Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN PENERIMAAN DIRI DENGAN KECEMASAN PADA WANITA MENOPAUSE Norma Mardiani; Ela Rohaeni
Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v9i2.88

Abstract

Wanita yang memiliki penerimaan dirinya baik akan memiliki penilaian realistis terhadap berbagai perubahan fisik dan psikis yang terjadi pada dirinya saat memasuki fase menopause. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan  Penerimaan Diri Dengan Kecemasan Pada Wanita Menopause di Panti Wreda Welas Asih Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2018.Penelitian ini merupakan jenis penelitian korelasional dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita menopause di Panti Wreda Welas Asih Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya yang berjumlah 31 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Metode pengumpulan data dengan teknik wawancara. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner. Analisa bivariat menggunakan uji korelasi Pearson Product MomentHasil penelitiannya adalah penerimaan diri pada wanita menopause di Panti Wreda Welas Asih Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya tahun 2018 adalah 25,8% positif dan 74,2% negatif. Kecemasan pada wanita menopause di Panti Wreda Welas Asih Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya tahun 2018 adalah 6,5% tidak cemas, 71,0% cemas ringan, 16,0% cemas sedang dan 6,5% cemas berat. Ada hubungan penerimaan diri dengan kecemasan pada wanita menopause di Panti Wreda Welas Asih Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya tahun 2018 dengan  p-value 0,025.Kata Kunci: Penerimaan Diri, Kecemasan, Menopause   ABSTRACTWomen who have good self-acceptance will have a realistic assessment of the various physical and psychological changes that occur in themselves when entering the menopause phase. This study aims to determine the Self-Acceptance Relationship with Anxiety in Menopausal Women at Panti Wreda Welas Asih in Singaparna District, Tasikmalaya District in 2018.This research is a type of correlational research with a cross sectional design. The population in this study were all menopausal women in Panti Wreda Welas Asih, Singaparna District, Tasikmalaya District, which numbered 31 people. The sampling technique uses total sampling. Methods of collecting data with interview techniques. The instrument of this research is a questionnaire. Bivariate analysis using Pearson Product Moment test.The results of his research were self-acceptance of menopausal women at the Welas Asih Nursing Home, Singaparna District, Tasikmalaya Regency in 2018, were 25.8% positive and 74.2% negative. Anxiety in menopausal women at the Welas Asih Nursing Home, Singaparna District, Tasikmalaya District in 2018 was 6.5% not anxious, 71.0% mild anxious, 16.0% moderate anxious and 6.5% severely anxious. There is a relationship of self-acceptance with anxiety in menopausal women at the Welas Asih Nursing Home in Singaparna District, Tasikmalaya District in 2018 with a p-value of 0.025.Key word : Self acceptance, Anxiety, Menopause
ALTERNATIF KEBIJAKAN OPERASIONAL PENGGUNAAN SMS GATEWAY PADA RUJUKAN KEGAWATDARURATAN MATERNAL Ela Rohaeni; Norma Mardiani
Jurnal Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v8i2.112

Abstract

Kematian ibu adalah kematian seorang wanita terjadi saat hamil, bersalin, atau 42 hari setelah persalinan dengan penyebab yang berhubungan langsung atau tidak langsung terhadap persalinan. Dalam rangka mempercepat penurunan angka kematian ibu salah satunya adalah dengan memperkuat sistem rujukan. Dalam hal ini pengoptimalan kebijakan SMS Gateway. Tujuan penelitian ini adalah menyusun alternatif kebijakan operasional penggunaan SMS Gateway pada rujukan kegawatdaruratan maternal di Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan konfirmatori,  teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik purposive sampling, untuk memperoleh hasil dengan pemahaman mendalam tentang topik penelitian. Informan kunci dalam penelitian ini adalah bidan pelaksana berjumlah 6 orang pelaksana sedangkan informan pendukung yaitu kepala puskesmas, kepala bagian Yankes, kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon. Temuan penelitian ini adalah kebijakan yang ada saat ini yaitu mengenai aspek penting dalam upaya menurunkan angka kematian ibu namun ditemukan dalam pengaplikasiannya belum optimal. Alternatif kebijakan operasional pada rujukan kegawatdaruratan maternal di Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon yaitu pembuatan SK Kepala Dinas tentang petunjuk teknis sistem SMS Gateways rujukan pelayanan kesehatan dan Standar Prosedur Operasional SMS Gateway rujukan kegawatdaruratan maternal dan neonatal.Kata kunci           :  Kebijakan Operasional, SMS Gateway, Rujukan, Kegawatdaruratan Maternal  ABSTRACTMaternal death is the death of a woman occurs during pregnancy, childbirth, or 42 days after delivery with a cause that is directly or indirectly related to labor. In order to accelerate the decline in maternal mortality one of them is by strengthening the referral system. In this case the SMS Gateway policy optimization. The purpose of this research is to formulate operational policy alternatives of SMS Gateway utilization on maternal emergency referral in Cirebon District Health Office 2017. This research is a qualitative research with confirmatory approach data collection technique using purposive sampling technique, to obtain result with deep understanding about research topic. Key informants in this research are midwife implementer is 6 executor while supporting informant is head of puskesmas, head of Yankes department, head of health office of Cirebon regency. The findings of this study are that the existing policy has been about important aspects in efforts to reduce maternal mortality but found in its application not yet optimal. Alternative operational policy on maternal emergency referral at Cirebon District Health Office is making SK Head of Service about technical guidance of SMS Gateways system of referral of health service and Standard of Operational Procedure SMS Gateway referral of maternal and neonatal emergency.Keywords             : Operational Policy, SMS Gateway, Referral, Maternal Emergency
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG MENOPAUSE DENGAN KELUHAN SAAT MENOPAUSE Ela Rohaeni; Iis Iis
Jurnal Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v12i2.256

