Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Perilaku Kesehatan dan Faktor Resiko Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Hamil di Poliklinik Obstetri Gynekologi RSUD Kabupaten Kediri Arti, Fitri Yuni; Wijayati, Wahyu; Ivantarina, Dintya
Journal of Issues in Midwifery Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.175 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2017.001.03.1

Abstract

Preeklampsia berhubungan dengan perubahan patologis yang signifikan dari pembuluh darah ibu dan janin serta plasenta. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku kesehatan dan faktor-faktor resiko yang mempengaruhi kejadian preeklampsia pada ibu hamil di Poliklinik Obstetri Gynekologi RSUD Kabupaten Kediri. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni-Agustus 2017 di Poliklinik Obstetri Gynekologi RSUD Kabupaten Kediri. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang datang memeriksakan kehamilannya di Poliklinik Obstetri Gynekologi RSUD Kabupaten Kediri dengan jumlah sampel yang didapat yaitu 181 ibu hamil secara random sampling. Data dianalisis secara univariate, bivariate dengan uji chi kuadrat dan multivariate dengan uji regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan kenaikan berat badan (p=0,005) dan riwayat medis (p=0,022) terhadap kejadian preeklampsia. Hasil analisis multivariat menunjukkan faktor paling dominan terhadap kejadian preeklampsia adalah kenaikan berat badan (p=0,007). Perilaku kesehatan dan faktor resiko yang mempengaruhi terhadap kejadian preeklampsia pada ibu hamil yaitu kenaikan berat badan ibu selama hamil dan riwayat medis yang diderita oleh ibu sebelum hamil.   
Complete Midwifery Care In Very High-Risk Pregnancy Dintya Ivantarina; Dwi Yuliawati; Fitri Yuniarti; Wulan Anggraini
Science Midwifery Vol 10 No 1, October (2021): Science Midwifery
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A very high-risk pregnancy is a risk group for pregnant women with the highest number of maternal and neonatal deaths. One way that can be carried out to prevent maternal and infant complications is to provide complete midwifery care. The purpose of this case study is to provide complete midwifery care to Mrs. "W" from pregnancy to family planning. The research design used is a case study with the research subject of Mrs. ”W”. Methods of collecting data through interviews, observation, and documentation studies. The results of midwifery care for Mrs. ”W” found data during pregnancy classified as very high-risk pregnancy with a Poedji Rochjati score of 14 (anemia, height < 145 cm, and a history of childbirth with infusion). Problems during pregnancy are the lack of adequate nutrition and optimal rest as well as the discomfort of swollen legs and back pain. During labour, the diagnosis of premature rupture of membranes was obtained. In the puerperium, the problem of suture wound pain was found. During the newborn period, jaundice was diagnosed. During family planning, the mother chose 3 months of injectable contraception. Management was given according to the diagnosis and problems found from the time of pregnancy to family planning. Complete midwifery care can increase the effectiveness of health care for the mother as a whole so that it does not endanger the mother and baby and increase patient satisfaction in getting midwifery services.
Deteksi Dini Kehamilan Risiko Tinggi Melalui Edukasi dan Skrining Pada Ibu Hamil di Masa Pandemi Covid-19 Fitri Yuniarti; Lina Ratnawati; Dintya Ivantarina
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.107 KB) | DOI: 10.55338/jpkmn.v3i1.290

Abstract

Pandemi Covid-19 telah membuat kebijakan penundaan sementara pemeriksaan kehamilan rutin, posyandu dan kelas ibu hamil. Permasalahan tersebut juga terjadi di desa Darungan dengan ditutupnya beberapa layanan kehamilan menyebabkan penurunan jumlah kunjungan ibu hamil sehingga tidak mendapatkan pendidikan dan pelayanan kehamilan yang berpengaruh tingginya kasus komplikasi kebidanan yang terjadi. Oleh karena itu perlu dilaksanakan deteksi dini kehamilan risiko tinggi melalui edukasi dan skrining pada ibu hamil di masa pandemi Covid-19. Kegiatan dilaksanakan sejak tanggal 9 Mei – 11 Juni 2022 yang diawali dari kegiatan perencanaan sampai dengan evaluasi. Jumlah peserta 21 ibu hamil yang ada di desa Darungan. Metode pelaksanaan berupa edukasi pengenalan tanda-tanda bahaya kehamilan dengan metode ceramah, tanya jawab dan diskusi dengan evaluasi menggunakan kuesioner pretest dan posttest. Skrining kehamilan risiko tinggi dengan KSPR dan sosialisasi program layanan kehamilan yang ada di masyarakat. Hasil pemberian edukasi didapatkan adanya peningkatan pengetahuan tentang tanda-tanda bahaya kehamilan pada ibu hamil sedangkan hasil skrining kehamilan menunjukkan terdapat peserta dengan kehamilan risiko tinggi dan sangat tinggi. Diakhiri dengan pengaktifan kembali kegiatan kelas ibu hamil dan posyandu sebagai upaya pelaksanaan deteksi kehamilan risiko tinggi pada ibu hamil di masyarakat.
Literature Review: Komplikasi Maternal dan Neonatal Akibat Persalinan Macet Fitri Yuniarti; Dintya Ivantarina
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): Juli 2022
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v1i3.658

