Penelitian ini bermaksud untuk memahami dan mengatasi dampak psikologis yang dialami siswa korban bullying di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota X melalui intervensi psikoedukasi berbasis kelompok. Pendekatan ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), serta pengukuran pretest dan posttest untuk menilai efektivitas intervensi. Program intervensi dilaksanakan melalui kegiatan bermain peran, diskusi, dan pemutaran video edukatif yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman tentang bullying, memperkuat kepercayaan diri, dan mengembangkan keterampilan sosial. Hasil analisis memperliatkan adanya kenaikan signifikan pada skor posttest dibanding pretest, dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,005, yang mengindikasikan keberhasilan intervensi dalam meningkatkan pemahaman dan kemampuan sosial peserta. Selain itu, kolaborasi dengan orang tua dan instansi terkait turut memperkuat kesadaran serta dukungan emosional bagi siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan psikoedukasi partisipatif efektif dalam membantu proses pemulihan psikologis korban bullying dan bisa dijadikan model pencegahan di lingkungan pendidikan non formal.
Copyrights © 2026