Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Konseling Eksistensial Teknik Strenght Bombardment untuk Menunmbuhkan Kebermaknaan pada Pasien Skizofrenia Paranoid Ahmad Chalifar Hikmawan; Herlan Pratikto
Jurnal Consulenza : Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 4 No 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jcbkp.v4i1.965

Abstract

Schizophrenia is a psychotic disorder characterized by disturbed thoughts, emotions, and behavior-thoughts. Schizophrenia can be caused by heredity, psychosocial problems, and family problems. This research is qualitative research and uses a case study approach. This study aims to provide intervention to schizophrenic patients. The results of observations, interviews, and psychological tests showed that the subjects experienced auditory hallucinations and hallucinations in the form of feelings of sick limbs. In addition, the subject also experienced the feeling of being chased. Based on the symptoms that appear, it can be concluded that the subject meets the criteria for the diagnosis of Paranoid Schizophrenia. Based on the results of the assessment obtained, the researcher provided an intervention in the form of existential counseling with strength bombardment techniques with the aim of fostering meaning and self-development of the subject towards better growth. The intervention was carried out for 6 days. The results showed that existential counseling with the strength bombardment technique was effectively used as a medium to cultivate meaning in the subject. After the intervention process was carried out, subject felt that he had the potential and was able to get through the difficult times he had gone through. Keywords: existential counseling; strength bombardment; schizophrenia paranoid.
Psikoedukasi untuk Menumbuhkan Pemahaman Bullying Bagi Korban Bullying di Sanggar Kegiatan Belajar Kota X Lisa Ayu Febriana; Herlan Pratikto; Tatik Imadatus Sa’adati
Journal of Psychology and Social Sciences Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Psychology and Social Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jpss.v4i1.1588

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk memahami dan mengatasi dampak psikologis yang dialami siswa korban bullying di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota X melalui intervensi psikoedukasi berbasis kelompok. Pendekatan ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), serta pengukuran pretest dan posttest untuk menilai efektivitas intervensi. Program intervensi dilaksanakan melalui kegiatan bermain peran, diskusi, dan pemutaran video edukatif yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman tentang bullying, memperkuat kepercayaan diri, dan mengembangkan keterampilan sosial. Hasil analisis memperliatkan adanya kenaikan signifikan pada skor posttest dibanding pretest, dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,005, yang mengindikasikan keberhasilan intervensi dalam meningkatkan pemahaman dan kemampuan sosial peserta. Selain itu, kolaborasi dengan orang tua dan instansi terkait turut memperkuat kesadaran serta dukungan emosional bagi siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan psikoedukasi partisipatif efektif dalam membantu proses pemulihan psikologis korban bullying dan bisa dijadikan model pencegahan di lingkungan pendidikan non formal.
Psikoedukasi Mengurangi Perilaku Kenakalan Remaja pada Siswa di Sanggar Kegiatan Belajar Kota X Moch Fatkur Rozy; Herlan Pratikto; Tatik Imadatus Sa’adati
Journal of Psychology and Social Sciences Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Psychology and Social Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jpss.v4i1.1631

Abstract

Juvenile delinquency is a psychosocial problem commonly emerging during adolescence and significantly affecting educational continuity and psychological well-being. This study aimed to explore the psychological dynamics of juvenile delinquency among students at a nonformal education center (Sanggar Kegiatan Belajar/SKB) in City X and to evaluate the effectiveness of a community-based psychological intervention. The assessment employed interviews, delinquency questionnaires, the Forer Sentence Completion Test (FSCT), and Focus Group Discussions (FGD) involving students, teachers, and parents. The findings revealed maladaptive thinking patterns, emotional instability, and impaired social functioning influenced by individual, family, and school-related factors. A group-based psychoeducational intervention incorporating cognitive restructuring, self-identity strengthening, and interpersonal skills training was conducted across three sessions. Evaluation results indicated improvements in emotional regulation, self-acceptance, communication skills, and adaptive decision-making. However, sustained behavioral recovery requires continuous support from families, schools, and the broader community to maintain long-term positive outcome.  
Pola Komunikasi dan Manajemen Konflik pada Dewasa Awal yang Menjalani Hubungan Pacaran Jarak Jauh: Sebuah Studi Kasus Dwi Susi Miftakhul Jannah; Herlan Pratikto
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.736

Abstract

Individu-individu yang telah memasuki masa dewasa awal banyak mengambil keputusan-keputusan penting dalam hidup, salah satunya yaitu menjalani pacaran jarak jauh. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pasangan yang menjalani hubungan pacaran jarak jauh sangat rawan dengan adanya konflik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi dan manajemen konflik pada dewasa awal yang menjalani hubungan pacaran jarak jauh. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dan menggunakan metode wawancara untuk mendapatkan data. Kemudian, informan dalam penelitian ini adalah dewasa awal yang berusia 20-25. Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa detail pola komunikasi pada hubungan pacaran jarak jauh, seperti cara komunikasi, topik pembicaraan ketika melakukan komunikasi, pertemuan antara informan dan pasangannya, cara menjaga hubungan pacaran jarak jauh agar bertahan, dan cara untuk dapat merasa dekat satu sama lain. Terakhir namun tidak kalah penting, hasil penelitian ini juga menunjukkan beberapa detail manajemen konflik, seperti pemicu munculnya konflik dalam hubungan pacaran jarak jauh, manajemen dan penyelesaian konflik dalam hubungan pacaran jarak jauh, alasan masih bertahan dalam menjalani hubungan pacaran jarak jauh, dan hal yang ditekankan informan terkait kunci utama dalam menjalani hubungan pacaran jarak jauh.