Bonifacia Bulan Aruming Tyas
Institut Sains Dan Teknologi Terpadu Surabaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Mendobrak Kriteria Perempuan sebagai Model Fesyen dalam Indonesia Plus-Size Festival 2018 Bonifacia Bulan Arumingtyas
Journal of Urban Society's Arts Vol 5, No 2 (2018): October 2018
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jousa.v5i2.2098

Abstract

Sebagai seorang model fesyen, perempuan dituntut untuk memiliki tubuh ideal atau kurus proporsional. Seringnya menampilkan tubuh kurus perempuan, menjadikan sebuah konstruksi tentang standar kecantikan perempuan. Konstruksi tersebut menyebabkan sosok perempuan yang tidak bertubuh ideal atau gemuk, tidak layak tampil di muka publik. Berbeda dengan Indonesia Plus Size Festival 2018 yang digagas oleh Ririe Bogar. Ririe Bogar justru melakukan audisi model khusus untuk perempuan gemuk dengan berat minimal 70 kg. Penelitian ini menerapkan metode fenomenologis yang melibatkan langsung peneliti sebagai peserta audisi model untuk melihat fenomena riil yang ada. Selain melihat interaksi sesama perempuan gemuk dalam acara tersebut, peneliti dapat juga melihat respon masyarakat ketika melihat model catwalk yang tidak seperti umumnya, dalam kasus ini bertubuh gemuk. Penelitian ini menunjukkan bahwa tubuh yang gemuk dapat juga dengan baik menampilkan produk fesyen, sedikit demi sedikit, dapat merubah pandangan masyarakat tentang konstruksi standar kecantikan yang selama ini dibentuk.
KOREKSI SECARA REAL TIME BERBASIS DARING TERHADAP TUGAS PERKULIAHAN MAHASISWA DESAIN Bonifacia Bulan Aruming Tyas
Gestalt : Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol 2 No 2 (2020): Gestalt : Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/gestalt.v2i2.67

Abstract

Masa pandemi Covid-19 membatasi ruang gerak secara fisik masyarakat seluruh dunia, termasuk Indonesia. Masyarakat diminta untuk bekerja dari rumah dan melakukan segala kegiatan lainnya di rumah masing-masing. Tidak terkecuali untuk pendidikan, baik jenjang pendidikan dasar, lanjutan, atas, hingga perguruan tinggi. Pada perguruan tinggi yang berkecimpung di bidang desain, salah satunya desain komunikasi visual, tak jarang pengajar juga perlu memberikan perbaikan langsung pada karya visual mahasiswa. Perbaikan pada karya visual tersebut tentu mudah dilakukan bila konsultasi dilakukan saat berhadapan secara langsung. Artikel ini mempertanyakan kemungkinan terjadinya kolaborasi real time berbasis daring antara dosen dan mahasiswa desain komunikasi visual. Kolaborasi dalam ranah pendidikan, yang dalam penelitian ini untuk keperluan koreksi tugas desain, dapat menjadi contoh kolaborasi yang kedepannya dapat diterapkan sebagai kolaborasi digital antar seniman atau desainer. Adapun kolaborasi ini dapat terjadi setelah sebelumnya membentuk kelas virtual, hingga memungkinkan adanya kolaborasi secara real time. Penelitian ini mengangkat studi kasus konsultasi tugas desain poster melalui daring dengan media perantara berupa aplikasi Microsoft Teams. Dari uji coba serta penerapannya dalam konsultasi tugas mahasiswa, memungkinkan bahwa koreksi tugas desain dapat dilakukan secara real time oleh dosen dan langsung diterima hasilnya oleh mahasiswa saat itu juga.
BERJUANG DALAM KETERBATASAN: FOTO ESAI ATLET DIFABEL NATIONAL PARALYMPIC COMMITEE INDONESIA Bonifacia Bulan Aruming Tyas; Steven Gunawan
Specta: Journal of Photography, Arts, and Media Vol 7, No 1 (2023): Specta: Journal of Photography, Arts, and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/specta.v7i1.9309

Abstract

Atlet difabel Indonesia masih belum banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia sendiri karena kelompok difabel masih dianggap sebagai kelompok minoritas yang kurang mendapat perhatian di masyarakat, termasuk dalam bidang olahraga. Padahal, di sisi lain para atlet difabel yang tergabung dalam National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, dengan keterbatasannya tetap memilih untuk semangat, berjuang, dan tidak menjadikan keterbatasan itu sebagai alasan untuk menyerah, bahkan putus asa. Esai foto ini bertujuan untuk memberikan gambaran kepada masyarakat Indonesia tentang kehidupan para atlet difabel NPC Indonesia. Dikemas dalam sebuah buku digital, esai foto menampilkan foto dari atlet difabel NPC Indonesia secara nyata dan apa adanya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan studi kasus atlet difabel di bawah naungan NPC Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa foto esai dapat memberikan wawasan tentang semangat para atlet sehingga masyarakat dapat ikut mengenal para atlet difabel melalui buku digital tersebut.Fighting in Disability: Photo Essay of Disabled Athletes at National Paralympic Committee Indonesia. Indonesian disabled athletes are still not well recognisable by Indonesian society, where the disabled group is still considered a minority group that receives less attention in the community, including in sports. On the other hand, disabled athletes who are members of the National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, despite their limitations, choose to have spirit, fight, and not make their disabilities an excuse to give up or even despair. This photo essay aims to provide an overview of Indonesian society about the lives of NPC Indonesia's disabled athletes. Packaged in a digital book, it displays photos of NPC Indonesia's disabled athletes naturally and unfiltered. The research method used was qualitative, with a case study of disabled athletes under the auspices of NPC Indonesia. The results showed that the photo essay could provide insight into the spirit of the athletes so that the public can get to know the disabled athletes through the digital book.