p-Index From 2021 - 2026
0.659
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Menara Ilmu
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STRATEGI PENGEMBANGAN PENGINAPAN LOKAL (HOMESTAY) UNTUK MENDUKUNG DESA WISATA KAMPUNG SARIBU GONJONG, KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Rozi Yuliani; Moch. Abdi
Menara Ilmu Vol 16, No 2 (2022): VOL. XVI NO. 2 JULI 2022
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v16i2.3436

Abstract

ABSTRAK : Desa Wisata Kampuang Saribu Gonjong (SARUGO) memiliki potensi yang sangat beragam untuk dikembangkan menjadi objek wisata, yaitu potensi alam, potensi budaya, dan potensi Sumber Daya Manusia (SDM). Masyarakat Desa Wisata kampung sarugo sangat mendukung desa tersebut untuk menjadi semakin destinasi wisata dengan mengembangkan homestay, hal ini dapat dibuktikan dengan penghargaan yang didapatkan pada tahun 2021 pada ajang anugerah desa wisata (ADWI) yang meraih penghargaan Juara 4 dari 34 Provinsi di Indonesia pada kategori homestay. sehingga seluruh masyarakat desa wisata kampung sarugo tahu bahwa desa mereka secara resmi merupakan salah satu desa wisata di Sumatera Barat yang mendapatkan anugerah ADWI Tahun 2021 dengan kategori homestay. Bagi masyarakat harus ada perubahan sikap dalam menjaga penghargaan yang telah diraih tersebut. Saat ini di Desa Wisata Kampung Sarugo memiliki 6 Homestay yang sudah siap dihuni oleh para pengunjung, homestay yang disediakan sudah memenuhi indikator sebuah homestay sesuai dengan panduan yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomo Kreatif dan Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif seperti aspek produk, pelayanan dan pengelolaan. Pendekatan kualitatif, Matriks SWOT, dan Analisis Skala Likert digunakan untuk menemukan model secara alami sesuai dengan keadaan dan potensi Desa Wisata Kapung Sarugo untuk pengembangan homestay. Hasil analisis data akan disajikan secara deskriptif kualitatif dengan menyajikan pendapat, observasi, studi lapangan, teori, dan konsep yang terdapat di lapangan berdasarkan sudut pandang informan yang kemudian ditafsirkan oleh Tim Peneliti. Hasil dan pembahasannya adalah: Kendala yang dihadapi dalam pengembangan homestay untuk mendukung Desa Wisata Kampung Saribu Gonjong yaitu: Minimnya event yang diadakan di DesaWisata Kampung Sarugo sehingga potensi untuk memanfaatkan penginapan lokal (homestay) sangat tipis, Kurangnya pelatihan dan pemahaman tentang penginapan lokal (homestay). Kata Kunci : strategi, pengembangan, penginapan local (homestay), desa wisata
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Turnover Intention Karyawan Pada Fahira Hotel Bukittinggi Rozi Yuliani; Moch. Abdi
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan KajianĀ Ilmiah Vol 17, No 2 (2023): Vol 17 No. 02 JULI 2023
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v17i2.4582

Abstract

Tingkat Turnover intention intention yang tinggi akan menimbulkan dampak yang negatif terhadap hotel, seperti menciptakan ketidakstabilan dan ketidakpastian terhadap kondisi tenaga kerja. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat turnover intention intention karyawan Hotel Fahira Bukittinggi, menganalisis faktor apa yang mempengaruhi turnover intention intention, dan menganalisis tindakan yang akan dilakukan menekan tingkat turnover intention intention. Selama kurang lebih 3 tahun semenjek berdirinya hotel Fahira Bukittinggi tingkat turnover intention karyawan tergolong cukup tinggi. Informan pada penelitian adalah direktur sekaligus pemilik hotel dan karyawan. Metode pengambilan sample yang digunakan adalah teknik purposive conenience sampling yaitu pemilihan sample berdasarkan pertimbangan berdasarkan tujuan penenlitian. Pengumpulan data dilakukan melalui pendekatan kualitatif melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen, hal ini dilakukan untuk pengolahan data berupa triangulasi data untuk menguji validitas data kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi turnover intention intention adalah faktor individual dari karyawan itu sendiri mulai dari usia, jenis kelamin, pendidikan, masa kerja dan status perkawinan. Selain itu kepuasan kerja juga memberikan peran pada tingginya turnover intention karyawan mulai dari beban kerja, penghasilan, kondisi kerja, promosi jabatan. Selain itu komitmen awal antara perusahaan dengan karyawan tidak terlaksana dengan baik. Kata Kunci : Turnover intention Intention, individual, kepuasan, komitmen organisasi
Pengaruh Edukasi Kesehatan Terhadap Kesiapan Masyarakat Desa Wisata Simarasok di Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Sumatera Barat Yasherly Bachri; Moch. Abdi
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan KajianĀ Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Vol 20 No. 01 JULI 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v20i1.8443

Abstract

Pengembangan desa wisata berkelanjutan memerlukan kesiapan komunitas lokal dalam menyediakan layanan yang aman, sehat, bersih, dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi kesehatan terhadap kesiapan masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Simarasok, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif quasi-experiment dengan rancangan one group pre-test and post-test. Responden berjumlah 40 orang yang terdiri atas pengelola desa wisata, pelaku usaha lokal, kader kesehatan, aparatur nagari, dan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan wisata. Intervensi berupa edukasi kesehatan terstruktur tentang sanitasi destinasi, perilaku hidup bersih dan sehat, CHSE, keselamatan aktivitas wisata alam, pengelolaan sampah, serta partisipasi masyarakat. Instrumen menggunakan kuesioner kesiapan masyarakat berskala Likert dengan lima dimensi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial melalui uji paired sample t-test. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata kesiapan dari 60,08 menjadi 77,62 dengan selisih 17,53 poin; uji statistik memperoleh t = 18,17 dan p 0,001. Peningkatan tertinggi terjadi pada literasi kebersihan dan sanitasi, sedangkan peningkatan terendah berada pada partisipasi dan tata kelola lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa edukasi kesehatan berpengaruh signifikan terhadap kesiapan masyarakat, tetapi perlu diikuti pendampingan, monitoring, dan integrasi program lintas sektor agar perubahan perilaku dapat berkelanjutan.Kata Kunci: CHSE, sanitasi, partisipasi lokal, keberlanjutan, promosi