Abstract

Menopause merupakan berakhirnya siklus menstruasi pada wanita secara alamiah. Keluhan saat menopause baik fisik, psikologis maupun seksual akan dialami oleh wanita yang memasuki masa menopause. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang menopause dengan keluhan saat menopause. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memasuki menopause antara usia 45-55 tahun berjumlah 150 orang.  Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling berjumlah 60 orang.  Data berupa data primer dengan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Berdasarkan hasil penelitian univariat didapatkan bahwa karakteristik menurut umur sebagian besar responden 35 orang (58,4%) berusia 50-55 tahun. Karakteristik menurut pendidikan sebagian besar responden 35 orang (58,4%) berpendidikan SD. Karakteristik berdasarkan jumlah anak sebagian besar jumlah responden yang memiliki >3 anak sebanyak 35 orang (58,3%). Karakteristik responden berdasarkan pengetahuan sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang sebanyak 30 orang (50%). Karakteristik berdasarkan keluhan sebagian besar Responden memiliki keluhan sedang 25 orang (41,7%). Berdasarkan hasil analisis bivariat diperoleh p-value yaitu sebesar 0,001 (<0,05),  menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang  menopause dengan keluhan wanita saat menopause . Sehingga diharapkan peran aktif dari petugas kesehatan dalam penyuluhan, memberikan informasi persiapan menopause, serta ibu aktif dalam kegiatan poswindu agar meningkatkan pengetahuan tentang persiapan fisik dan psikis menopause.Kata kunci: Pengetahuan, Menopause, Keluhan menopause . Abstract Menopause is the natural end of the menstrual cycle in women. Complaints during menopause both physically, psychologically and sexually will be experienced by women who enter menopause. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge about menopause and complaints during menopause. This study uses quantitative methods with a cross sectional research design. The population in this study were 150 women who entered menopause between the ages of 45-55 years. The sampling technique in this study used accidental sampling totaling 60 people. Data in the form of primary data with interviews using a questionnaire. Data analysis was carried out univariate and bivariate. Based on the results of univariate research, it was found that the characteristics according to age were most of the 35 respondents (58.4%) aged 50-55 years. Characteristics according to education, most of the respondents 35 people (58.4%) have elementary school education. Characteristics based on the number of children, most of the respondents who had >3 children were 35 people (58.3%). Characteristics of respondents based on knowledge; most respondents have less knowledge as many as 30 people (50%). Characteristics based on complaints, most of the respondents have moderate complaints, 25 people (41.7%). Based on the results of bivariate analysis, a p-value of 0.000 (<0.05) was obtained, indicating that there was a relationship between the level of knowledge about menopause and women's complaints during menopause. So, it is hoped that the active role of health workers in counseling, providing information on menopause preparation, and active mothers in poswindu activities in order to increase knowledge about physical and psychological preparation for menopause.Keywords: Mother’s Knowledge, Menopause, Menopause Complaints
HUBUNGAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP PERILAKU SEKSUAL REMAJA DI SMPN 2 BANJARAN Ela Rohaeni; Iis Iis; Neng Siti Khodijah
Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i1.370

Abstract

Perilaku seksual pada remaja dipengaruhi beberapa faktor diantaranya adalah pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi terhadap perilaku seksual remaja pada siswa kelas 3 di SMP Negeri 2 Banjaran. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 60 orang dengan pengambilan sampel secara total sampling. Metode pengumpulan data yang dilakukan yaitu kuesioner. Analisis yang digunakan menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian univariat menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kelas 3 mempunyai pengetahuan baik sebanyak 33 responden (55%) dan berdasarkan perilaku seksual remaja didapatkan remaja mempunyai prilaku seksual tidak baik sebanyak 38 siswa ( 63%).  Berdasarkan hasil bivariat didapatkan terdapat hubungan yang signifikan anatara pengetahuan dengan perilaku seksual remaja dengan p value sebesar 0,003 artinya p value < 0,005. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan pihak sekolah bisa berkerjasama dengan puskesmas untuk memberikan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi remaja dan pendidikan seksual. Sehingga remaja menjadi peduli terhadap kesehatan reproduksinya.Kata Kunci: Pengetahuan; Kesehatan Reproduksi; Perilaku Seksual RemajaAbstractSexual behavior in adolescents is influenced by several factors including knowledge. This study aims to determine the relationship of reproductive health knowledge to adolescent sexual behavior in grade 3 students at SMP Negeri 2 Banjaran. The research design used is observational analytic. The approach used in this research is cross sectional. The sample in this study was 60 people with total sampling. The data collection method used is a questionnaire. The analysis used uses univariate and bivariate analysis. The results of the univariate study showed that most of the 3rd grade students had good knowledge of 33 respondents (55%) and based on adolescent sexual behavior it was found that 38 students (63%) had bad sexual behavior. Based on the bivariate results, it was found that there was a significant relationship between knowledge and adolescent sexual behavior with a p value of 0.003 meaning that the p value <0.005. Based on the research results, it is hoped that schools can work together with health centers to provide knowledge about adolescent reproductive health and sexual education. So that teenagers become concerned about their reproductive health.Keywords: Knowledge; Reproductive Health’ Adolescent Sexual Behavior