belanda pada sediaan lip cream. Ekstrak NADES buah terong belanda dipilih karena mengandung antosianin yang tinggi sehingga berpotensi sebagai pewarna alami pada produk kosmetik. Terdapat empat formula yang di uji dengan menggunakan uji kuantitatif dan kualitatif antosianin, uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji viskositas, uji stabilitas, uji iritasi, dan uji hedonik. Berdasarkan hasil penelitian pada pengujian pembuatan lip cream dari ke empat formulasi dengan parameter yang berbeda, formulasi ke tiga dengan konsentrasi ekstrak cair NADES buah terong belanda 16% lebih banyak disukai oleh para panelis.
FORMULASI DAN HEDONIC TEST (UJI KESUKAAN) SEDIAAN LIP CREAM EKSTRAK CAIR NATURAL DEEP EUTECTIC SOLVENT (NADES) UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L) SEBAGAI PEWARNA ALAMI Losari, Ririn; Hutabarat, Rahmi
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dipasaran saat ini masih banyak terdapat penggunaan kosmetik dekoratif dengan pewarna sintetik yang berbahaya, sedangkan dalam kosmetik dekoratif hasil warna merupakah bagian yang sangat penting. Negara Indonesia mempunyai sangat banyak bahan alami yang bermanfaat sebagai pewarna yang lebih aman dari pewarna sintetik. Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L) merupakan tanaman yang bermanfaat untuk pewarna alami. Zat antosianin yang ada ditanaman akan menghambat aktivitas enzim amulase yang berfungsi sebagai antioksidan. Manfaat antioksidan pada kulit bibir lebih lembab, menghilangkan sel kulit mati dan juga tubuh memerlukan antosianin sebagai penetralisir dari radikal-radikal bebas. Formulasi Lip cream memiliki kandungan minyak tinggi sehingga dapat melembab serta tampak berkilau. Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L) sebagai zat aktif pewarna alami pada formulasi. Penelitian dilakukan agar dapat mengetahui pengaruh dari adanya variasi konsentrasi ekstrak ubi jalar ungu pada kualitas fisik sediaan. Ekstrak ubi jalar ungu sebagai pewarna alami di formulasikan dengan varian konsentrasi yaitu Formula-I (10%), Formula-II (15%), Formula-III (20%). Evalusi yang dilakukan pada sediaan lip cream meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji vsikositas, uji pH, uji kesukaan dan uji stabilitas dalam 12 hari atau 6 siklus pada suhu 4o C dan pada suhu 40o C. Dari setiap uji yang dilakukan terhadap Formula-0, Formula-1, Formula-2, Formula-3, hasil formulasi yang diperoleh sudah memenuhi persyaratan. Pada hasil analisis statistic dengan variasi konsentrasi ubi jalar ungu sebagai pewarna alami memberikan hasil berbeda makna (P < 0,005) pada F-2 terhadap uji kesukaan terhadap indikator warna, aroma, tekstur. Sedangkan terhadap F-0, F-1, dan F-3 memberikan hasil tidak berbeda makna (P > 0,005) terhadap indikator warna, aroma, tekstur.
TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT DALAM PENGGUNAAN SERUM VITAMIN C UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN KULIT WAJAH DI KELURAHAN SUKAMANTRI, KABUPATEN TANGERANG Hutabarat, Rahmi; Yuniarti, Mauliah
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v9i1.7261

Abstract

Serum vitamin C adalah produk perawatan kulit yang bertujuan mencerahan kulit, menyamarkan keriput atau kerutan dan flek pada kulit wajah atau hiperpigmentasi. Serum vitamin C mengandung dosis tinggi dari bahan aktif Magnesium Ascorbyl Phosphate (MAP). MAP adalah salah satu senyawa turunan vitamin C yang stabil sehingga tidak mudah teroksidasi dan mampu menembus kulit lalu diubah menjadi vitamin C bebas enzim yang terdapat pada kulit manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat dalam penggunaan serum vitamin C sebagai tindakan pencegahan dan perawatan untuk meningkatkan kesehatan kulit wajah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain cross sectional, sampel dalam penelitian ini adalah warga Kelurahan Sukamantri, Kabupaten Tangerang yang didapat dengan teknik random sampling berjumlah 100 dari 27.515 populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 91% masyarakat Kelurahan Sukamantri, Kabupaten Tangerang memiliki tingkat pengetahuan yang baik terhadap penggunaan serum vitamin C, sedangkan 9% lainnya memiliki tingkat pengetahuan yang buruk. Sebanyak 31% & 69%   masyarakat Kelurahan Sukamantri, Kabupaten Tangerang memiliki tingkat sikap yang baik dan sangat baik dalam upaya untuk menjaga kesehatan kulit wajah dengan menggunakan serum vitamin C dan tidak ada responden yang memiliki kategori sikap yang buruk hingga sangat buruk.