Meity Christiani
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Effect of Pineapple Juice on Perineal Wound Healing in Postpartum Mothers at Anugrah Clinic Farida Umamy; Isma Adelina Harahap; Meity Christiani
Science Midwifery Vol 10 No 1, October (2021): Science Midwifery
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One solution for postpartum mothers to accelerate the healing of perineal wounds is natural herbs with the application of pineapple juice to help accelerate the healing of perineal wounds. The purpose of this study was to determine the effect of pineapple juice on perineal wound healing at Anugrah Clinic. An experimental method with a post-test-only control group design approach. The subjects of this study were postpartum mothers with grades I and II perineal tears. The sample is 20 people with an accidental sampling technique. Data analysis used univariate analysis test and bivariate test with Mann-Whitney U. The data obtained from the results of the study showed that the healing of perineal wounds in the group that was not given pineapple juice was mostly (70%) healed within 7-10 days and none experienced faster healing. While in the group given pineapple juice as much as 60% experienced faster healing, which was less than 7 days, and 40% of respondents who consumed pineapple juice recovered within 7-10 days. The results of statistical data analysis using Mann- Whitney U obtained a Z value of -3.033 with a p-value of 0.002 (p<0.05), then H0 was rejected, which means that consumption of pineapple juice has a significant effect on perineal wound healing at Anugrah Clinic. Support from health workers, especially midwives, is expected to help mothers go through the postpartum period, especially for mothers who have injuries to the perineum. Giving pineapple juice can be an alternative to accelerate wound healing in the perineum.
The Effect Of Tekis (Fern Tea) Consumption On Haemoglobin Levels Among Anaemic Adolescent Girls At SMA Negeri 2 Kisaran Meity Christiani; Joharmi Joharmi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52130

Abstract

Indonesia terus menghadapi masalah gizi yang menghambat perkembangan sumber daya manusia berkualitas. Kekurangan gizi menurunkan daya tahan tubuh terhadap penyakit infeksi dan menurunkan produktivitas kerja. Salah satu penyebab utama masalah gizi adalah kekurangan zat besi (Fe), yang masih menjadi isu gizi global yang luas. Bayi, remaja, dan perempuan usia reproduksi kerap mengalami anemia defisiensi besi yang berdampak pada perubahan perilaku, pertumbuhan dan perkembangan, serta fungsi motorik, sehingga menurunkan kemampuan belajar dan prestasi akademik. Tujuan: Terapi nonfarmakologis dapat menjadi alternatif pengobatan, salah satunya melalui pemanfaatan tanaman tradisional seperti sayuran paku yang kaya nutrisi. Salah satu manfaat kandungan nutrisinya adalah kemampuan meningkatkan kadar hemoglobin. Oleh karena itu, untuk menjaga kualitas produk dan memperpanjang masa simpan paku, dikembangkan produk baru bernama TEKIS (teh paku) yang lebih praktis dikonsumsi dan tidak menimbulkan efek samping. Metode: Penelitian ini mengembangkan produk berupa TEKIS (teh paku) untuk menjaga kualitas dan memperpanjang masa simpan paku sebagai alternatif praktis dan aman untuk meningkatkan kadar hemoglobin. Desain penelitian menggunakan kuasi-eksperimental dengan pendekatan satu kelompok pra-uji dan pasca-uji. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling, dengan populasi terdiri dari 30 remaja putri anemia berusia 16–19 tahun dari kelas X–XII. Hasil: Analisis statistik menunjukkan nilai p = 0,000 < 0,05, yang mengindikasikan bahwa TEKIS (teh paku) efektif meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri anemia