Baiq Reinelda Triyunarni
Universitas Muhammadiyah Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Laporan Keuangan Di Kantor Bappeda Kabupaten Lombok Barat Baiq Reinelda Triyunarni; Dedy Iswanto; Abdul Hafiz
JOURNAL of APPLIED BUSINESS and BANKING (JABB) Vol 2, No 1 (2021): Maret
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.378 KB) | DOI: 10.31764/jabb.v2i1.5358

Abstract

This research is entitled Analysis of Financial Statements at the Bappeda Office of West Lombok Regency. The purpose of this study is to find out the 2017-2019 Bappeda Lombok Barat Report using the Liquidity and Solvency ratio. Financial statements are information that describes the financial condition of a company and furthermore this information can be used as a description of the company's performance. Analysis of financial statements in public sector organizations is done by comparing the financial performance of one period with the previous period based on financial statements, there are various types of ratios, namely liquidity ratios, solvency ratios, activity ratios, probability ratios, and growth ratios. The method used in this research is quantitative-qualitative using a deductive approach and analysis using Liquidity Ratios and Solvency Ratios, the current ratio of the Regional Development Planning Agency Office for 2017-2019 shows that in 2014 the current ratio was 667.50% in 2018 it decreased to 592.62 % or (74.88%) then experienced a significant increase in 2019 by 932.84% or an increase of 340.22%. Quick Ratio/Quick Ratio 2017 Quick Ratio/Quick Ratio of 264.91% in 2018 decreased by 170.31% or by 94.61% and then experienced a significant increase in 2019 by 524.25% or by 353.94%. In 2017-2019 based on Solvency Ratio analysis, in 2017-2019 the West Lombok Regional Development Planning Agency was able to pay all its debts then in 2019 it decreased by 0.02 and an average of 0.09%. The results of the calculation of the debt ratio in 2019 decreased by 0.02 and an average of 0.09%.
PENGARUH PEMIMPIN PEREMPUAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEGIS GREEN BUSINESS Baiq Reinelda TriYunarni; Sudarta Sudarta; Sulhan Hadi; Alfian Eikman; Nurul Hidayati Indra Ningsih
JOURNAL of APPLIED BUSINESS and BANKING (JABB) Vol 5, No 1 (2024): Maret
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jabb.v5i1.22533

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gender CEO dan keberagaman gender dalam susunan dewan komisaris terhadap kebijakan strategis green business perusahaan. Melalui pendekatan Teori Upper Echelons, penelitian ini mengungkap bahwa karakteristik manajerial, termasuk gender CEO, dapat mempengaruhi keputusan strategis perusahaan. CEO perempuan cenderung memiliki orientasi pemangku kepentingan yang lebih kuat dan lebih peka terhadap isu lingkungan, sementara perusahaan yang menerapkan green business biasanya diarahkan oleh tekanan dari stakeholder dan perhatian terhadap isu lingkungan. Dalam hal keberagaman gender dalam susunan dewan komisaris, kehadiran perempuan di dewan komisaris dapat mempengaruhi kebijakan strategis perusahaan menuju green business.Penelitian ini menggunakan kerangka konsep Teori Upper Echelons dan premis bounded rationality untuk memahami bagaimana interpretasi individu manajemen puncak mempengaruhi keputusan strategis perusahaan. Data dikumpulkan melalui studi literatur yang melibatkan penelitian sebelumnya tentang hubungan antara gender, kepemimpinan, dan keputusan strategis. Selain itu, juga dilakukan analisis terhadap laporan keuangan dan laporan keberlanjutan perusahaan-perusahaan yang dipimpin oleh CEO perempuan dan perusahaan dengan keberagaman gender dalam susunan dewan komisaris.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa CEO perempuan cenderung mengambil keputusan strategis untuk mengarahkan perusahaan ke arah green business. Mereka lebih berorientasi pada pemangku kepentingan dan memiliki kesadaran yang lebih tinggi terhadap isu lingkungan. Selain itu, keberagaman gender dalam susunan dewan komisaris juga berperan penting dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan. Semakin beragam gender dalam susunan dewan komisaris, semakin besar kemungkinan perusahaan mengadopsi kebijakan strategis untuk menerapkan green business.