AAN HANDRIYANI
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KONSEP MUJADALAH TERHADAP AHLUL KITAB DALAM TAFSIR ASY-SYA’RAWY : TELAAH ATAS TAFSIR SURAH AL-‘ANKABUT AYAT 46 Aan Handriyani
Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnaldawahstidnatsir.v6i2.198

Abstract

Debat dengan cara yang terbaik (Mujadalah billati hiya ahsan) adalah satu metode da’wah yang secara tegas disebutkan di dalam Al-Qur`an, dan secara khusus disebutkan dalam surah al-‘Ankabut ayat 46 dalam menghadapi Ahlul Kitab, Namun demikian dalam konteks kekinian muncul pro dan kontra terhadap penggunaan metode ini dalam da’wah. Sebagai metode da’wah yang disebutkan dalam Al-Qur`an, penulis menilai penting untuk mengetahui tafsir para ulama kontemporer tentang penggunaan metode mujadalah terhadap Ahlul Kitab, yang dalam penelitian ini penulis memilih Tafsir Asy-Sya’rawy untuk maksud di atas. Tujuan Penelitian ini untuk mendeskripsikan konsep da’wah dengan mujadalah terhadap Ahlul Kitab menurut penafsiran syaikh Mutawalli Asy-Sya’rawi? Penelitain termasuk penelitian kepustakaan dengn sumber primer kitab asy-Sya’rawi dan sumber sekunder kitab-kitab tafsir lainnya. Kesimpulan, penulis menemukan bahwa syaikh Asy-Sya’rawi menilai metode mujadalah terhadap Non Muslim, bertingkat-tingkat sesuai dengan objek yang didakwahi, dan semua tingkat itu harus dida’wahi dengan cara yang baik, dan kepada ahlul kitab harus lebih baik lagi. Asy-Sya’rawi memiliki makna tersendiri tentang ahlul kitab terutama dalam konteks da’wah bil mujadalah, tidak semua orang Yahudi dan Nashrani dipergauli sebagai ahlul kitab, jika mereka berbuat aniaya dan melampaui batas
LIVING AL-QUR`AN : SURAH YUSUF AYAT 108 DALAM PEMAKNAAN DA’WAH OLEH MAHASISWA PESERTA KAFILAH DA’WAH 2024 Aan Handriyani
Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnalbinaummatstidnatsir.v7i1.223

Abstract

The purpose of this research is to reveal the interpretation of the Qur'anic verse Surah Yusuf verse 108 by the students participating in the Kafilah Da'wah program in 2024. To achieve this goal, I use a literature study approach based on the interpretations of Islamic scholars and a living Qur'an study based on observations, interviews, and documentation of the 2024 Kafilah Da'wah participants. The research findings reveal that the Kafilah Da'wah 2024 students have a fairly comprehensive understanding of the meaning of da'wah to Allah, which includes the objectives of da'wah, da'wah materials, da'wah strategies, as well as the inevitability of sincerity and sacrifice in da'wah. They also understand that bashirah in da'wah is not only about the da'wah message but also encompasses methods, strategies, and a thorough understanding of the audience (mad'u). The interpretation of the Qur'an developed among these students is in line with the interpretations from the exegetical works of Islamic scholars. The research also proves that Mohammad Natsir Insitute of Da’wah has become a leading institution in the cadre development of preachers (dai), not only in the transfer of knowledges but also in the inheritance of the core values of da’wah (transfer of values).
METODE TAFSIR AYAT DA’WAH: STUDI METODE DAN SISTEMATIKA TAFSIR AL-MUNIR DALAM MENAFSIRKAN AYAT-AYAT DA’WAH Aan Handriyani
Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnaldawahstidnatsir.v7i2.279

Abstract

Mata kuliah tafsir ayat da’wah di Fakultas Da’wah memerlukan pengembangan untuk menggali nilai-nilai da’wah dari Al-Qur'an dan meningkatkan keterampilan menafsirkan Al-Qur'an di kalangan dosen dan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode dan sistematika tafsir Syaikh Wahbah az-Zuhaily dalam karya beliau, Tafsir Al-Munir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Syaikh Wahbah az-Zuhaily menerapkan metode dan sistematika penafsiran yang komprehensif. Dalam aspek metode, beliau menggabungkan tafsir bi al-ra’yi dan tafsir bi al-matsûr, serta menerapkan metode tahlîly dan maudhû’i. Sistematika tafsirnya mencakup beberapa aspek penting, termasuk penentuan tema untuk beberapa ayat, analisis kebahasaan yang meliputi i’râb, mufradât al-lughawiyah, dan balâghah, serta pembahasan tentang munâsabah antara ayat-ayat yang ditafsirkan dengan ayat-ayat sebelumnya. Selain itu, beliau menjelaskan tafsir yang dikenal sebagai at-tafsîr wa al-bayân dan menyampaikan kesimpulan-kesimpulan fikih yang relevan untuk kehidupan dan hukum (fiqh al-hayâh aw al-ahkâm) yang diambil dari ayat-ayat yang dibahas. Dengan demikian, metode dan sistematika penafsiran yang komprehensif ini menunjukkan bahwa pendekatan Syaikh Wahbah az-Zuhaily sangat relevan untuk pengembangan mata kuliah tafsir ayat da’wah.
KAIDAH MASLAHAH DALAM PENGEMBANGAN MASYARAKAT PERSPEKTIF AL-QUR’AN: STUDI TAFSIR KISAH DZULQARNAIN DALAM SURAH AL-KAHFI Aan Handriyani
Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnalbinaummatstidnatsir.v8i1.319

Abstract

Gerakan pengembangan masyarakat sebagai respons sosial bertujuan untuk membantu masyarakat lemah menjadi mandiri dan aktif,. mendapat dukungan dari berbagai pihak dan banyak lembaga terlibat dalam gerakan ini. Namun demikian, sebagai seorang Muslim, penting untuk mendapatkan pandangan wahyu tentang konsep pengembangan masyarakat. Pertanyaan yang muncul adalah: “Bagaimana konsep pengembangan masyarakat menurut perspektif Al-Qur'an?” Untuk menjawab pertanyaan ini, penulis menggali konsep dan wawasan pengembangan masyarakat melalui kisah Dzulqarnain, seorang raja yang adil yang berdakwah dan membangun negeri serta rakyatnya dengan dukungan sumberdaya dan kepemimpinannya yang ideal sebagaimana dikisahkan dalam Surah Al-Kahfi ayat 83-98. Metode yang digunakan adalah tafsir dengan pendekatan kaidah mendatangkan maslahat (jalb al-mashâlih) dan mencegah kerusakan (dar` al-mafâsid) sebagai falsafah utama syariat Islam. Penelitian ini diharapkan memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang pengembangan masyarakat menurut perspektif Al-Qur'an dan aplikasinya dalam praktik.