Abstract

Obstructed labor significantly occur in developing countries including Indonesia, contributing to maternal and neonatal health. The burden of obstructed labor and adverse fetomaternal outcomes appears to remain high and is a common challenge. One of them is caused by delays in making decisions regarding referral approval due to lack of information about complications that occur in maternal and neonatal. Therefore, identification of the outcomes of obstructed labor that occurs in maternal and neonatal is very important with the aim of knowing the maternal and neonatal complications resulting from obstructed labor. The method used is a literature study using an online database, namely Pubmed and Google Scholar based on inclusion criteria. The results of this study obtained 13 articles showing maternal complications due to obstructed labor, namely uterine rupture, postpartum hemorrhage, anemia, shock, sepsis, blood transfusion, hysterectomy, bladder rupture and injury, fistula, perineal and cervical lacerations, pelvic floor sequelae, musculoskeletal disorders, genitourinary, postpartum depression and death while fetal complications were sepsis, asphyxia, respiratory distress, meconium aspiration syndrome, seizures, jaundice, stillbirth, perinatal and neonatal death. Prevention of obstructed labor is carried out through a multidisciplinary approach aimed in the short term to identify high-risk cases since pregnancy. In the long term, improving education and better health from health workers for mothers and families related to maternal and neonatal complications due to evidence-based obstructed labor so as not to hesitate in making decisions regarding approval of referral actions so that cases of obstructed labor can be handled on time and do not cause dangerous complications. for mother and baby.
Program timun emas (tingkatkan imunitas balita melalui pemanfaatan empon-empon sebagai camilan sehat) di masa pandemi Covid-19 Dintya Ivantarina; Fitri Yuniarti
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 18 No. 2 (2022): Transformasi Desember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v18i2.5139

Abstract

[Bahasa]: Balita termasuk kelompok usia rentan tertular Covid-19 yang cenderung mengalami kondisi kegawatan penyakit tertentu karena sistem kekebalan yang belum matang. Kasus Covid-19 pada balita di Indonesia terus mengalami kenaikan disertai dengan penambahan jumlah kematian pada balita. Hasil pendataan dan analisa situasi di wilayah kerja PMB Rima Rachmawati Kota Kediri menunjukkan terjadinya peningkatan jumlah kunjungan balita sakit usia 2-4 tahun selama pandemi Covid-19. Penyebabnya adalah selama dilakukan pembatasan aktivitas fisik balita di luar rumah membuat ibu memberikan makanan ringan yang dibeli dari luar. Di sisi lain ibu balita kurang mengetahui nutrisi berbahan alam sebagai peningkat imunitas tubuh dan belum memaksimalkan taman herbal di sekitar pemukiman sebagai bahan dasar pengolahan makanan untuk balita. Berdasarkan permasalahan tersebut maka dibentuk Program Timun Emas (Tingkatkan Imunitas Balita Melalui Pemanfaatan Empon-Empon Sebagai Camilan Sehat) di masa pandemi Covid-19 dengan tujuan memberikan edukasi dan pelatihan mengenai konsep nutrisi dan pemanfaatan empon-empon sebagai camilan sehat dalam meningkatkan imunitas balita pada kelompok ibu yang memiliki balita usia 2-4 tahun. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah sosialisasi, edukasi, dan pelatihan yang meliputi tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan (sosialisasi, edukasi secara daring melalui WAG dengan media video dan e-booklet, pelatihan secara daring melalui WAG dengan media e-booklet dan kegiatan luring dengan metode demonstrasi), dan evaluasi (pengetahuan dengan pretest dan postest dan keterampilan dengan ceklist). Hasil program pengabdian kepada masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok ibu yang memiliki balita usia 2-4 tahun mengenai nutrisi dan pemanfaatan empon-empon sebagai camilan sehat dalam meningkatkan imunitas balita. Program Timun Emas dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam membantu meningkatkan kesehatan balita selama pandemi Covid-19. Kata Kunci: empon-empon, camilan sehat, imunitas balita, pandemi Covid-19 [English]: Toddlers belong to the age group vulnerable to contracting Covid-19, which tends to experience certain disease conditions due to an immature immune system. Toddlers Covid-19 cases in Indonesia have increased with the addition of the number of deaths in toddlers. The data collection and situation analysis results in PMB Rima Rachmawati Kediri City showed an increase in sick toddlers in the 2-4 year age group during the Covid-19 pandemic. The reason was that their mothers provided snacks bought outside the home during the restricted physical activity of toddlers. On the other hand, there is still a need for knowledge among mothers of toddlers about nutrition made from nature as an immune booster and they need to be maximizing herbal gardens around the settlement as a basic ingredient for food processing for toddlers. Based on these problems, the Timun Emas program was formed during the Covid-19 pandemic to provide education and training on nutritional concepts and use Empon-Empon as a healthy snack to increase toddler immunity in the group of mothers who have toddlers aged 2-4 years. The method used in this community service program was socialization, education, and training which includes planning, preparation, and implementation (socialization, online education through WAG with video media and e-booklets, online training through WAG with e-booklet media and offline activities with demonstration methods), and evaluation (knowledge with pretest and post-test and skills with checklist). The results show that this program can increase the knowledge and skills of groups of mothers who have toddlers aged 2-4 years regarding nutrition and the use of empon-empon as a healthy snack in boosting toddler immunity. Thus the Timun Emas Program can be used as an alternative to help toddler health improvement during the Covid pandemic -19.  Keywords: empon-empon, healthy snacks, toddler immunity, Covid-19 pandemic