This Author published in this journals
All Journal Prima JODS
Mourent Miftahullaila
Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan Universitas Prima Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh waktu perendaman plat resin akrilik polimerisasi panas dalam ekstrak kulit durian (Durio zibethinus L.) terhadap jumlah koloni Candida albicans Mourent Miftahullaila; Sopan Sinamo; Yogie Setiawan
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 4 No. 2 (2021): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v4i2.2477

Abstract

Resin akrilik polimerisasi panas ialah material yang sering dipakai untuk membuat basis gigi tiruan. Material ini bersifat hidrofobik juga porus, akibatnya terjadi pengendapan sisa makanan sehingga Candida albicans bisa tumbuh serta berkembang biak. Kulit durian merupakan bahan alami yang memiliki senyawa aktif antifungi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu perendaman perendaman plat resin akrlik polimerisasi panas dalam ekstrak kulit durian (Durio zibethinus L) 50% terhadap Candida albicans. Sampel adalah plat resin akrilik polimerisasi panas berbentuk silindris dengan diameter 30 mm serta tebal 5 mm berjumlah 32 sampel yang dibagi menjadi 8 kelompok. Analisis data meggunakan oneway ANOVA dan posthoc LSD. Berdasarkan hasil uji oneway ANOVA terdapat perbedaan rata-rata jumlah koloni Candida albicans pada plat resin akrilik polimerisasi panas setelah direndam dalam ekstrak kulit durian 50% selama 2, 4, 6, 8 jam (p<0,001) adalah 37,5±14,78; 12,05x±3,92; 3,85±2,75; dan 2,25±0,96. Dari hasil ini dapat dikatakan bahwa ada pengaruh pada plat resin akrilik polimerisasi panas didalam ekstrak kulit durian (Durio zibethinus L.) terhadap jumlah koloni Candida albicans.
Pengaruh perendaman basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas dalam perasan murni bawang putih (Allium sativum L.) terhadap kekerasan permukaan Mourent Miftahullaila; Sopan Sinamo; Surya Agung
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 4 No. 2 (2021): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v4i2.2478

Abstract

Candida albicans merupakan penyebab utama denture stomatitis. Kekerasan permukaan resin akrilik polimerisasi panas dapat menurun dikarenakan mikrooganisme tersebut. Perendaman dengan bahan alami merupakan suatu teknik untuk membersihkan gigi tiruan. Tujuan studi ini ialah untuk mengidentifikasi dampak perendaman basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas dalam perasan murni Allium sativum (bawang putih) terhadap kekerasan permukaan. Penelitian ini merupakan experimental laboratory dengan desain posttest without control group.   Sebanyak 32 resin akrilik polimerisasi panas digunakan sebagai sampel studi dan dibagi ke dalam dua kelompok yang terdiri atas kelompok akuades dan perasan murni bawang putih dengan durasi perendaman 2,4,6, dan 8 jam. Peneliti menggunakan uji posthoc LSD dan one way ANOVA dalam menganalisis data. Setelah dilakukan perendaman dalam perasan murni bawang putih selama 2,4,6, dan 8 jam, terdapat rerata kekerasan permukaan resin akrilik polimerisasi panas sebesar 13,02±0,38; 11,52±0,30; 10,90±0,18; dan 10,20±0,29, sedangkan pada kelompok akuades menunjukkan rata-rata kekerasan permukaan resin akrilik polimerisasi panas adalah 16,37±0,49; 14,20±0,32; 12,97±0,22; dan 12,12±0,28. Hasil uji one way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan signifikan kekerasan permukaan resin akrilik polimerisasi panas pasca direndam pada perasan murni bawang putih dan akuades (p=0,001). Sedangkan, hasil uji  posthoc LSD menunjukkan bahwa tidak ditemukan perbedaan yang signifikan kekerasan permukaan resin akrilik polimerisasi panas antara kelompok perasan bawang putih 2 jam dengan akuades 6 jam , sedangkan antara kelompok lainnya didapatkan perbedaan yang signifikan. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh perasan murni bawang putih terhadap kekerasan permukaan resin akrilik polimerisasi panas.
Pengaruh penambahan bubuk silika terhadap fracture toughness bahan restorasi sementara bis-acrylic resin Silvia Giovani; Yohana Aprilia Saragih; Herlyn Nadya Tumara; Mourent Miftahullaila; Sopan Sinamo
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 5 No. 1 (2022): Edisi April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v5i1.2491

Abstract

Restorasi sementara dibuat untuk melindungi struktur gigi selama dilakukan perawatan gigi tiruan cekat sehingga estetik, fungsi mastikasi dan fonetik pasien tetap terjaga. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki sifat mekanis tersebut dengan menambahkan nanopartikel sebagai bahan pengisi dalam jumlah tertentu, diantaranya silika. Tujuan: Mengetahui pengaruh penambahan bubuk silika terhadap fracture toughness bahan restorasi sementara bis-acrylic resin secara mekanis, biologis, dan estetis. Hasil penelitian: Adanya perbedaan pengaruh yang signifikan saat penambahan bubuk silika terhadap fracture toughness bahan restorasi sementara bis-acrylic antara kelompok 0% dengan 0,1%, 0,3%, dan 0,5%, antara 0,1% dengan 0,3% dan 0,5%, serta antara 0,3% dengan 0,5% (p≤0,05). Kesimpulan: Penambahan bubuk silika 0,1% merupakan peningkatan fracture toughness bahan restorasi sementara bis-acrylic terbesar dibandingkan dengan penambahan bubuk silika 0,3% dan 0,5%.