Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan fenomena yang ada di MAN 2 Bukittinggi, adapun fenomena tersebut yaitu, siswa yang tidak bertanggung jawab dengan tugas-tugasnya, ketika di suruh mengerjakan tugas siswa tidak mau, tidak aktif dalam mengikuti pembelajaran yang sedang berlangsung, bahkan ada beberapa siswa yang harus diperingati oleh guru BK maupun wali kelas, terindentifikasi beberapa siswa yang diasuh dengan pola asuh otoriter, dimana orangtua menerapkan peraturan-peraturan yang memberatkan anak dan membuat anak merasa tertekan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui besar pengaruh pola asuh orangtua terhadap kemandirian belajar di MAN 2 Bukittinggi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan koresional. adapun populasi dari penelitian ini 322 siswa kelas 10 di MAN 2 Bukittinggi, dengan sampel menggunakan teknik Random Sampling 10% maka sampel dari penelitian ini 32 siswa dari lokal IPS, IPA Dan IPK, dengan pengumpulan data menguunakan kuesioner skala likert, teknik pengolahan data mencari mean, range, % skor dan satandar devisasi sedangkan uji prasyarat analisis menggunakan uji normalitas data dan uji linearitas, sedangkan untuk pengujian hipotesis mencari Product Moment yang mensyaratkan hipotesis diterima apabila r hitung lebih besar dari r table. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil perhitungan r = 0.781 berada dalam skala yang kuat dan perhitungan kofesien determinasi yang hanya memberikan kontribusi pengaruh pola asuh orangtua terhadap kemandirian belajar sebesar 60,99% dengan skala hubungan yang kuat. Kemudian hasil dari pengujian hipotesis menunjukan adanya pengaruh pola asuh orangtua terhadap kemandirian belajar dengan nilai r hitung > r tabel atau r hitung 0.781 > dari 0.349 maka Ho diterima.