Sya’roni Tohir
STID Mohammad Natsir

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

RHETORIC DA'WAH MEDINA PERIOD: RETORIKA DA’WAH PERIODE MADINAH Sya’roni Tohir
Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnaldawahstidnatsir.v4i2.64

Abstract

Tujuan Penelitian : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Retorika Da’wah Periode Madinah. Hasil penelitian : Rethorika da’wah ialah keterampilan berbahasa secara efektif, memuaskan dan kecerdasan dalam menyampaikan dan menampilkan ajaran Islam yang dapat digunakan untuk menyeru dan mengajak orang (manusia) ke dalam agama Islam, serta mempelajarinya, mengamalkannya dan mensyiarkannya dengan baik. Allah subahanahu wa ta’ala dalam firman-firman-Nya banyak menyeru kepada hamba-hamba-Nya dengan seruan yang khithabnya (komunikannya) umum (hai manusia), ada yang khitabnya kepada golongan tertentu seperti hai orang-orang yang beriman, hai ahlul kitab, hai bani Israil, hai orang-orang kafir, ada juga yang sangat khusus seperti : “hai hamba-hambaku,” ya adam” dan “ya Ibrohim”. Seruan-seruan ini dapat menggabarkan kasih saying, sanjungan, penghormatan, kedekatan, ketegasan, keberanian, kemuliaan dan ketinggian martabat komunikator dan lain-lain. Bila diteliti lebih mendalam lagi, Bahasa seruan itu juga ada yang dipengaruhi oleh kontek situasi dan kondisi komunikator. Kapan dan di mana komunikator itu berada dan dalam situasi menang atau kalah. Bermartabat, sederajat atau hina di hadapan komunikannya. Kesimpulan : retorika da’wah rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada periode Madinah ada yang besifat umum dan retorika khusus pula. Ada retorika yang menggambarkan bahwa islam itu memiliki ‘izzah (martabat yang tinggi). Retorika Islam yang santun, retorika islam itu mulia dan bermartabat. Retorika Islam itu adalah retorika yang singkat, padat, jelas, lugas, tegas, bahasanya mudah dan indah.
POLA KOMUNIKASI WARGA BINAAN DAN PEMBIMBING ROHANI RELAWAN DA’WAH MUSLIMAT CENTER DDII DALAM PROGRAM ASIMILASI DI LAPAS WANITA KELAS IIA TANGERANG Santa Lorita; Dicky Andika; Saeful Rokhman; Sya'roni Tohir
Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat Vol. 3 No. 02 (2020): Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnalbinaummatstidnatsir.v3i02.77

Abstract

The purpose of this study was to determine the communication patterns of female assisted residents in Tangerang Class IIA Lapas after participating in routine studies through an assimilation program with an Islamic approach by the Da'wah Muslimat Volunteer Team of the Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia. This qualitative research approach uses a case study method that seeks to describe in detail and comprehensively the patterns of communication between spiritual guides and assisted members of the assimilation program in their interactions while following Islamic enlightenment regularly twice a week. The informants were 7 of the 12 participants of the assimilation program at the Class IIA Lapas Tangerang, Banten. Informants are assisted residents who have undergone half the time of determining the research informants using purposive sampling technique. Collecting data using observation, in-depth interviews with research informants and conducting documentation studies. The results of data collection were analyzed using qualitative data analysis model analysis from Miles and Huberman so that a conclusion was generated.
MAP OF DA'WAH BLIMBING VILLAGE, PACIRAN DISTRICT, LAMONGAN REGENCY, EAST JAVA PROVINCE Sya'roni Tohir; Trio Satrio Kurniawan
Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnalbinaummatstidnatsir.v5i2.147

Abstract

To find out the Da'wah Map of Blimbing Village, Paciran District, Lamongan Regency in 2022. Research Method: Qualitative. Research Results: From the SWOT analysis, preaching in Blimbing has several opportunities, threats, strengths and weaknesses, including: (low opportunity) a consumptive society, (moderate opportunity) the need for free education and a modernizing society, (best opportunity) the majority Muslim religion, requires true Islamic teachings, is egalitarian, welcome, enthusiastic, as well as adequate means of proselytizing, (major threat) religious and community sentiments that are inclusive, (moderate threat) there is competition between institutions, (minor threat) the community heterogeneous, (strength) da'wah can be carried out openly and comprehensively, and (weaknesses) the lack of preachers and their quality, as well as the lack of maximizing the power of da'wah. Conclusion: Da'wah in Blimbing Village is carried out actively and organized through proselytizing organizations/institutions as well as programs of existing religious facilities. Adequate facilities include mosques and prayer rooms, formal and diniyah educational institutions, as well as various community charities to support da'wah. However, the da'wah that has been carried out has not been maximized, so efforts are needed to improve weaknesses, take advantage of opportunities, and minimize threats to become strengths of da'wah.