This Author published in this journals
All Journal Prima JODS
Steffi Margaretha Simangunsong
Departemen Ortodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prima Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gambaran maloklusi pada siswa/i suku Batak berdasarkan dental aesthetic index Steffi Margaretha Simangunsong; Zulfan Muttaqin; Irene Anastasia Tampubolon
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 1 No. 1 (2018): Edisi April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v1i1.405

Abstract

Maloklusi merupakan bentuk oklusi yang menyimpang dari normal. Oklusi dikatakan normal jika susunan gigi dalam lengkung teratur dan baik serta terdapat hubungan yang harmonis antara gigi atas dan gigi bawah. Maloklusi merupakan masalah kesehatan mulut ketiga paling penting karena memiliki prevalensi tertinggi ketiga setelah karies dan penyakit periodontal. Penelitian tentang prevalensi maloklusi telah sering dilakukan dengan menggunakan Index of Orthodontic Treatment Need. Akan tetapi, untuk mengukur tingkat keparahan maloklusi dapat juga menggunakan dental aesthetic index. Kelebihan dari dental aesthetic index adalah lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan indeks lainnya. Perawatan ortodonti dilakukan untuk mengembalikan estetika wajah karena dianggap penting oleh masyarakat terutama pada usia remaja dan dewasa. Tujuan studi ini untuk mengetahui gambaran maloklusi pada siswa/i di SMA Santo Thomas 2 Medan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan rancangan penelitian cross-sectional dan menggunakan dental aesthetic index dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang. Sampel diperiksa dan diukur menggunakan dental aesthetic index. Data kemudian diolah secara analitik dan ditampilkan dalam bentuk tabel. Prevalensi maloklusi tertinggi pada kategori ringan sebesar 62,8%, kategori sedang sebesar 27,4%, kategori parah sebesar 7,8%, sedangkan kategori sangat parah sebesar 2,0%.Kesimpulan: Tingkat keparahan maloklusi pada siswa/i di SMA Santo Thomas 2 Medan masih dalam kategori maloklusi ringan.